Kasus Korupsi Pengadaan Tanah, Dirut Sarana Jaya Yoory Pinontoan Tak Penuhi Panggilan KPK .

Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya nonaktif Yoory Corneles Pinontoan tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Yoory diagendakan diperiksa dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Ranggon, Jakarta Timur, tahun 2019.

“Yang bersangkutan memberikan konfirmasi melalui surat tertulis untuk dilakukan penjadwalan ulang pada Kamis (25/3),” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (24/3).

Anak buah Yoory, Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Denan Matulandi Kaligis juga tidak memenuhi panggilan. Ali tidak menjelaskan, kapan pemanggilan ulang akan dilakukan.

Sementara Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtunewe, hadir. “Dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pengadaan dan pembayaran dari pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Ranggon, Jaktim, pada tahun 2019,” beber jubir berlatarbelakang jaksa itu.

Sebelumnya, Anja dipanggil pada Senin (22/3). Namun, dia meminta penjadwalan ulang pada Selasa (23/3). Tapi lagi-lagi, dia tak memenuhi panggilan dan kembali meminta penjadwalan ulang.

KPK tengah menyidik kasus dugaan korupsi pembelian tanah seluas 41.921 meter persegi di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada 2019 lalu.

Berdasarkan informasi, terdapat empat pihak yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Yoory Corneles, Anja Runtunewe, dan pihak swasta bernama Tommy Ardian. Tak hanya itu, KPK juga disebut menetapkan tersangka korporasi, yakni PT Adonara Propertindo. [OKT]

]]> .
Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya nonaktif Yoory Corneles Pinontoan tidak memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Yoory diagendakan diperiksa dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Ranggon, Jakarta Timur, tahun 2019.

“Yang bersangkutan memberikan konfirmasi melalui surat tertulis untuk dilakukan penjadwalan ulang pada Kamis (25/3),” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Rabu (24/3).

Anak buah Yoory, Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Denan Matulandi Kaligis juga tidak memenuhi panggilan. Ali tidak menjelaskan, kapan pemanggilan ulang akan dilakukan.

Sementara Wakil Direktur PT Adonara Propertindo, Anja Runtunewe, hadir. “Dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pengadaan dan pembayaran dari pengadaan tanah di Munjul Kelurahan Pondok Ranggon, Jaktim, pada tahun 2019,” beber jubir berlatarbelakang jaksa itu.

Sebelumnya, Anja dipanggil pada Senin (22/3). Namun, dia meminta penjadwalan ulang pada Selasa (23/3). Tapi lagi-lagi, dia tak memenuhi panggilan dan kembali meminta penjadwalan ulang.

KPK tengah menyidik kasus dugaan korupsi pembelian tanah seluas 41.921 meter persegi di kawasan Munjul, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, pada 2019 lalu.

Berdasarkan informasi, terdapat empat pihak yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Yoory Corneles, Anja Runtunewe, dan pihak swasta bernama Tommy Ardian. Tak hanya itu, KPK juga disebut menetapkan tersangka korporasi, yakni PT Adonara Propertindo. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories