KBRI Den Haag Gemakan Diplomasi Budaya Ke Friends of Indonesia

Budaya Indonesia yang beragam menarik banyak keingintahuan banyak negara, contohnya adalah Belanda.

Menyadari potensi ini, Duta Besar Indonesia untuk Belanda Mayerfas aktif menjaga dan senantiasa melancarkan diplomasi budaya Indonesia di berbagai kesempatan.

Salah satu yang baru saja dilaksanakan adalah dengan melakukan dialog dengan “Friends of Indonesia” (FOI) pada 29 Mei kemarin di Utrecht.

Pertemuan akhir pekan itu hanya diikuti 13 peserta demi memenuhi lrotokol kesehatan Negei Kincir Angin.

Para peserta merupakan alumni program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dan Darmasiswa serta mantan Miss Indonesische 2017 Belanda.

“Bagi saya, meskipun teman-teman adalah warga negara Belanda tapi kecintaan teman-teman pada Indonesia sudah cukup bagi saya untuk memanggil teman-teman sebagai orang Indonesia,” ujar Dubes Mayerfas dalam keterangan resminya, Selasa (1/6).

“Mari bersama kita jaga kesehatan kita, khususnya di masa pandemi dan tetap menjaga kecintaan kita pada Indonesia,” tegasnya.

Pada pertemuan tersebut, para peserta antusias mempraktekkan Bahasa Indonesia yang telah mereka pelajari.

Peserta pertemuan yang hadir hari itu hingga kini masih aktif mempraktikkan bahasa, seni dan budaya Indonesia yang dulu pernah diterima semasa di Indonesia.

Beberapa diantaranya menjadi pengajar gamelan dan batik. Sebagian lainnya menyatakan akan kembali ke Indonesia setelah dimungkinkan untuk menempuh jenjang pendidikan master di beberapa universitas di Indonesia.

Lebih lanjut, mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu mempromosikan nilai-nilai kebudayaan Indonesia baik secara virtual ataupun secara fisik setelah kondisi memungkinkan di Belanda. [DAY]

]]> Budaya Indonesia yang beragam menarik banyak keingintahuan banyak negara, contohnya adalah Belanda.

Menyadari potensi ini, Duta Besar Indonesia untuk Belanda Mayerfas aktif menjaga dan senantiasa melancarkan diplomasi budaya Indonesia di berbagai kesempatan.

Salah satu yang baru saja dilaksanakan adalah dengan melakukan dialog dengan “Friends of Indonesia” (FOI) pada 29 Mei kemarin di Utrecht.

Pertemuan akhir pekan itu hanya diikuti 13 peserta demi memenuhi lrotokol kesehatan Negei Kincir Angin.

Para peserta merupakan alumni program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) dan Darmasiswa serta mantan Miss Indonesische 2017 Belanda.

“Bagi saya, meskipun teman-teman adalah warga negara Belanda tapi kecintaan teman-teman pada Indonesia sudah cukup bagi saya untuk memanggil teman-teman sebagai orang Indonesia,” ujar Dubes Mayerfas dalam keterangan resminya, Selasa (1/6).

“Mari bersama kita jaga kesehatan kita, khususnya di masa pandemi dan tetap menjaga kecintaan kita pada Indonesia,” tegasnya.

Pada pertemuan tersebut, para peserta antusias mempraktekkan Bahasa Indonesia yang telah mereka pelajari.

Peserta pertemuan yang hadir hari itu hingga kini masih aktif mempraktikkan bahasa, seni dan budaya Indonesia yang dulu pernah diterima semasa di Indonesia.

Beberapa diantaranya menjadi pengajar gamelan dan batik. Sebagian lainnya menyatakan akan kembali ke Indonesia setelah dimungkinkan untuk menempuh jenjang pendidikan master di beberapa universitas di Indonesia.

Lebih lanjut, mereka menyatakan kesiapannya untuk membantu mempromosikan nilai-nilai kebudayaan Indonesia baik secara virtual ataupun secara fisik setelah kondisi memungkinkan di Belanda. [DAY]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories