KBRI Roma Gelar Perayaan Galungan Dan Kuningan Secara Daring .

KBRI Roma menggelar perayaan Galungan dan Kuningan, Sabtu (24/4). Perayaan tersebut digelar atas kerja sama dengan komunitas Hindu di Italia, dengan mengangkat tema “Simakrama Perayaan Galungan dan Kuningan”. Karena kondisi masih pandemi, perayaan dilakukan secara daring.

Perayaan terdiri dari dua bagian. Pertama, ibadah dan doa bersama komunitas/komunitas Hindu di Italia. Kedua, Simakrama (ramah tamah) dengan masyarakat lainnya. Acara dihadiri sekitar 40 keluarga warga Indonesia dan diaspora Indonesia di Italia dan dari Bali.

Acara ibadah dipimpin pinandita Ida Bagus Sumahendra dari Banten. Sedangkan dharma wacana disampaikan Prof Ida Bagus Yudha Triguna dari Bali. 

Dalam ceramahnya, Prof Ida Bagus menyampaikan mengenai pentingnya cinta, kasih sayang, dan pelayanan tulus ikhlas dalam menjalankan dharma bhakti kepada keluarga, masyarakat, dan negara di mana pun berada. Selain itu, dia juga mengingatkan agar umat Hindu terus berlatih mengendalikan Sadripu, enam musuh hawa nafsu dalam diri manusia, menjaga keharmonisan, dan semangat persatuan. 

“Di Italia, mungkin sukar menemukan pura, dupa, dan perangkat ritual ibadah. Namun saya yakin kita semua tetap dapat menghidupkan pura dan semangat berbuat baik dalam hati kita semua,” ucapnya. 

Acara simakrama dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ketut Sri Wahyuni sebagai wakil komunitas Hindu di Italia menyampaikan terima kasih kepada KBRI Roma dan seluruh pihak atas penyelenggaraan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan tersebut. 

“Tentunya kami bangga, saat ini kami bisa merayakan Galungan dan Kuningan secara bersama sama, meskipun dilakukan secara daring (virtual). Dan kita juga senang sekali bisa mempererat semangat persatuan, berkenal dengan warga negara Indonesia lainnya dalam acara ini,” jelasnya.

Dubes RI Roma Esti Andayani dalam sambutan pembukaannya menyatakan, ini adalah acara pertama perayaan Galungan dan Kuningan sekaligus Simakrama (silaturahmi) yang dia ikuti semenjak kedatangannya di Italia pada 2017. “Meskipun dilaksanakan secara daring, saya yakin acara ini dapat semakin memperkuat tali persatuan dan silaturahmi warga negara Indonesia dan diaspora Indonesia,” jelasnya. 

Esti menambahkan, perayaan Galungan dan Kuningan 2021 ini cukup spesial. Sebab, bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan bagi umat Muslim. “Sebagaimana umat Hindu merayakan Galungan dengan memaknai sebagai kemenangan dharma (kebajikan) atas adharma (kebatilan/hawa nafsu), demikian pula rekan-rekan Muslim menjalankan ibadah puasa untuk memenangkan atas hawa nafsu nya.”

Menutup sambutannya, Esti menyatakan pentingnya peran komunitas Hindu dan diaspora Indonesia dalam mendukung pelaksanaan diplomasi KBRI Roma. Upaya diplomasi hanya akan berhasil jika semua bisa saling bersinergi dan saling mendukung. 

“Ada banyak potensi penguatan yang dapat disinergikan dengan komunitas Hindu dan diaspora Indonesia. Misalnya dalam diplomasi budaya, diplomasi ekonomi dan promosi Indonesia di negara akreditasi. Untuk hal ini, KBRI Roma siap memfasilitasi dan bekerja sama,” pungkasnya.

Untuk mempererat silaturahmi dan saling mengenal, para peserta melakukan dialog pada sesi diskusi, termasuk perkenalan dari para staff KBRI Roma dan komunitas Hindu di Italia. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan hiburan Tari Puspanjali, Tari Cilinaya, dan Tari Condong persembahan peserta di Bali, serta penampilan Tari Penyembrama secara live oleh Made Putri, di Italia. [USU]

]]> .
KBRI Roma menggelar perayaan Galungan dan Kuningan, Sabtu (24/4). Perayaan tersebut digelar atas kerja sama dengan komunitas Hindu di Italia, dengan mengangkat tema “Simakrama Perayaan Galungan dan Kuningan”. Karena kondisi masih pandemi, perayaan dilakukan secara daring.

Perayaan terdiri dari dua bagian. Pertama, ibadah dan doa bersama komunitas/komunitas Hindu di Italia. Kedua, Simakrama (ramah tamah) dengan masyarakat lainnya. Acara dihadiri sekitar 40 keluarga warga Indonesia dan diaspora Indonesia di Italia dan dari Bali.

Acara ibadah dipimpin pinandita Ida Bagus Sumahendra dari Banten. Sedangkan dharma wacana disampaikan Prof Ida Bagus Yudha Triguna dari Bali. 

Dalam ceramahnya, Prof Ida Bagus menyampaikan mengenai pentingnya cinta, kasih sayang, dan pelayanan tulus ikhlas dalam menjalankan dharma bhakti kepada keluarga, masyarakat, dan negara di mana pun berada. Selain itu, dia juga mengingatkan agar umat Hindu terus berlatih mengendalikan Sadripu, enam musuh hawa nafsu dalam diri manusia, menjaga keharmonisan, dan semangat persatuan. 

“Di Italia, mungkin sukar menemukan pura, dupa, dan perangkat ritual ibadah. Namun saya yakin kita semua tetap dapat menghidupkan pura dan semangat berbuat baik dalam hati kita semua,” ucapnya. 

Acara simakrama dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ketut Sri Wahyuni sebagai wakil komunitas Hindu di Italia menyampaikan terima kasih kepada KBRI Roma dan seluruh pihak atas penyelenggaraan kegiatan yang baru pertama kali dilakukan tersebut. 

“Tentunya kami bangga, saat ini kami bisa merayakan Galungan dan Kuningan secara bersama sama, meskipun dilakukan secara daring (virtual). Dan kita juga senang sekali bisa mempererat semangat persatuan, berkenal dengan warga negara Indonesia lainnya dalam acara ini,” jelasnya.

Dubes RI Roma Esti Andayani dalam sambutan pembukaannya menyatakan, ini adalah acara pertama perayaan Galungan dan Kuningan sekaligus Simakrama (silaturahmi) yang dia ikuti semenjak kedatangannya di Italia pada 2017. “Meskipun dilaksanakan secara daring, saya yakin acara ini dapat semakin memperkuat tali persatuan dan silaturahmi warga negara Indonesia dan diaspora Indonesia,” jelasnya. 

Esti menambahkan, perayaan Galungan dan Kuningan 2021 ini cukup spesial. Sebab, bertepatan dengan pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadan bagi umat Muslim. “Sebagaimana umat Hindu merayakan Galungan dengan memaknai sebagai kemenangan dharma (kebajikan) atas adharma (kebatilan/hawa nafsu), demikian pula rekan-rekan Muslim menjalankan ibadah puasa untuk memenangkan atas hawa nafsu nya.”

Menutup sambutannya, Esti menyatakan pentingnya peran komunitas Hindu dan diaspora Indonesia dalam mendukung pelaksanaan diplomasi KBRI Roma. Upaya diplomasi hanya akan berhasil jika semua bisa saling bersinergi dan saling mendukung. 

“Ada banyak potensi penguatan yang dapat disinergikan dengan komunitas Hindu dan diaspora Indonesia. Misalnya dalam diplomasi budaya, diplomasi ekonomi dan promosi Indonesia di negara akreditasi. Untuk hal ini, KBRI Roma siap memfasilitasi dan bekerja sama,” pungkasnya.

Untuk mempererat silaturahmi dan saling mengenal, para peserta melakukan dialog pada sesi diskusi, termasuk perkenalan dari para staff KBRI Roma dan komunitas Hindu di Italia. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan hiburan Tari Puspanjali, Tari Cilinaya, dan Tari Condong persembahan peserta di Bali, serta penampilan Tari Penyembrama secara live oleh Made Putri, di Italia. [USU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories