Kasus Korupsi Pembelian Tanah Munjul KPK Dorong Terdakwa Laporin Notaris Penilep Uang Muka..

Komisi Pemberantasan Korupi (KPK) terus mengupayakan pengembalian uang muka pembelian tanah Munjul yang ditilep notaris Yurisca Lady Enggraeni.

LEMBAGA antirasuah mendorong terdakwa Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene agar melaporkan Yurisca ke polisi dengan tuduhan penggelapan. Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan upaya itu dilakukan karena Yurisca belum mengembalikan uang yang ditilepnya.

Padahal, KPK telah memberikan tenggat waktu hingga sidang pembacaan tuntutan perkara Anja. Namun hingga batas waktu itu terlewati, Yurisca belum mengembalikan uang dianggap sebagai barang bukti perkara. “Sejauh ini masih dikoordinasikan lebih lanjut,” kata Ali.

Sebelumnya, Yurisca berjanji akan mengembalikan uang itu kepada KPK. Pengembalian untuk mengurangi uang pengganti yang harus dibayar Anja dalam perkara korupsi pengadaan tanah di Munjul. Ali mengatakan Anja yang berhak melaporkan Yurisca atas penggelepan ini.

Lantaran Yurisca ditunjuk sebagai notaris yang mengurus jual beli tanah di Munjul, antara PT Adonara dengan Kongregasi Suster-suster Carolus Borromeus (Kongregasi Suster CB). Sejauh ini, menurut Ali, belum ada upaya Yurisca untuk kabur. “Yang bersangkutan kooperatif akan mengembalikannya kepada negara melalui KPK,” nilainya.

Dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Yurisca mengaku memakai diam-diam uang yang mestinya diserahkan kepada Anja Runtuwene. Uang senilai Rp 10 miliar itu merupakan down payment (DP) yang telah diserahkan PT Adonara Propertindo kepada Kongregasi Suster CB, selaku pemilik tanah seluas 41.921 meter persegi di daerah Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Tanah itu awalnya dibeli PT Adonara Propertindo untuk dijual lagi kepada Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya. Rencananya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggunakannya sebagai lahan hunian rumah DP 0 rupiah. Namun di tengah jalan, pihak Kongregasi Suster CB membatalkan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) dan mengembalikan uang muka tersebut melalui Yurisca.

Alasannya, Anja menunggak pelunasan hingga satu tahun. Begitu menerima uang dari Kongregasi Suster CB, Yurisca sempat mengembalikan uang Rp 10 miliar tersebut kepada Anja. Namun oleh Anja dikembalikan lagi agar proses jual beli tetap terlaksana.

 

Yurisca mengatakan, tanah milik Kongregasi Suster CB tetap harus dibeli PT Adonara Propertindo, lantaran Perumda Sarana Jaya telah melakukan pembayaran tanah tersebut melalui Anja. Yurisca justru menggunakan uang itu untuk keperluan pribadinya. Di antaranya untuk membayar cicilan kartu kredit maupun membeli sejumlah barang mewah.

Jaksa KPK mengultimatum Yurisca agar mengembalikan uang tersebut sebelum sidang tuntutan perkara tanah Munjul. Sidang tuntutan perkara Anja digelar pada 10 Februari 2022. Jaksa KPK menuntut Anja dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 2 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 35 miliar.

Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho mengatakan, uang Rp 10 miliar yang digelapkan Yurisca sebenarnya terbagi dua sumber. Pertama Rp 5 miliar berasal dari kocek pribadi Anja Runtuwene dan sisanya berasal dari Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Ferdian menegaskan, pihaknya hanya fokus menagih uang Rp 5 miliar yang bersumber dari Sarana Jaya dan diperhitungkan sebagai pengurang beban uang pengganti.

Sementara sisa uangnya, diserahkan langsung kepada Anja, bagaimana mekanisme penyelesaiannya dengan Yurisca. “Dari Rp 5 miliar yang dari Sarana Jaya yang harus dikembalikan oleh Yurisca, yang bersangkutan sudah kembalikan sekitar Rp 3 miliar. Jadi kurang Rp 2 miliar lagi,” kata Ferdian.

Dalam kasus ini, Anja didakwa telah merugikan negara sebanyak Rp 152,5 miliar dalam proyek pengadaan tanah di daerah Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur seluas 41.921 meter persegi. Perbuatan korupsi ini dilakukan bersama-sama suaminya Rudy Hartono Iskandar, Tommy Adrian dan PT Adonara selaku tersangka korporasi.

PT Adonara melalui Anja membeli tanah dari Kongregasi Suster-CB sebesar Rp 2,5 juta per meter persegi. Kemudian di hadapan Yurisca, Anja melakukan Pengikatan Jual Beli (PJB) dengan Kongregasi Suster CB. Anja lalu membayar uang muka (DP) Rp 5 miliar dengan uang pribadinya.

Tanah itu kemudian dijual kepada Sarana Jaya dengan harga Rp 5,2 juta untuk dibangun Rumah DP 0 Rupiah. Sarana Jaya melakukan pembayaran tahap pertama kepada PT Adonara senilai Rp 152,4 miliar. Anja kemudian menggunakan uang itu Rp 5 miliar untuk menambah uang muka pembelian tanah kepada Kongregasi Suster CB.

Setelah ditelusuri tim penilai, ternyata lokasi tanah yang dibeli Sarana Jaya berada di zona hijau. Juga tidak dalam satu hamparan dan akses masuknya sempit. Sehingga tanah tersebut tidak cocok untuk dijadikan lahan Rumah DP 0 Rupiah.

Lantaran tidak kunjung menerima pelunasan dari Anja, Kongregasi Suster CB membatalkan perjanjian jual beli tanah pada Oktober 2020. Uang muka Rp 10 miliar dikembalikan kepada Anja lewat notaris Yurisca. Semua dokumen yang telah diserahkan kepada notaris telah dikembalikan kepada Kongregasi Suster CB. [BYU]

]]> Komisi Pemberantasan Korupi (KPK) terus mengupayakan pengembalian uang muka pembelian tanah Munjul yang ditilep notaris Yurisca Lady Enggraeni.

LEMBAGA antirasuah mendorong terdakwa Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene agar melaporkan Yurisca ke polisi dengan tuduhan penggelapan. Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan upaya itu dilakukan karena Yurisca belum mengembalikan uang yang ditilepnya.

Padahal, KPK telah memberikan tenggat waktu hingga sidang pembacaan tuntutan perkara Anja. Namun hingga batas waktu itu terlewati, Yurisca belum mengembalikan uang dianggap sebagai barang bukti perkara. “Sejauh ini masih dikoordinasikan lebih lanjut,” kata Ali.

Sebelumnya, Yurisca berjanji akan mengembalikan uang itu kepada KPK. Pengembalian untuk mengurangi uang pengganti yang harus dibayar Anja dalam perkara korupsi pengadaan tanah di Munjul. Ali mengatakan Anja yang berhak melaporkan Yurisca atas penggelepan ini.

Lantaran Yurisca ditunjuk sebagai notaris yang mengurus jual beli tanah di Munjul, antara PT Adonara dengan Kongregasi Suster-suster Carolus Borromeus (Kongregasi Suster CB). Sejauh ini, menurut Ali, belum ada upaya Yurisca untuk kabur. “Yang bersangkutan kooperatif akan mengembalikannya kepada negara melalui KPK,” nilainya.

Dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Yurisca mengaku memakai diam-diam uang yang mestinya diserahkan kepada Anja Runtuwene. Uang senilai Rp 10 miliar itu merupakan down payment (DP) yang telah diserahkan PT Adonara Propertindo kepada Kongregasi Suster CB, selaku pemilik tanah seluas 41.921 meter persegi di daerah Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur.

Tanah itu awalnya dibeli PT Adonara Propertindo untuk dijual lagi kepada Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya. Rencananya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggunakannya sebagai lahan hunian rumah DP 0 rupiah. Namun di tengah jalan, pihak Kongregasi Suster CB membatalkan perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) dan mengembalikan uang muka tersebut melalui Yurisca.

Alasannya, Anja menunggak pelunasan hingga satu tahun. Begitu menerima uang dari Kongregasi Suster CB, Yurisca sempat mengembalikan uang Rp 10 miliar tersebut kepada Anja. Namun oleh Anja dikembalikan lagi agar proses jual beli tetap terlaksana.

 

Yurisca mengatakan, tanah milik Kongregasi Suster CB tetap harus dibeli PT Adonara Propertindo, lantaran Perumda Sarana Jaya telah melakukan pembayaran tanah tersebut melalui Anja. Yurisca justru menggunakan uang itu untuk keperluan pribadinya. Di antaranya untuk membayar cicilan kartu kredit maupun membeli sejumlah barang mewah.

Jaksa KPK mengultimatum Yurisca agar mengembalikan uang tersebut sebelum sidang tuntutan perkara tanah Munjul. Sidang tuntutan perkara Anja digelar pada 10 Februari 2022. Jaksa KPK menuntut Anja dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 2 bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp 35 miliar.

Jaksa KPK Ferdian Adi Nugroho mengatakan, uang Rp 10 miliar yang digelapkan Yurisca sebenarnya terbagi dua sumber. Pertama Rp 5 miliar berasal dari kocek pribadi Anja Runtuwene dan sisanya berasal dari Perumda Pembangunan Sarana Jaya. Ferdian menegaskan, pihaknya hanya fokus menagih uang Rp 5 miliar yang bersumber dari Sarana Jaya dan diperhitungkan sebagai pengurang beban uang pengganti.

Sementara sisa uangnya, diserahkan langsung kepada Anja, bagaimana mekanisme penyelesaiannya dengan Yurisca. “Dari Rp 5 miliar yang dari Sarana Jaya yang harus dikembalikan oleh Yurisca, yang bersangkutan sudah kembalikan sekitar Rp 3 miliar. Jadi kurang Rp 2 miliar lagi,” kata Ferdian.

Dalam kasus ini, Anja didakwa telah merugikan negara sebanyak Rp 152,5 miliar dalam proyek pengadaan tanah di daerah Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur seluas 41.921 meter persegi. Perbuatan korupsi ini dilakukan bersama-sama suaminya Rudy Hartono Iskandar, Tommy Adrian dan PT Adonara selaku tersangka korporasi.

PT Adonara melalui Anja membeli tanah dari Kongregasi Suster-CB sebesar Rp 2,5 juta per meter persegi. Kemudian di hadapan Yurisca, Anja melakukan Pengikatan Jual Beli (PJB) dengan Kongregasi Suster CB. Anja lalu membayar uang muka (DP) Rp 5 miliar dengan uang pribadinya.

Tanah itu kemudian dijual kepada Sarana Jaya dengan harga Rp 5,2 juta untuk dibangun Rumah DP 0 Rupiah. Sarana Jaya melakukan pembayaran tahap pertama kepada PT Adonara senilai Rp 152,4 miliar. Anja kemudian menggunakan uang itu Rp 5 miliar untuk menambah uang muka pembelian tanah kepada Kongregasi Suster CB.

Setelah ditelusuri tim penilai, ternyata lokasi tanah yang dibeli Sarana Jaya berada di zona hijau. Juga tidak dalam satu hamparan dan akses masuknya sempit. Sehingga tanah tersebut tidak cocok untuk dijadikan lahan Rumah DP 0 Rupiah.

Lantaran tidak kunjung menerima pelunasan dari Anja, Kongregasi Suster CB membatalkan perjanjian jual beli tanah pada Oktober 2020. Uang muka Rp 10 miliar dikembalikan kepada Anja lewat notaris Yurisca. Semua dokumen yang telah diserahkan kepada notaris telah dikembalikan kepada Kongregasi Suster CB. [BYU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories