KBRI Di Myanmar Digeruduk Demonstran Anti Kudeta Militer .

Gedung Kedutaan Besar Indonesia di Yangon, Selasa (23/2), digeruduk massa anti kudeta Myanmar.

Massa mengepung gedung KBRI Yangon, usai mendengar kabar bahwa Indonesia bersama sejumlah negara anggota ASEAN mendukung pemilihan umum yang diajukan pemerintahan junta militer yang baru saja melakukan kudeta.

Melalui Twitter, seorang jurnalis Al Jazeera yang merupakan eks koresponden Reuters di Myanmar, Hin Zaw, mengunggah sejumlah gambar yang memperlihatkan Kedubes RI di Yangon telah dikepung warga lokal dengan berbagai slogan berbahasa Myanmar.

“Protes telah berlangsung di Kedubes Indonesia di Yangon pagi ini menyusul laporan yang muncul bahwa negara (RI) membujuk negara ASEAN lain untuk mendukung pemilu baru yang diserukan junta militer (yang) ilegal,” cuit Hnin Zaw dalam unggahannya.

Sejumlah foto pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang masih ditahan militer juga turut terpampang dalam demonstrasi tersebut.

“Kami tidak butuh pemilu baru!” seruan para pendemo di depan kedubes. “Kami ingin pemerintah yang telah kami pilih KEMBALI. Hormati suara kami!” bunyi spanduk lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar RI di Yangon belum memberikan jawaban terkait situasi demonstrasi tersebut. Unjuk rasa itu berlangsung setelah laporan muncul bahwa Indonesia tengah meminta dukungan negara ASEAN lain untuk “mendukung pemilu ulang di Myanmar” pasca kudeta militer yang berlangsung di Myanmar pada 1 Februari lalu.

Dikutip Reuters, tiga sumber diplomatik yang mengetahui masalah ini mengatakan, gagasan Indonesia tersebut telah mendapat dukungan kuat sejumlah negara.

Laporan terkait posisi Indonesia itu memicu kecaman dari berbagai pihak terutama di media sosial. Sebagian besar netizen Myanmar mengecam gagasan Indonesia soal pemilu ulang tersebut. [DAY]

]]> .
Gedung Kedutaan Besar Indonesia di Yangon, Selasa (23/2), digeruduk massa anti kudeta Myanmar.

Massa mengepung gedung KBRI Yangon, usai mendengar kabar bahwa Indonesia bersama sejumlah negara anggota ASEAN mendukung pemilihan umum yang diajukan pemerintahan junta militer yang baru saja melakukan kudeta.

Melalui Twitter, seorang jurnalis Al Jazeera yang merupakan eks koresponden Reuters di Myanmar, Hin Zaw, mengunggah sejumlah gambar yang memperlihatkan Kedubes RI di Yangon telah dikepung warga lokal dengan berbagai slogan berbahasa Myanmar.

“Protes telah berlangsung di Kedubes Indonesia di Yangon pagi ini menyusul laporan yang muncul bahwa negara (RI) membujuk negara ASEAN lain untuk mendukung pemilu baru yang diserukan junta militer (yang) ilegal,” cuit Hnin Zaw dalam unggahannya.

Sejumlah foto pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, yang masih ditahan militer juga turut terpampang dalam demonstrasi tersebut.

“Kami tidak butuh pemilu baru!” seruan para pendemo di depan kedubes. “Kami ingin pemerintah yang telah kami pilih KEMBALI. Hormati suara kami!” bunyi spanduk lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, Kedutaan Besar RI di Yangon belum memberikan jawaban terkait situasi demonstrasi tersebut. Unjuk rasa itu berlangsung setelah laporan muncul bahwa Indonesia tengah meminta dukungan negara ASEAN lain untuk “mendukung pemilu ulang di Myanmar” pasca kudeta militer yang berlangsung di Myanmar pada 1 Februari lalu.

Dikutip Reuters, tiga sumber diplomatik yang mengetahui masalah ini mengatakan, gagasan Indonesia tersebut telah mendapat dukungan kuat sejumlah negara.

Laporan terkait posisi Indonesia itu memicu kecaman dari berbagai pihak terutama di media sosial. Sebagian besar netizen Myanmar mengecam gagasan Indonesia soal pemilu ulang tersebut. [DAY]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories