Kata Presiden, Listrik 450 VA Nggak Dihapus

Beberapa hari belakangan muncul isu Pemerintah akan menghapus golongan listrik 450 volt ampere (VA). Namun, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

Akun @sekretariat.kabinet mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang menye­but subsidi untuk daya listrik 450 VA akan tetap ada. Tidak ada penghapusan dan tidak ada pengalihan golongan pelanggan listrik dengan daya 450 VA.

“Presiden pun berharap masyarakat tidak perlu resah menanggapi isu penghapusan dan pengalihan tersebut,” ujar @ sekretariat.kabinet.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir juga memastikan daya listrik 450 VA tidak dihapus, demi melayani yang kurang mampu. “Ada ibu-ibu yang butuh listrik untuk berjualan nasi uduk. Ada bapak-bapak pengrajin tahu dan tempe,” ungkapnya melalui akun @erickthohir.

Akun @ArtOfpol meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang berkeliaran. Terutama sekali, terkait pengalihan daya listrik golongan 450 VA menjadi 900 VA.

“Jadi jangan mudah percaya hoaks ya gaes. Terima kasih pak menteri atas infonya,” katanya.

“Senangnya jadi rakyat Indonesia, bensin dan listrik masih disubsidi Pemerintah,” sambung @VeronikaWahyu1.

Akun @bangsobatakjabuide merasa lega mengetahui kabar penghapusan go­longan listrik 450 VA adalah tidak benar. Menurutnya, subsidi untuk golongan listrik 450 VA sudah tepat. Dia bilang, keputusan tersebut merupakan keputusan yang memihak rakyat kebanyakan.

“Betul! Karena meski pengelola keuangan negara pusing pontang panting, kerahkan aneka ragam jurus demi rumah besar bagi kita tidak ambruk dibebani berlebihan,” timpal @argunawan51.

Akun @JuperrrrLinn_11 mengungkap bahwa kabar penghapusan daya listrik 450 VA berawal dari wakil rakyat. Pemerintah, kata @Erick374584, tidak pernah mengemukakan wacana pengha­pusan daya listrik 450 VA.

“Yang ngomong kan anggota DPR itu yang naik private jet,” ujar @ Erick374584.

Akun @zhymme meminta publik tidak lagi mempermasalahkan daya listrik 450 VA. Dia bilang, berita soal daya listrik 450 VA yang dihapus atau diganti ke 900 VA jangan terus digoreng-goreng.

 

“Presiden Jokowi sudah menegaskan kalau itu tidak benar, tidak ada. Pak @ erickthohir juga menegaskan hal itu,” ungkapnya.

Bahkan, menurut @sandra_hut, PT PLN (Persero) juga memastikan tidak ada penghapusan golongan pelang­gan listrik dengan daya 450 VA. Daya listrik 450 VA juga tidak akan dinaikkan menjadi 900 VA dan tidak ada perubahan tarif listrik.

“Alhamdulillah, matur nuhun pak @ jokowi. Ini ide membawa bencana dari oknum partai @PDI_Perjuangan untuk rakyat kecil. Slogan PDIP “pro rakyat kecil” terlihat pudar dengan ide ini,” ujar @HusinShihab.

Menurut @istidharto, masyarakat akan lebih setuju lagi jika listrik daya 450 VA dinaikkan ke 900 VA. Tapi, dengan tarif listrik tetap daya 450 VA. Kata dia, dengan pertimbangan rakyat kelas menengah ke bawah bisa melakukan usaha rumahan untuk meningkatkan taraf hidup lebih sejahtera.

“Dengan daya tersebut pilihan masyarakat yang tidak mampu untuk tidak hidup hedonis tidak akan memaksakan beli perabotan di atas kekuatan daya listrik di rumahnya. Dengan 450 aja cukup ngapain harus dinaikkan,” ujar @ FahrudinAliA2.

Namun, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana mengungkapkan, PT PLN (Persero) bakal menaikkan daya listrik masyarakat. Supaya, masyarakat bisa menggunakan kompor listrik saat kon­versi LPG 3 kilogram.

Sayangnya, Dadan tidak menjelaskan rincian besaran daya listrik yang akan dinaikkan. “Iya (daya listrik dinaikkan) ini sekaligus supaya kompornya bisa dioperasikan. Tambahan daya dilakukan oleh PLN,” ujar Dadan.

Sebelumnya, Dadan mengatakan, Pemerintah akan mengganti Miniature Circuit Breaker (MCB) meteran listrik pelanggan dengan daya 450 VA agar bisa menggunakan kompor listrik 1.000 watt saat konversi LPG 3 kg. MCB konsumen daya listrik 450 VA nantinya akan diganti menjadi 3.500 watt. [ASI]

]]> Beberapa hari belakangan muncul isu Pemerintah akan menghapus golongan listrik 450 volt ampere (VA). Namun, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar.

Akun @sekretariat.kabinet mengutip pernyataan Presiden Jokowi yang menye­but subsidi untuk daya listrik 450 VA akan tetap ada. Tidak ada penghapusan dan tidak ada pengalihan golongan pelanggan listrik dengan daya 450 VA.

“Presiden pun berharap masyarakat tidak perlu resah menanggapi isu penghapusan dan pengalihan tersebut,” ujar @ sekretariat.kabinet.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir juga memastikan daya listrik 450 VA tidak dihapus, demi melayani yang kurang mampu. “Ada ibu-ibu yang butuh listrik untuk berjualan nasi uduk. Ada bapak-bapak pengrajin tahu dan tempe,” ungkapnya melalui akun @erickthohir.

Akun @ArtOfpol meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan isu-isu yang berkeliaran. Terutama sekali, terkait pengalihan daya listrik golongan 450 VA menjadi 900 VA.

“Jadi jangan mudah percaya hoaks ya gaes. Terima kasih pak menteri atas infonya,” katanya.

“Senangnya jadi rakyat Indonesia, bensin dan listrik masih disubsidi Pemerintah,” sambung @VeronikaWahyu1.

Akun @bangsobatakjabuide merasa lega mengetahui kabar penghapusan go­longan listrik 450 VA adalah tidak benar. Menurutnya, subsidi untuk golongan listrik 450 VA sudah tepat. Dia bilang, keputusan tersebut merupakan keputusan yang memihak rakyat kebanyakan.

“Betul! Karena meski pengelola keuangan negara pusing pontang panting, kerahkan aneka ragam jurus demi rumah besar bagi kita tidak ambruk dibebani berlebihan,” timpal @argunawan51.

Akun @JuperrrrLinn_11 mengungkap bahwa kabar penghapusan daya listrik 450 VA berawal dari wakil rakyat. Pemerintah, kata @Erick374584, tidak pernah mengemukakan wacana pengha­pusan daya listrik 450 VA.

“Yang ngomong kan anggota DPR itu yang naik private jet,” ujar @ Erick374584.

Akun @zhymme meminta publik tidak lagi mempermasalahkan daya listrik 450 VA. Dia bilang, berita soal daya listrik 450 VA yang dihapus atau diganti ke 900 VA jangan terus digoreng-goreng.

 

“Presiden Jokowi sudah menegaskan kalau itu tidak benar, tidak ada. Pak @ erickthohir juga menegaskan hal itu,” ungkapnya.

Bahkan, menurut @sandra_hut, PT PLN (Persero) juga memastikan tidak ada penghapusan golongan pelang­gan listrik dengan daya 450 VA. Daya listrik 450 VA juga tidak akan dinaikkan menjadi 900 VA dan tidak ada perubahan tarif listrik.

“Alhamdulillah, matur nuhun pak @ jokowi. Ini ide membawa bencana dari oknum partai @PDI_Perjuangan untuk rakyat kecil. Slogan PDIP “pro rakyat kecil” terlihat pudar dengan ide ini,” ujar @HusinShihab.

Menurut @istidharto, masyarakat akan lebih setuju lagi jika listrik daya 450 VA dinaikkan ke 900 VA. Tapi, dengan tarif listrik tetap daya 450 VA. Kata dia, dengan pertimbangan rakyat kelas menengah ke bawah bisa melakukan usaha rumahan untuk meningkatkan taraf hidup lebih sejahtera.

“Dengan daya tersebut pilihan masyarakat yang tidak mampu untuk tidak hidup hedonis tidak akan memaksakan beli perabotan di atas kekuatan daya listrik di rumahnya. Dengan 450 aja cukup ngapain harus dinaikkan,” ujar @ FahrudinAliA2.

Namun, Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana mengungkapkan, PT PLN (Persero) bakal menaikkan daya listrik masyarakat. Supaya, masyarakat bisa menggunakan kompor listrik saat kon­versi LPG 3 kilogram.

Sayangnya, Dadan tidak menjelaskan rincian besaran daya listrik yang akan dinaikkan. “Iya (daya listrik dinaikkan) ini sekaligus supaya kompornya bisa dioperasikan. Tambahan daya dilakukan oleh PLN,” ujar Dadan.

Sebelumnya, Dadan mengatakan, Pemerintah akan mengganti Miniature Circuit Breaker (MCB) meteran listrik pelanggan dengan daya 450 VA agar bisa menggunakan kompor listrik 1.000 watt saat konversi LPG 3 kg. MCB konsumen daya listrik 450 VA nantinya akan diganti menjadi 3.500 watt. [ASI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy