Kasus Korupsi Pembangunan Stadion Mandala Krida, KPK Geledah 2 Perusahaan .

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor PT DMI Cabang Yogyakarta dan PT Arsigraphi, di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (18/2).

Penggeledahan dilakukan terkait penyidikan kasus korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida APBD TA 2016-2017 di Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Dari dua lokasi tersebut, tim penyidik menemukan berbagai barang bukti di antaranya dokumen yang terkait dengan perkara,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Jumat (19/2).

Berbagai barang bukti tersebut selanjutnya akan dianalisa dan diverifikasi untuk mendapatkan izin penyitaan sebagai bagian dari kelengkapan berkas penyidikan.

Sebelumnya, pada Rabu (17/2), tim penyidik komisi antirasuah juga telah mengamankan berbagai dokumen dari penggeledahan di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY dan Badan Pemuda dan Olahraga DIY.

Penyidikan kasus dugaan korupsi ini sebelumnya diumumkan KPK, akhir November 2020. Meski begitu, KPK belum bisa memberikan informasi lebih spesifik. Sebab, penyidik komisi antirasuah masih melakukan serangkaian kegiatan penyidikan.

“Untuk pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum bisa kami sampaikan saat ini,” imbuh Ali, Senin (23/11/2020).

Pengumuman penetapan tersangka akan dilakukan bersamaan dengan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka.

“Setiap perkembangan perkara ini pasti akan kami sampaikan kepada publik secara transparan dan akuntabel sebagaimana amanat UU KPK,” janjinya. [OKT]

]]> .
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor PT DMI Cabang Yogyakarta dan PT Arsigraphi, di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Kamis (18/2).

Penggeledahan dilakukan terkait penyidikan kasus korupsi pembangunan Stadion Mandala Krida APBD TA 2016-2017 di Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Dari dua lokasi tersebut, tim penyidik menemukan berbagai barang bukti di antaranya dokumen yang terkait dengan perkara,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Jumat (19/2).

Berbagai barang bukti tersebut selanjutnya akan dianalisa dan diverifikasi untuk mendapatkan izin penyitaan sebagai bagian dari kelengkapan berkas penyidikan.

Sebelumnya, pada Rabu (17/2), tim penyidik komisi antirasuah juga telah mengamankan berbagai dokumen dari penggeledahan di kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY dan Badan Pemuda dan Olahraga DIY.

Penyidikan kasus dugaan korupsi ini sebelumnya diumumkan KPK, akhir November 2020. Meski begitu, KPK belum bisa memberikan informasi lebih spesifik. Sebab, penyidik komisi antirasuah masih melakukan serangkaian kegiatan penyidikan.

“Untuk pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka belum bisa kami sampaikan saat ini,” imbuh Ali, Senin (23/11/2020).

Pengumuman penetapan tersangka akan dilakukan bersamaan dengan upaya paksa penangkapan atau penahanan para tersangka.

“Setiap perkembangan perkara ini pasti akan kami sampaikan kepada publik secara transparan dan akuntabel sebagaimana amanat UU KPK,” janjinya. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories