Kasus Positif Naik 4.829, Tertinggi Di Jawa Barat

Total kasus Covid pada Senin (12/4), dilaporkan mencapai angka 1.571.824. Atau naik 4.829 kasus dibanding kemarin.

Mayoritas kasus baru disumbang Jawa Barat dengan angka 1.470. Disusul Jawa Tengah (737), DKI Jakarta (692), Banten (331), dan Jawa Timur (251) dalam lima besar provinsi yang mencatatkan jumlah kasus Covid terbanyak pada Senin (12/4).

Sedangkan 5 provinsi yang paling sedikit menyumbang kasus Covid adalah Bengkulu (6), Jambi (5), Sulawesi Barat (3), serta Sulawesi Utara dan Gorontalo yang masing-masing mencatat 1 kasus Covid.

Sementara Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara mencetak nol kasus Covid.

Jumlah kasus baru sebanyak 4.829, diperoleh dari hasil pengujian terhadap 46.331 spesimen (27.980 via PCR, 347 via tes cepat molekuler (TCM), dan 18.004 via antigen).

Sedangkan total orang dites berjumlah 34.434 (18.336 via PCR, 308 via TCM, dan 15.790 via antigen).

Dari data tersebut, dapat diperoleh nilai positivity rate sebesar 14,02 persen.

Angka ini nyaris 3 kali lipat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menetapkan angka maksimal 5 persen untuk batas tertinggi positivity rate yang ideal.

Artinya, situasi Covid di Tanah Air masih belum aman. Masih terjadi penularan Covid yang masif di tengah masyarakat.

 

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 109.372 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Turun 586 orang dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, dilaporkan bertambah 5.289. Sehingga, totalnya menjadi 1.419.796 dengan tingkat kesembuhan 90,33 persen.

Sementara untuk kasus suspek, angkanya bergeser dari semula 58.965 menjadi 59.915. Sedangkan kasus kematian akibat Covid, bertambah 126 orang menjadi 42.656 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Agar situasi tak semakin bertambah buruk, seluruh lapisan masyarakat harus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu).

Pemerintah pun harus terus menggenjot kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment), dan upaya vaksinasi. [HES]

]]> Total kasus Covid pada Senin (12/4), dilaporkan mencapai angka 1.571.824. Atau naik 4.829 kasus dibanding kemarin.

Mayoritas kasus baru disumbang Jawa Barat dengan angka 1.470. Disusul Jawa Tengah (737), DKI Jakarta (692), Banten (331), dan Jawa Timur (251) dalam lima besar provinsi yang mencatatkan jumlah kasus Covid terbanyak pada Senin (12/4).

Sedangkan 5 provinsi yang paling sedikit menyumbang kasus Covid adalah Bengkulu (6), Jambi (5), Sulawesi Barat (3), serta Sulawesi Utara dan Gorontalo yang masing-masing mencatat 1 kasus Covid.

Sementara Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara mencetak nol kasus Covid.

Jumlah kasus baru sebanyak 4.829, diperoleh dari hasil pengujian terhadap 46.331 spesimen (27.980 via PCR, 347 via tes cepat molekuler (TCM), dan 18.004 via antigen).

Sedangkan total orang dites berjumlah 34.434 (18.336 via PCR, 308 via TCM, dan 15.790 via antigen).

Dari data tersebut, dapat diperoleh nilai positivity rate sebesar 14,02 persen.

Angka ini nyaris 3 kali lipat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menetapkan angka maksimal 5 persen untuk batas tertinggi positivity rate yang ideal.

Artinya, situasi Covid di Tanah Air masih belum aman. Masih terjadi penularan Covid yang masif di tengah masyarakat.

 

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 109.372 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Turun 586 orang dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, dilaporkan bertambah 5.289. Sehingga, totalnya menjadi 1.419.796 dengan tingkat kesembuhan 90,33 persen.

Sementara untuk kasus suspek, angkanya bergeser dari semula 58.965 menjadi 59.915. Sedangkan kasus kematian akibat Covid, bertambah 126 orang menjadi 42.656 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Agar situasi tak semakin bertambah buruk, seluruh lapisan masyarakat harus meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu).

Pemerintah pun harus terus menggenjot kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment), dan upaya vaksinasi. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories