Kasus Penyidik KPK Terpapar Rasuah Ketahuan! Ada Rekening Lain Buat Tampung Suap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan ada rekening lain yang digunakan penyidik Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju untuk menampung duit suap.

Rekening Angga Yudistira digunakan untuk menerima transfer dana dari Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Syahrial. Pemilik rekening itu pun diperiksa KPK, bersamaan dengan Riefka Amalia yang rekeningnya juga dipakai Robin menerima rasuah.

“Kedua saksi tersebut dikonfirmasi antara lain terkait dugaan penggunaan rekening bank milikpara saksi oleh tersangka SRP (Stepanus Robin Pattuju) dan MH (Maskur Husain) untuk menerima aliran sejumlah dana,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Ali menolak menjelaskan hubungan Angga dengan Robin maupun Maskur. “Akan dibuka ketika proses persidangan di Pengadilan Tipikor,” elaknya.

Ali juga memastikan KPK tidak pandang bulu dalam menangani perkara ini. Tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru, apabila dalam proses penyidikan ditemukan adanya dua alat bukti permulaan yang cukup.

“KPK memastikan akan tangani perkara ini dengan serius, transparan dan seluruh proses penyidikan dilakukan sesuai aturan hukum berlaku,” tuntasnya.

Dalam kasus ini, Robin diduga menerima suap Rp 1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial. Suap itu bertujuan agar Robin menghentikan perkara dugaan jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai yang diusut KPK.

Suap dari Syahrial diberikan kepada Robin dengan cara transfer ke rekening milik Riefka sebanyak 59 kali. Sementara Angga, belum dijelaskan menerima transfer dari siapa dan berapa kali dia menerima kiriman uang. Termasuk penggunaan uangnya.

 

Perkara ini bermula ketika KPK sedang melakukan penyidikan perkara dugaan jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai. Dalam kasus itu, diduga M Syahrial menjadi sasaran penyidik.

Merasa sedang dibidik KPK, pada Oktober 2020 Syahrial menemui Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Keduanya sama-sama berasal dari partai berlambang Pohon Beringin.

“MS (Syahrial), menyampaikan permasalahan adanya penyelidikan yang sedang dilakukan oleh KPK di Pemerintahan Kota Tanjungbalai,” sebut Ketua KPK Komisaris Jenderal Polisi, Firli Bahuri.

Azis kemudian memerintahkan ajudannya menghubungi Robin meminta supaya datang. Robin meluncur ke rumah dinas Azis di Jakarta Selatan. Azis memperkenalkan Syahrial dengan Robin. Syahril pun mengutarakan keinginan agar perkara yang melibatkan dirinya tidak naik ke penyidikan.

“MS meminta agar SRP dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK,” kata Firli.

Untuk menindaklanjuti permintaan itu, Robin memperkenalkan Syahrial dengan pengacara Maskur Husain. Disepakati biaya Rp 1,5 miliar untuk menyetop pengusutan kasus jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Syahrial kemudian mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali ke rekening milik Riefka Amalia, teman Robin. Rekening ini sudah disiapkan untuk menampung rasuah. Total, Robin sudah menerima Rp 1,3 miliar. Ia membagi Rp 325 juta dan Rp 200 juta untuk Maskur.

Kasus rasuah ini terbongkar. KPK menetapkan Robin, Maskur dan Syahrial sebagai tersangka. Robin dan Maskur lebih dulu dijebloskan ke rutan. Syahrial menyusul dijemput KPK dan diterbangkan ke ibu kota. Usai pemeriksaan, ia dijebloskan ke jeruji besi. [BYU]

]]> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan ada rekening lain yang digunakan penyidik Ajun Komisaris Polisi (AKP) Stepanus Robin Pattuju untuk menampung duit suap.

Rekening Angga Yudistira digunakan untuk menerima transfer dana dari Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Syahrial. Pemilik rekening itu pun diperiksa KPK, bersamaan dengan Riefka Amalia yang rekeningnya juga dipakai Robin menerima rasuah.

“Kedua saksi tersebut dikonfirmasi antara lain terkait dugaan penggunaan rekening bank milikpara saksi oleh tersangka SRP (Stepanus Robin Pattuju) dan MH (Maskur Husain) untuk menerima aliran sejumlah dana,” ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Ali menolak menjelaskan hubungan Angga dengan Robin maupun Maskur. “Akan dibuka ketika proses persidangan di Pengadilan Tipikor,” elaknya.

Ali juga memastikan KPK tidak pandang bulu dalam menangani perkara ini. Tak menutup kemungkinan adanya tersangka baru, apabila dalam proses penyidikan ditemukan adanya dua alat bukti permulaan yang cukup.

“KPK memastikan akan tangani perkara ini dengan serius, transparan dan seluruh proses penyidikan dilakukan sesuai aturan hukum berlaku,” tuntasnya.

Dalam kasus ini, Robin diduga menerima suap Rp 1,3 miliar dari Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial. Suap itu bertujuan agar Robin menghentikan perkara dugaan jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai yang diusut KPK.

Suap dari Syahrial diberikan kepada Robin dengan cara transfer ke rekening milik Riefka sebanyak 59 kali. Sementara Angga, belum dijelaskan menerima transfer dari siapa dan berapa kali dia menerima kiriman uang. Termasuk penggunaan uangnya.

 

Perkara ini bermula ketika KPK sedang melakukan penyidikan perkara dugaan jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai. Dalam kasus itu, diduga M Syahrial menjadi sasaran penyidik.

Merasa sedang dibidik KPK, pada Oktober 2020 Syahrial menemui Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Keduanya sama-sama berasal dari partai berlambang Pohon Beringin.

“MS (Syahrial), menyampaikan permasalahan adanya penyelidikan yang sedang dilakukan oleh KPK di Pemerintahan Kota Tanjungbalai,” sebut Ketua KPK Komisaris Jenderal Polisi, Firli Bahuri.

Azis kemudian memerintahkan ajudannya menghubungi Robin meminta supaya datang. Robin meluncur ke rumah dinas Azis di Jakarta Selatan. Azis memperkenalkan Syahrial dengan Robin. Syahril pun mengutarakan keinginan agar perkara yang melibatkan dirinya tidak naik ke penyidikan.

“MS meminta agar SRP dapat membantu supaya nanti permasalahan penyelidikan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh KPK,” kata Firli.

Untuk menindaklanjuti permintaan itu, Robin memperkenalkan Syahrial dengan pengacara Maskur Husain. Disepakati biaya Rp 1,5 miliar untuk menyetop pengusutan kasus jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Syahrial kemudian mentransfer uang secara bertahap sebanyak 59 kali ke rekening milik Riefka Amalia, teman Robin. Rekening ini sudah disiapkan untuk menampung rasuah. Total, Robin sudah menerima Rp 1,3 miliar. Ia membagi Rp 325 juta dan Rp 200 juta untuk Maskur.

Kasus rasuah ini terbongkar. KPK menetapkan Robin, Maskur dan Syahrial sebagai tersangka. Robin dan Maskur lebih dulu dijebloskan ke rutan. Syahrial menyusul dijemput KPK dan diterbangkan ke ibu kota. Usai pemeriksaan, ia dijebloskan ke jeruji besi. [BYU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories