Kasus Positif Naik 5.944, Sumbangan Jabar Nyaris 2.000

Penambahan jumlah kasus harian Covid pada Senin (26/4), dilaporkan mencapai angka 5.944. Sehingga, total kasus terkonfirmasi kini tembus ke angka 1.647.138.

Sebaran kasus baru itu didominasi Jawa Barat dengan angka 1.941. Nyaris 2.000. Disusul DKI Jakarta 749, Jawa Tengah 646, Riau 614, dan Jawa Timur 247.

Sementara lima provinsi penyumbang kasus baru paling sedikit adalah Sulawesi Barat dengan angka 6. Diikuti Maluku Utara 5, NTB dan Papua Barat 3, Sulawesi Tenggara 2. Sedangkan Gorontalo, mencatat nol kasus Covid.

Jumlah kasus baru sebanyak 5.944 itu, diperoleh dari hasil tes terhadap 51.878 spesimen (30.213 via PCR, 251 via TCM, dan 21.414 via antigen), dari 36.867 orang (18.367 via PCR, 218 via TCM, 18.282 via antigen).

Dari data tersebut, dapat dihitung nilai positivity rate yang besarnya 16,12 persen. Angka ini melebihi 3 kali lipat standar maksimal positivity rate yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia WHO), yang hanya mentok di angka 5 persen.

Artinya, penularan kasus Covid masih terjadi secara masif di Tanah Air. Kita tak boleh lengah.

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 100.652 kasus aktif. Naik 178 kasus dibanding kemarin. Jumlah kasus suspek, naik dari 67.132 menjadi 68.297.

Untuk kasus sembuh, bertambah 5.589 orang menjadi 1.501.715 dengan tingkat kesembuhan 91,2 persen. Sedangkan total kasus kematian akibat Covid, terkerek 177 angka ke 44.771 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Dalam situasi ini, kita betul-betul tak boleh lengah. Apalagi, hari ini pemerintah mengumumkan 10 kasus mutasi India yang telah terdeteksi di Tanah Air. Empat di antaranya merupakan kasus transmisi lokal, yang terdeteksi di Sumatera (2), Jawa Barat (1), dan Kalimantan Selatan (1).

Karena itu, kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu) adalah suatu keharusan.

Sementara pemerintah, harus terus meningkatkan kapasitas 3T: testing, tracing, dan treatment. Serta menggencarkan vaksinasi.

Jangan sampai situasi buruk menghampiri kita, dan kerja keras penanganan Covid menjadi sia-sia. [HES]

]]> Penambahan jumlah kasus harian Covid pada Senin (26/4), dilaporkan mencapai angka 5.944. Sehingga, total kasus terkonfirmasi kini tembus ke angka 1.647.138.

Sebaran kasus baru itu didominasi Jawa Barat dengan angka 1.941. Nyaris 2.000. Disusul DKI Jakarta 749, Jawa Tengah 646, Riau 614, dan Jawa Timur 247.

Sementara lima provinsi penyumbang kasus baru paling sedikit adalah Sulawesi Barat dengan angka 6. Diikuti Maluku Utara 5, NTB dan Papua Barat 3, Sulawesi Tenggara 2. Sedangkan Gorontalo, mencatat nol kasus Covid.

Jumlah kasus baru sebanyak 5.944 itu, diperoleh dari hasil tes terhadap 51.878 spesimen (30.213 via PCR, 251 via TCM, dan 21.414 via antigen), dari 36.867 orang (18.367 via PCR, 218 via TCM, 18.282 via antigen).

Dari data tersebut, dapat dihitung nilai positivity rate yang besarnya 16,12 persen. Angka ini melebihi 3 kali lipat standar maksimal positivity rate yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia WHO), yang hanya mentok di angka 5 persen.

Artinya, penularan kasus Covid masih terjadi secara masif di Tanah Air. Kita tak boleh lengah.

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 100.652 kasus aktif. Naik 178 kasus dibanding kemarin. Jumlah kasus suspek, naik dari 67.132 menjadi 68.297.

Untuk kasus sembuh, bertambah 5.589 orang menjadi 1.501.715 dengan tingkat kesembuhan 91,2 persen. Sedangkan total kasus kematian akibat Covid, terkerek 177 angka ke 44.771 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Dalam situasi ini, kita betul-betul tak boleh lengah. Apalagi, hari ini pemerintah mengumumkan 10 kasus mutasi India yang telah terdeteksi di Tanah Air. Empat di antaranya merupakan kasus transmisi lokal, yang terdeteksi di Sumatera (2), Jawa Barat (1), dan Kalimantan Selatan (1).

Karena itu, kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu) adalah suatu keharusan.

Sementara pemerintah, harus terus meningkatkan kapasitas 3T: testing, tracing, dan treatment. Serta menggencarkan vaksinasi.

Jangan sampai situasi buruk menghampiri kita, dan kerja keras penanganan Covid menjadi sia-sia. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories