Kasus Positif Naik 4.549, Jawa Barat Jadi Jawara .

Kenaikan jumlah kasus harian Covid pada hari ini, dilaporkan mencapai angka 4.549. Angka ini mengerek total kasus terkonfirmasi menjadi 1.542.516. 

Sebaran 4.549 kasus baru itu didominasi Provinsi Jawa Barat, dengan angka 964. Disusul Jawa Tengah (651), DKI Jakarta (487), Jawa Timur (295), Bali (236), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (233) dalam 5 besar provinsi penyumbang jumlah kasus positif Covid terbanyak pada Selasa (5/4).

Provinsi yang paling banyak sedikit melaporkan jumlah kasus Covid adalah Sulawesi Utara (10), Maluku Utara (8), Nusa Tenggara Barat (7), Gorontalo (7), dan Sulawesi Barat (1).

Jumlah kasus baru sebanyak 4.549 itu diperoleh dari hasil pengujian terhadap 78.042 spesimen (49.011 via PCR, 397 via tes cepat molekuler (TCM), dan 28.634 via antigen).

Sedangkan total orang dites berjumlah 49.759 (24.004 via PCR, 360 via TCM, dan 25.395 via antigen).

Dari data tersebut, dapat diperoleh nilai positivity rate sebesar 9,14 persen. Angka ini nyaris 2 kali lipat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menetapkan angka maksimal 5 persen untuk batas tertinggi positivity rate yang ideal.

Artinya, situasi Covid di Tanah Air masih belum aman. Masih terjadi penularan Covid yang masif di tengah masyarakat.

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 114.566 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Naik 91 orang dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, angkanya mengalami kenaikan sebesar 4.296. Sehingga, totalnya menjadi 1.385.973 dengan tingkat kesembuhan 89,9 persen.

Sementara untuk kasus suspek, angkanya bergeser dari 61.133 menjadi 61.242. Sedangkan kasus kematian akibat Covid, bertambah 162 orang menjadi 41.977 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Dari gambaran data tersebut, dapat disimpulkan bahwa situasi Covid di Tanah Air masih belum aman.

Karena itu, kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu) adalah hal yang tak bisa ditawar.

Di samping itu, pemerintah juga harus terus menggenjot kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment), dan menggencarkan gerakan vaksinasi. [HES]

]]> .
Kenaikan jumlah kasus harian Covid pada hari ini, dilaporkan mencapai angka 4.549. Angka ini mengerek total kasus terkonfirmasi menjadi 1.542.516. 

Sebaran 4.549 kasus baru itu didominasi Provinsi Jawa Barat, dengan angka 964. Disusul Jawa Tengah (651), DKI Jakarta (487), Jawa Timur (295), Bali (236), dan Daerah Istimewa Yogyakarta (233) dalam 5 besar provinsi penyumbang jumlah kasus positif Covid terbanyak pada Selasa (5/4).

Provinsi yang paling banyak sedikit melaporkan jumlah kasus Covid adalah Sulawesi Utara (10), Maluku Utara (8), Nusa Tenggara Barat (7), Gorontalo (7), dan Sulawesi Barat (1).

Jumlah kasus baru sebanyak 4.549 itu diperoleh dari hasil pengujian terhadap 78.042 spesimen (49.011 via PCR, 397 via tes cepat molekuler (TCM), dan 28.634 via antigen).

Sedangkan total orang dites berjumlah 49.759 (24.004 via PCR, 360 via TCM, dan 25.395 via antigen).

Dari data tersebut, dapat diperoleh nilai positivity rate sebesar 9,14 persen. Angka ini nyaris 2 kali lipat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menetapkan angka maksimal 5 persen untuk batas tertinggi positivity rate yang ideal.

Artinya, situasi Covid di Tanah Air masih belum aman. Masih terjadi penularan Covid yang masif di tengah masyarakat.

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 114.566 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Naik 91 orang dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, angkanya mengalami kenaikan sebesar 4.296. Sehingga, totalnya menjadi 1.385.973 dengan tingkat kesembuhan 89,9 persen.

Sementara untuk kasus suspek, angkanya bergeser dari 61.133 menjadi 61.242. Sedangkan kasus kematian akibat Covid, bertambah 162 orang menjadi 41.977 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Dari gambaran data tersebut, dapat disimpulkan bahwa situasi Covid di Tanah Air masih belum aman.

Karena itu, kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu) adalah hal yang tak bisa ditawar.

Di samping itu, pemerintah juga harus terus menggenjot kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment), dan menggencarkan gerakan vaksinasi. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories