Kasus Suap Bansos, KPK Garap Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto.

Politisi PAN itu, digarap dalam penyidikan kasus suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 Jabodetabek yang menjerat eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka MJS,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Selasa (30/3).

MJS yang dimaksud, adalah Matheus Joko Santoso, eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bansos di Kementerian Sosial (Kemensos).

Ali tidak merinci apa yang akan didalami penyidik dari Yandri. Namun dia menyatakan, seseorang dipanggil sebagai saksi dalam penyelesaian perkara karena ada kebutuhan penyidikan.

“Pihak yang kami panggil dalam pemeriksaan sebagai saksi adalah pihak-pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tersebut sehingga menjadi lebih terang dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini,” tegasnya.

Selain Yandri, penyidik komisi antirasuah juga memanggil dua saksi lainnya. Keduanya adalah notaris bernama Sahat Simanungkalit dan Prospelany. Sama seperti Yandri, keduanya juga digarap sebagai saksi bagi tersangka Matheus Joko Santoso.

Dalam perkara ini, Juliari Batubara disebut menerima suap senilai total Rp 3,2 miliar dari pengusaha Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Suap itu diberikan untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Kemensos. [OKT]

]]> Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini mengagendakan pemeriksaan terhadap Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto.

Politisi PAN itu, digarap dalam penyidikan kasus suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 Jabodetabek yang menjerat eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara sebagai tersangka.

“Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi bagi tersangka MJS,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Selasa (30/3).

MJS yang dimaksud, adalah Matheus Joko Santoso, eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bansos di Kementerian Sosial (Kemensos).

Ali tidak merinci apa yang akan didalami penyidik dari Yandri. Namun dia menyatakan, seseorang dipanggil sebagai saksi dalam penyelesaian perkara karena ada kebutuhan penyidikan.

“Pihak yang kami panggil dalam pemeriksaan sebagai saksi adalah pihak-pihak yang diduga mengetahui rangkaian peristiwa perkara tersebut sehingga menjadi lebih terang dugaan perbuatan para tersangka dalam perkara ini,” tegasnya.

Selain Yandri, penyidik komisi antirasuah juga memanggil dua saksi lainnya. Keduanya adalah notaris bernama Sahat Simanungkalit dan Prospelany. Sama seperti Yandri, keduanya juga digarap sebagai saksi bagi tersangka Matheus Joko Santoso.

Dalam perkara ini, Juliari Batubara disebut menerima suap senilai total Rp 3,2 miliar dari pengusaha Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja. Suap itu diberikan untuk memuluskan penunjukan perusahaan penyedia bansos di Kemensos. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories