Kasus Positif Beranjak Naik, Kasus Kematian Covid Cetak Rekor Tertinggi Kedua

Penambahan jumlah kasus positif Covid pada Minggu (4/4), dilaporkan mencapai 6.731. Sehingga, total jumlah terkonfirmasi menjadi 1.534.255.

Kenaikan jumlah kasus harian ini adalah yang tertinggi dalam sepekan terakhir, setelah penambahan sebanyak 6.142 kasus pada 1 April 2021.

Rata-rata jumlah kasus harian dalam sepekan terakhir, ada di angka 5.453. Dengan kasus terendah sebanyak 4.682 orang, yang dibukukan pada 30 Maret 2021.

Mayoritas kasus baru disumbang Provinsi Banten dengan angka 3.501 (rapelan). Disusul Jakarta (736), Jawa Barat (338), Kalimantan Selatan (257), dan Bali (255) dalam 5 besar provinsi penyumbang jumlah kasus Covid terbanyak pada Minggu (4/4).

Sementara 5 provinsi yang paling sedikit mencatatkan kasus positif adalah Aceh (4), Sulawesi Barat (3), serta Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara yang dilaporkan nihil.

Jumlah kasus baru sebanyak 6.731 itu diperoleh dari hasil pengujian terhadap 36.490 spesimen (21.040 via PCR, 191 via tes cepat molekuler (TCM), dan 15.259 via antigen).

Sedangkan total orang dites berjumlah 33.881 (20.314 via PCR, 116 via TCM, dan 13.451 via antigen). Dari data tersebut, dapat diperoleh nilai positivity rate sebesar 19,87 persen.

Angka ini telah nyaris 4 kali lipat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menetapkan angka maksimal 5 persen untuk batas tertinggi positivity rate yang ideal.

Artinya, situasi Covid di Tanah Air masih belum aman. Masih terjadi penularan Covid yang masif di tengah masyarakat.

 

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 116.709 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Turun 3.359 orang dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, angkanya mengalami kenaikan sebesar 9.663. Sehingga, totalnya menjadi 1.375.877 dengan tingkat kesembuhan 89,4 persen.

Sementara untuk kasus suspek, kini ada di angka 62.290. Sedangkan kasus kematian akibat Covid, bertambah 427 orang menjadi 41.242 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Ini adalah rekor tertinggi kedua, setelah 476 kasus kematian harian yang dicatat pada 28 Januari 2021.

Dari gambaran data tersebut dapat disimpulkan, situasi Covid di Tanah Air, masih sangat jauh dari aman.

Kasus positif yang semula turun, kini mulai beranjak naik. Begitu pula positivity rate, yang menjadi sinyal masifnya penyebaran Covid. Ditambah lagi, kasus mutasi Covid juga sudah terdeteksi.

Tingginya mobilitas warga dalam libur panjang pekan ini, sangat mungkin menyumbang kenaikan jumlah kasus tersebut.

Agar situasi tak bertambah buruk, kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu) adalah hal yang tak bisa ditawar.

Pemerintah pun harus terus menggenjot kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment), dan upaya vaksinasi. [HES]

]]> Penambahan jumlah kasus positif Covid pada Minggu (4/4), dilaporkan mencapai 6.731. Sehingga, total jumlah terkonfirmasi menjadi 1.534.255.

Kenaikan jumlah kasus harian ini adalah yang tertinggi dalam sepekan terakhir, setelah penambahan sebanyak 6.142 kasus pada 1 April 2021.

Rata-rata jumlah kasus harian dalam sepekan terakhir, ada di angka 5.453. Dengan kasus terendah sebanyak 4.682 orang, yang dibukukan pada 30 Maret 2021.

Mayoritas kasus baru disumbang Provinsi Banten dengan angka 3.501 (rapelan). Disusul Jakarta (736), Jawa Barat (338), Kalimantan Selatan (257), dan Bali (255) dalam 5 besar provinsi penyumbang jumlah kasus Covid terbanyak pada Minggu (4/4).

Sementara 5 provinsi yang paling sedikit mencatatkan kasus positif adalah Aceh (4), Sulawesi Barat (3), serta Sulawesi Utara, Maluku, dan Maluku Utara yang dilaporkan nihil.

Jumlah kasus baru sebanyak 6.731 itu diperoleh dari hasil pengujian terhadap 36.490 spesimen (21.040 via PCR, 191 via tes cepat molekuler (TCM), dan 15.259 via antigen).

Sedangkan total orang dites berjumlah 33.881 (20.314 via PCR, 116 via TCM, dan 13.451 via antigen). Dari data tersebut, dapat diperoleh nilai positivity rate sebesar 19,87 persen.

Angka ini telah nyaris 4 kali lipat standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang menetapkan angka maksimal 5 persen untuk batas tertinggi positivity rate yang ideal.

Artinya, situasi Covid di Tanah Air masih belum aman. Masih terjadi penularan Covid yang masif di tengah masyarakat.

 

Dari total kasus terkonfirmasi, tercatat 116.709 kasus aktif atau pasien dalam perawatan. Turun 3.359 orang dibanding kemarin.

Untuk kasus sembuh, angkanya mengalami kenaikan sebesar 9.663. Sehingga, totalnya menjadi 1.375.877 dengan tingkat kesembuhan 89,4 persen.

Sementara untuk kasus suspek, kini ada di angka 62.290. Sedangkan kasus kematian akibat Covid, bertambah 427 orang menjadi 41.242 dengan tingkat kematian 2,7 persen.

Ini adalah rekor tertinggi kedua, setelah 476 kasus kematian harian yang dicatat pada 28 Januari 2021.

Dari gambaran data tersebut dapat disimpulkan, situasi Covid di Tanah Air, masih sangat jauh dari aman.

Kasus positif yang semula turun, kini mulai beranjak naik. Begitu pula positivity rate, yang menjadi sinyal masifnya penyebaran Covid. Ditambah lagi, kasus mutasi Covid juga sudah terdeteksi.

Tingginya mobilitas warga dalam libur panjang pekan ini, sangat mungkin menyumbang kenaikan jumlah kasus tersebut.

Agar situasi tak bertambah buruk, kedisiplinan masyarakat menjalankan protokol kesehatan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas yang tak perlu) adalah hal yang tak bisa ditawar.

Pemerintah pun harus terus menggenjot kapasitas 3T (testing, tracing, dan treatment), dan upaya vaksinasi. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories