Kata Fadjroel, Reshuffle Cuma Mendikbud Dan Menteri Investasi 32 Menteri Bisa Tidur Pulas Nih .

Ada kabar gembira buat para menteri. Kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, reshuffle hanya untuk dua pos menteri saja. Pertama, Menteri Ristek yang digabung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kedua, Menteri Investasi. Artinya, dari 34 menteri yang ada saat ini di kabinet, 32 menteri lainnya bisa tidur nyenyak nih…

Awalnya, Fadjroel mengatakan, isu reshuffle masih di tangan Presiden Jokowi. Belum ada yang mengetahui waktu, apalagi nama menterinya. “Hanya Pak Presiden dan Allah Subhanahu Wata’ala yang tahu,” kata Fadjroel dalam diskusi “Jangan Pegel Nunggu Reshuffle” di Polemik Trijaya, yang disiarkan secara virtual, kemarin.

Selain Fadjroel, hadir juga pada acara tersebut Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi, Politisi PDIP Putra Nababan, Politisi PPP Achmad Baidowi, dan Politisi Gerindra Fadli Zon.

Fadjroel menceritakan, Selasa (20/4) lalu sudah bertemu Jokowi, namun tidak diberi informasi apapun terkait reshuffle. Jokowi hanya berbicara terkait pemindahan ibu kota baru. “Tidak ada sama sekali pembicaraan soal reshuffle,” katanya.

Meski begitu, mantan aktivis 98 itu memberi sedikit bocoran. Menurutnya, reshuffle hanya dilakukan untuk dua kementerian, karena namanya berubah, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Kemendikbud Ristek dan Kementerian Investasi.

“Jadi, hanya ada dua yang kita ketahui sampai hari ini. Mengenai isinya, beliau belum memberi tahu kepada saya. Karena memang itu adalah hak presiden menyampaikannya kepada publik,” cetusnya.

Mengenai adanya kabar Jokowi bertemu dengan sejumlah tokoh menjelang isu reshuffle, Fadjroel mengaku tak bisa menyimpulkan apakah pertemuan tersebut terkait reshuffle atau bukan.

Bagaimana tanggapan partai koalisi soal reshuffle? Politisi PDIP, Putra Nababan menyerahkan sepenuhnya ke Presiden.

Menurutnya, penunjukan menteri merupakan hak prerogratif Presiden. “Ibu (Megawati) selalu menekankan kepada kita, harus menjaga adab dan fatsun,” katanya.

 

Soal posisi Nadiem Makarim yang tengah digoyang sebagai Mendikbud, Putra pasang badan. Menurut anggota Komisi X DPR itu, selama bermitra 1,5 tahun dengan Nadiem, tak ada masalah. “Nyambung-nyambung saja. Dan apa yang dilakukannya itu sangat masuk akal dan sesuai dengan Nawacita,” katanya.

Hanya saja, dia mengakui, Kemendikbud kerap melakukan langkah kontroversi. Menurutnya, hal itu disebabkan jajarannya yang tak mampu melakukan komunikasi politik. “Ini yang selalu saya ingatkan kepada menteri agar birokrasinya betul-betul disolidkan,” kilahnya.

Soal leletnya pengumuman reshuffle, politisi PPP Achmad Baidowi menilai, bukan karena adanya tarik-menarik.

“Kalau dilihat dari kementerian yang belakangan ramai dibicarakan terkait dengan isu reshuffle, itu kan sebenarnya yang menterinya tidak berasal dari partai politik. Kalau menterinya dari partai politik, bolehlah ada kecurigaan tarik menarik untuk kepentingan politik,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan utama isu reshuffle maupun nomenklatur Kementerian Investasi lebih kepada masalah teknis. Di antaranya, penyiapan struktur baru jika memang perubahan di tubuh kabinet akan direalisasikan.

Namun, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi tak yakin Jokowi hanya ingin mengotak-atik dua pos Menteri, Kemendikbud Ristek dan Kementerian Investasi.

Burhan memprediksi, reshuffle kali ini akan digunakan Jokowi untuk bongkar-pasang banyak kementerian. “Karena, semakin dekat dengan 2024, tentu makin sulit buat kabinet baru, anggota menteri baru hasil reshuffle, untuk mengikuti pola,” ujarnya.

Burhanuddin menilai, kehadiran dua kementerian baru itu hanya jadi momentum Jokowi untuk merombak ulang kabinetnya. Jokowi, lanjut Burhan, bisa saja mengevaluasi para menteri yang kinerjanya kurang memuaskan dan menggantinya. [QAR]

]]> .
Ada kabar gembira buat para menteri. Kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, reshuffle hanya untuk dua pos menteri saja. Pertama, Menteri Ristek yang digabung ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kedua, Menteri Investasi. Artinya, dari 34 menteri yang ada saat ini di kabinet, 32 menteri lainnya bisa tidur nyenyak nih…

Awalnya, Fadjroel mengatakan, isu reshuffle masih di tangan Presiden Jokowi. Belum ada yang mengetahui waktu, apalagi nama menterinya. “Hanya Pak Presiden dan Allah Subhanahu Wata’ala yang tahu,” kata Fadjroel dalam diskusi “Jangan Pegel Nunggu Reshuffle” di Polemik Trijaya, yang disiarkan secara virtual, kemarin.

Selain Fadjroel, hadir juga pada acara tersebut Direktur Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi, Politisi PDIP Putra Nababan, Politisi PPP Achmad Baidowi, dan Politisi Gerindra Fadli Zon.

Fadjroel menceritakan, Selasa (20/4) lalu sudah bertemu Jokowi, namun tidak diberi informasi apapun terkait reshuffle. Jokowi hanya berbicara terkait pemindahan ibu kota baru. “Tidak ada sama sekali pembicaraan soal reshuffle,” katanya.

Meski begitu, mantan aktivis 98 itu memberi sedikit bocoran. Menurutnya, reshuffle hanya dilakukan untuk dua kementerian, karena namanya berubah, yaitu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi Kemendikbud Ristek dan Kementerian Investasi.

“Jadi, hanya ada dua yang kita ketahui sampai hari ini. Mengenai isinya, beliau belum memberi tahu kepada saya. Karena memang itu adalah hak presiden menyampaikannya kepada publik,” cetusnya.

Mengenai adanya kabar Jokowi bertemu dengan sejumlah tokoh menjelang isu reshuffle, Fadjroel mengaku tak bisa menyimpulkan apakah pertemuan tersebut terkait reshuffle atau bukan.

Bagaimana tanggapan partai koalisi soal reshuffle? Politisi PDIP, Putra Nababan menyerahkan sepenuhnya ke Presiden.

Menurutnya, penunjukan menteri merupakan hak prerogratif Presiden. “Ibu (Megawati) selalu menekankan kepada kita, harus menjaga adab dan fatsun,” katanya.

 

Soal posisi Nadiem Makarim yang tengah digoyang sebagai Mendikbud, Putra pasang badan. Menurut anggota Komisi X DPR itu, selama bermitra 1,5 tahun dengan Nadiem, tak ada masalah. “Nyambung-nyambung saja. Dan apa yang dilakukannya itu sangat masuk akal dan sesuai dengan Nawacita,” katanya.

Hanya saja, dia mengakui, Kemendikbud kerap melakukan langkah kontroversi. Menurutnya, hal itu disebabkan jajarannya yang tak mampu melakukan komunikasi politik. “Ini yang selalu saya ingatkan kepada menteri agar birokrasinya betul-betul disolidkan,” kilahnya.

Soal leletnya pengumuman reshuffle, politisi PPP Achmad Baidowi menilai, bukan karena adanya tarik-menarik.

“Kalau dilihat dari kementerian yang belakangan ramai dibicarakan terkait dengan isu reshuffle, itu kan sebenarnya yang menterinya tidak berasal dari partai politik. Kalau menterinya dari partai politik, bolehlah ada kecurigaan tarik menarik untuk kepentingan politik,” ujarnya.

Menurutnya, persoalan utama isu reshuffle maupun nomenklatur Kementerian Investasi lebih kepada masalah teknis. Di antaranya, penyiapan struktur baru jika memang perubahan di tubuh kabinet akan direalisasikan.

Namun, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi tak yakin Jokowi hanya ingin mengotak-atik dua pos Menteri, Kemendikbud Ristek dan Kementerian Investasi.

Burhan memprediksi, reshuffle kali ini akan digunakan Jokowi untuk bongkar-pasang banyak kementerian. “Karena, semakin dekat dengan 2024, tentu makin sulit buat kabinet baru, anggota menteri baru hasil reshuffle, untuk mengikuti pola,” ujarnya.

Burhanuddin menilai, kehadiran dua kementerian baru itu hanya jadi momentum Jokowi untuk merombak ulang kabinetnya. Jokowi, lanjut Burhan, bisa saja mengevaluasi para menteri yang kinerjanya kurang memuaskan dan menggantinya. [QAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories