Kebiasaan Sarapan, Dorong Anak Disiplin Bangun Pagi

Sarapan masih belum menjadi budaya di keluarga Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, dalam Pedoman Gizi Seimbang (2014), 40% anak Indonesia tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Padahal sarapan dapat memenuhi 15-30% kebutuhan gizi harian untuk mewujudkan hidup sehat dan aktif, serta meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina untuk anak-anak.

“Sarapan bisa menjadi bahasa penuh cinta dari orang tua, terutama dari ibu sebagai figur sentral yang biasanya sangat memperhatikan pemenuhan nutrisi keluarganya,” kata dr Juwalita Surapsari, M. Gizi SpGK Dokter Spesialis dari RSPI Pondok Indah dan RS PELNI.

“Mengawali pagi dengan perhatian penuh dari ibu tentu membuat si kecil lebih bersemangat dalam menjalankan aktivitas, dan yang lebih penting dapat memenuhi kebutuhan gizi harian mereka, terutama di masa pandemi yang masih belum usai,” sambungnya.

Adanya nilai-nilai baik tersebut, membuat PT Emina Cheese Indonesia, produsen keju asal Jepang, berinisiatif mengkampanyekan sarapan dengan semboyan Ada Cinta Di Pagi Hari. Khususnya mengajak orang tua mendorong anak sarapan.

“Kebiasaan orang tua merupakan faktor yang sangat memengaruhi aktivitas sarapan untuk anak-anak, terutama mengenai kualitas asupan makanan di pagi hari,” kata Ika Budi Rahayu, Brand Manager Of Emina Cheese Indonesia.

“Selain dapat meningkatkan kualitas gizi, kebiasaan sarapan secara tidak langsung membuat orang tua juga dapat menerapkan kedisiplinan untuk bangun pagi dan memulai aktivitas dengan sarapan bersama seluruh anggota keluarga,” sambung Ika.

Bersamaan dengan peluncuran produk terbaru mereka, Emina Slice Cheese, alternatif sarapan praktis dengan keju lembaran lezat yang dibuat dari bahan-bahan bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian seluruh keluarga.[MEL]

]]> Sarapan masih belum menjadi budaya di keluarga Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, dalam Pedoman Gizi Seimbang (2014), 40% anak Indonesia tidak sarapan sebelum berangkat ke sekolah. Padahal sarapan dapat memenuhi 15-30% kebutuhan gizi harian untuk mewujudkan hidup sehat dan aktif, serta meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina untuk anak-anak.

“Sarapan bisa menjadi bahasa penuh cinta dari orang tua, terutama dari ibu sebagai figur sentral yang biasanya sangat memperhatikan pemenuhan nutrisi keluarganya,” kata dr Juwalita Surapsari, M. Gizi SpGK Dokter Spesialis dari RSPI Pondok Indah dan RS PELNI.

“Mengawali pagi dengan perhatian penuh dari ibu tentu membuat si kecil lebih bersemangat dalam menjalankan aktivitas, dan yang lebih penting dapat memenuhi kebutuhan gizi harian mereka, terutama di masa pandemi yang masih belum usai,” sambungnya.

Adanya nilai-nilai baik tersebut, membuat PT Emina Cheese Indonesia, produsen keju asal Jepang, berinisiatif mengkampanyekan sarapan dengan semboyan Ada Cinta Di Pagi Hari. Khususnya mengajak orang tua mendorong anak sarapan.

“Kebiasaan orang tua merupakan faktor yang sangat memengaruhi aktivitas sarapan untuk anak-anak, terutama mengenai kualitas asupan makanan di pagi hari,” kata Ika Budi Rahayu, Brand Manager Of Emina Cheese Indonesia.

“Selain dapat meningkatkan kualitas gizi, kebiasaan sarapan secara tidak langsung membuat orang tua juga dapat menerapkan kedisiplinan untuk bangun pagi dan memulai aktivitas dengan sarapan bersama seluruh anggota keluarga,” sambung Ika.

Bersamaan dengan peluncuran produk terbaru mereka, Emina Slice Cheese, alternatif sarapan praktis dengan keju lembaran lezat yang dibuat dari bahan-bahan bergizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian seluruh keluarga.[MEL]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RMCO.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories