Kasus Positif Nanjak 6.115, DKI Jakarta Kembali Ke Puncak

Total kasus terkonfirmasi Covid di Tanah Air, kini sudah menyentuh angka 1.816.041. Atau naik 6.115 kasus dibanding kemarin.

Sebaran 6.115 kasus baru pada Minggu (30/5), dirajai oleh DKI Jakarta dengan angka 1.064. Dibuntuti Jawa Tengah (1.007), Riau (726), Jawa Barat (639), dan Kepulauan Riau (294) dalam 5 besar provinsi penyumbang kasus positif terbanyak.

Ini adalah pertama kalinya Jakarta kembali bertengger di posisi puncak, setelah absen 16 hari sejak 14 Mei 2021. Ketika itu, Jakarta mencatat 632 kasus baru.

Sementara 5 provinsi yang paling sedikit mencatat kasus positif adalah Gorontalo (11), Sulawesi Tenggara (7), Sulawesi Utara (4), Kalimantan Utara (3), dan Papua Barat (2).

Sedangkan provinsi yang melaporkan nol kasus Covid, jumlahnya ada 3. Yakni Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua.

Jumlah kasus baru sebanyak 6.115 itu diperoleh dari hasil uji terhadap 71.017 spesimen (39.784 via PCR, 176 via TCM, 31.057 via antigen) dari 52.132 orang dites (25.414 via PCR, 169 via TCM, 26.549 via antigen).

Sehingga, dapat dihitung nilai positivity rate yang besarnya 11,73 persen. Melebihi 2 kali lipat standar maksimal positivity rate yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang besarnya hanya 5 persen.

Dari total terkonfirmasi, tercatat 101.639 kasus aktif atau pasien dirawat. Bertambah 1.949 kasus dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, hari ini bertambah 4.024. Angka ini mengerek total kasus sembuh menjadi 1.663.998 dengan tingkat kesembuhan 91,63 persen.

Sementara kasus meninggal dunia akibat Covid, naik 142 angka menjadi 50.404, dengan tingkat kematian 2,78 persen.

Sedangkan jumlah kasus suspek pada hari ini, mengalami kenaikan dari 105.085 menjadi 105.518.

Gambaran data-data tersebut, menunjukkan situasi Covid di Tanah Air masih jauh dari aman. Setiap anggota masyarakat berkewajiban menekan laju penyebaran Covid, agar tidak melonjak tinggi hingga menyebabkan layanan kesehatan kolaps.

Protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas) tak boleh dilonggarkan.

Pemerintah pun harus menggencarkan testing, lacak, isolasi dan menggencarkan vaksinasi Covid. Terutama untuk kelompok rentan, seperti lansia. [HES]

]]> Total kasus terkonfirmasi Covid di Tanah Air, kini sudah menyentuh angka 1.816.041. Atau naik 6.115 kasus dibanding kemarin.

Sebaran 6.115 kasus baru pada Minggu (30/5), dirajai oleh DKI Jakarta dengan angka 1.064. Dibuntuti Jawa Tengah (1.007), Riau (726), Jawa Barat (639), dan Kepulauan Riau (294) dalam 5 besar provinsi penyumbang kasus positif terbanyak.

Ini adalah pertama kalinya Jakarta kembali bertengger di posisi puncak, setelah absen 16 hari sejak 14 Mei 2021. Ketika itu, Jakarta mencatat 632 kasus baru.

Sementara 5 provinsi yang paling sedikit mencatat kasus positif adalah Gorontalo (11), Sulawesi Tenggara (7), Sulawesi Utara (4), Kalimantan Utara (3), dan Papua Barat (2).

Sedangkan provinsi yang melaporkan nol kasus Covid, jumlahnya ada 3. Yakni Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua.

Jumlah kasus baru sebanyak 6.115 itu diperoleh dari hasil uji terhadap 71.017 spesimen (39.784 via PCR, 176 via TCM, 31.057 via antigen) dari 52.132 orang dites (25.414 via PCR, 169 via TCM, 26.549 via antigen).

Sehingga, dapat dihitung nilai positivity rate yang besarnya 11,73 persen. Melebihi 2 kali lipat standar maksimal positivity rate yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang besarnya hanya 5 persen.

Dari total terkonfirmasi, tercatat 101.639 kasus aktif atau pasien dirawat. Bertambah 1.949 kasus dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, hari ini bertambah 4.024. Angka ini mengerek total kasus sembuh menjadi 1.663.998 dengan tingkat kesembuhan 91,63 persen.

Sementara kasus meninggal dunia akibat Covid, naik 142 angka menjadi 50.404, dengan tingkat kematian 2,78 persen.

Sedangkan jumlah kasus suspek pada hari ini, mengalami kenaikan dari 105.085 menjadi 105.518.

Gambaran data-data tersebut, menunjukkan situasi Covid di Tanah Air masih jauh dari aman. Setiap anggota masyarakat berkewajiban menekan laju penyebaran Covid, agar tidak melonjak tinggi hingga menyebabkan layanan kesehatan kolaps.

Protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas) tak boleh dilonggarkan.

Pemerintah pun harus menggencarkan testing, lacak, isolasi dan menggencarkan vaksinasi Covid. Terutama untuk kelompok rentan, seperti lansia. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories