Keberatan Soal Patenkan Merek Partai Demokrat Kubu Moeldoko Akui SBY Pencipta Hymne & Mars

Politisi gaek Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), Max Sopacua geregetan dengan langkah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendaftarkan partai atas namanya. Padahal, langkah SBY ini didukung kader partai berlambang Mercy

“Secara kebetulan beberapa hari yang lalu saya diberitahukan SBY telah mendaftarkan ke Ditjen HAKI (Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Inteltual) untuk mematenkan logo atau lambang merek Partai Demokrat sebagai property right pribadinya. Ini yang saya lawan karena tidak benar,” ujar Max kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Meski begitu, Max mengakui, kalau Hymne dan Mars Partai Demokrat saat ini bisa jadi hasil karya ciptaan SBY. Namun, jika disebut SBY sebagai pencipta Partai Demokrat, Max keberatan.

Diungkapkan, Max bersama pendiri Partai Demokrat lainnya seperti mendiang Vence Rumangkang, dan Kurdi Mustofa mengaku mengerti tentang sejarah Partai Demokrat. Mereka dianggap menggagas dan mempersiapkan lahir serta berdirinya partai.

Makanya, Max mengaku rishi dengan aksi pasang badan yang dilakukan Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Syarief Hasan, yang mendukung soal merek Partai Demokrat. Bahkan, Syarief tanpa ragu menyebut, SBY adalah pencipta Partai Demokrat. “Posisi SBY pada waktu itu sangat pasif, bagaimana Anda bisa tahu bahwa dia penciptanya,” ungkap Max.

Menurutnya, saat ini yang mengetahui persis sejarah proses lahir dan berdirinya Partai Demokrat kurang lebih 20 tahun lalu saat ini hanya tinggal dua orang saja. Yaitu, dia dan SBY. Selama itu pula, Max menyebut tidak pernah mengganggu SBY dan jajarannya.

Namun, wacana mendaftarkan partai atas nama pribadi, dia nilai keliru. Untuk melawan aksi sepihak tersebut, Max telah membuat surat terbuka kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM), Prof Yasonna Laoly.

“SBY melalui Vence hanya menyarankan untuk melakukan modifikasi merek Demokrat yang sekarang digunakan, termasuk mengubah arti dan maknanya dari rancangan awal yang sudah kami siapkan,” bebernya.

Sebelumnya, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengaku tidak ada yang keberatan dengan langkah SBY mematenkan partai atas namanya. Diceritakan, tidak ada protes di internal partai dan memang SBY adalah pendiri Partai Demokrat. “Jadi memang dia penciptanya. Saya menjadi saksi sejarah,” ujar Syarief.

Dia juga menyebut, SBY-lah yang menciptakan seragam, warna, hymne, mars, dan ideologi partai. Soal SBY yang tidak masuk akta notaris pendiri Partai Demokrat, Wakil Ketua MPR ini menerangkan, SBY kala itu masih sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) di era Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri. “Jadi hanya karena waktu itu SBY di dalam pemerintahan,” tuturnya. [BSH]

]]> Politisi gaek Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), Max Sopacua geregetan dengan langkah Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendaftarkan partai atas namanya. Padahal, langkah SBY ini didukung kader partai berlambang Mercy

“Secara kebetulan beberapa hari yang lalu saya diberitahukan SBY telah mendaftarkan ke Ditjen HAKI (Direktorat Jenderal Hak Atas Kekayaan Inteltual) untuk mematenkan logo atau lambang merek Partai Demokrat sebagai property right pribadinya. Ini yang saya lawan karena tidak benar,” ujar Max kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Meski begitu, Max mengakui, kalau Hymne dan Mars Partai Demokrat saat ini bisa jadi hasil karya ciptaan SBY. Namun, jika disebut SBY sebagai pencipta Partai Demokrat, Max keberatan.

Diungkapkan, Max bersama pendiri Partai Demokrat lainnya seperti mendiang Vence Rumangkang, dan Kurdi Mustofa mengaku mengerti tentang sejarah Partai Demokrat. Mereka dianggap menggagas dan mempersiapkan lahir serta berdirinya partai.

Makanya, Max mengaku rishi dengan aksi pasang badan yang dilakukan Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat kubu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Syarief Hasan, yang mendukung soal merek Partai Demokrat. Bahkan, Syarief tanpa ragu menyebut, SBY adalah pencipta Partai Demokrat. “Posisi SBY pada waktu itu sangat pasif, bagaimana Anda bisa tahu bahwa dia penciptanya,” ungkap Max.

Menurutnya, saat ini yang mengetahui persis sejarah proses lahir dan berdirinya Partai Demokrat kurang lebih 20 tahun lalu saat ini hanya tinggal dua orang saja. Yaitu, dia dan SBY. Selama itu pula, Max menyebut tidak pernah mengganggu SBY dan jajarannya.

Namun, wacana mendaftarkan partai atas nama pribadi, dia nilai keliru. Untuk melawan aksi sepihak tersebut, Max telah membuat surat terbuka kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM), Prof Yasonna Laoly.

“SBY melalui Vence hanya menyarankan untuk melakukan modifikasi merek Demokrat yang sekarang digunakan, termasuk mengubah arti dan maknanya dari rancangan awal yang sudah kami siapkan,” bebernya.

Sebelumnya, Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengaku tidak ada yang keberatan dengan langkah SBY mematenkan partai atas namanya. Diceritakan, tidak ada protes di internal partai dan memang SBY adalah pendiri Partai Demokrat. “Jadi memang dia penciptanya. Saya menjadi saksi sejarah,” ujar Syarief.

Dia juga menyebut, SBY-lah yang menciptakan seragam, warna, hymne, mars, dan ideologi partai. Soal SBY yang tidak masuk akta notaris pendiri Partai Demokrat, Wakil Ketua MPR ini menerangkan, SBY kala itu masih sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) di era Presiden kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri. “Jadi hanya karena waktu itu SBY di dalam pemerintahan,” tuturnya. [BSH]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories