Kasus Suap Tanjungbalai, KPK Periksa Saksi Yang Dicegah Keluar Negeri .

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang saksi dari pihak swasta, Agus Susanto, dalam kasus dugaan suap penghentian perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

Agus akan bersaksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka eks penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju.

“Hari ini (16/6) pemanggilan saksi untuk tersangka SRP, atas nama Agus Susanto (wiraswasta),” ujat Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (16/6).

Agus Susanto adalah satu dari tiga orang yang dicegah KPK keluar negeri terkait perkara ini. Dua lainnya adalah Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado, pihak swasta.

Pelarangan bepergian ke luar tersebut terhitung mulai Rabu (27/4) hingga 6 bulan ke depan. Langkah pencegahan ke luar negeri ini diambil demi kepentingan percepatan pemeriksaan dan menggali bukti-bukti lain.

Dengan begitu, pada saat diperlukan untuk dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, pihak-pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia.

 

Dalam kasus ini, KPK menduga Stepanus bersama pengacara bernama Maskur Husain sepakat membuat komitmen dengan M Syahrial agar penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Stepanus meminta imbalan uang Rp 1,5 miliar. Kemudian, Syahrial menyetujui permintaan Stepanus dan Maskur tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, teman Stepanus dengan total Rp 1,3 miliar.

Sebagian uang tersebut, diberikan Stepanus kepada Maskur secara bertahap, yakni sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta. Selain itu, Maskur juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta.

Sedangkan Stepanus, dari Oktober 2020 sampai April 2021, diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank milik Riefka sebesar Rp 438 juta.

Perkenalan Stepanus dengan Syahrial terjadi setelah keduanya dipertemukan oleh Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di rumah dinasnya. [OKT]

]]> .
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang saksi dari pihak swasta, Agus Susanto, dalam kasus dugaan suap penghentian perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

Agus akan bersaksi untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka eks penyidik KPK asal Polri Stepanus Robin Pattuju.

“Hari ini (16/6) pemanggilan saksi untuk tersangka SRP, atas nama Agus Susanto (wiraswasta),” ujat Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (16/6).

Agus Susanto adalah satu dari tiga orang yang dicegah KPK keluar negeri terkait perkara ini. Dua lainnya adalah Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado, pihak swasta.

Pelarangan bepergian ke luar tersebut terhitung mulai Rabu (27/4) hingga 6 bulan ke depan. Langkah pencegahan ke luar negeri ini diambil demi kepentingan percepatan pemeriksaan dan menggali bukti-bukti lain.

Dengan begitu, pada saat diperlukan untuk dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, pihak-pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia.

 

Dalam kasus ini, KPK menduga Stepanus bersama pengacara bernama Maskur Husain sepakat membuat komitmen dengan M Syahrial agar penyelidikan dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai tidak ditindaklanjuti oleh KPK.

Stepanus meminta imbalan uang Rp 1,5 miliar. Kemudian, Syahrial menyetujui permintaan Stepanus dan Maskur tersebut dengan mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia, teman Stepanus dengan total Rp 1,3 miliar.

Sebagian uang tersebut, diberikan Stepanus kepada Maskur secara bertahap, yakni sebesar Rp 325 juta dan Rp 200 juta. Selain itu, Maskur juga diduga menerima uang dari pihak lain sekitar Rp 200 juta.

Sedangkan Stepanus, dari Oktober 2020 sampai April 2021, diduga menerima uang dari pihak lain melalui transfer rekening bank milik Riefka sebesar Rp 438 juta.

Perkenalan Stepanus dengan Syahrial terjadi setelah keduanya dipertemukan oleh Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di rumah dinasnya. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories