Kasus Korupsi Dinsos Bandung Barat, KPK Garap Bos PT Karya Bina Mitra

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima saksi dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid-19 pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020.

Kelimanya adalah Direktur PT Karya Bina Mitra, Ricky Widyanto; Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid Agung Ash-Shiddiq Kab. Bandung Barat, Asep Haedar; (Kasi Perencanaan dan Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR, Dony Tumpak Hutajulu; Ricky Suryadi, swasta; dan ibu rumah tangga, Rini Dewi Mulyani.

“Bertempat di Kantor Pemkab Bandung Barat, hari ini tim penyidik mengagendakan pemanggilan saksi-saksi tersebut untuk tersangka AUM (Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna) dkk,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding lewat pesan singkat, Jumat (9/7).

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Aa Umbara bersama anaknya, Andri Wibawa dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan sebagai tersangka.

KPK menduga Aa Umbara menerima Rp 1 miliar atas pengadaan barang tanggap darurat Covid-19 ini. Sementara Andri Wibawa disebut menerima keuntungan sebesar Rp 2,7 miliar dan Totoh Gunawan menerima keuntungan Rp 2 miliar. [OKT]

]]> Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima saksi dalam penyidikan kasus korupsi pengadaan barang tanggap darurat bencana Pandemi Covid-19 pada Dinsos Pemkab Kabupaten Bandung Barat tahun 2020.

Kelimanya adalah Direktur PT Karya Bina Mitra, Ricky Widyanto; Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid Agung Ash-Shiddiq Kab. Bandung Barat, Asep Haedar; (Kasi Perencanaan dan Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR, Dony Tumpak Hutajulu; Ricky Suryadi, swasta; dan ibu rumah tangga, Rini Dewi Mulyani.

“Bertempat di Kantor Pemkab Bandung Barat, hari ini tim penyidik mengagendakan pemanggilan saksi-saksi tersebut untuk tersangka AUM (Bupati nonaktif Bandung Barat Aa Umbara Sutisna) dkk,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding lewat pesan singkat, Jumat (9/7).

Dalam perkara ini, KPK menetapkan Aa Umbara bersama anaknya, Andri Wibawa dan pemilik PT Jagat Dir Gantara (JDG) dan CV Sentral Sayuran Garden City Lembang (SSGCL) M Totoh Gunawan sebagai tersangka.

KPK menduga Aa Umbara menerima Rp 1 miliar atas pengadaan barang tanggap darurat Covid-19 ini. Sementara Andri Wibawa disebut menerima keuntungan sebesar Rp 2,7 miliar dan Totoh Gunawan menerima keuntungan Rp 2 miliar. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories