Kasus Korupsi Bansos Covid KPK Blokir Rekening Istri Pejabat Kemensos

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memeriksa istri Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso.

Elfrida Gusti Gultom dikorek mengenai kekayaan keluarganya yang diduga dari hasil korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) Covid-19.

“Kepada saksi dilakukan penyitaan berbagai dokumen yang terkait dengan perkara,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Dokumen yang disita, di antaranya buku rekening Elfrida yang menampung uang hasil korupsi. Rekening itu telah diblokir.

Matheus terjaring dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus suap penyaluran bansos Covid. Bersama PPK lainnya Adi Wahyono dan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Juliari diduga menerima suap dari Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke. Penerimaan rasuah melalui Matheus dan Adi.

Juliari menerima uang Rp 17 miliar dari penyaluran bansos sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama, diduga ia menerima Rp 12 miliar. Uang diberikan secara tunai Rp 8,2 miliar dari Matheus dan Adi.

Uang itu kemudian dikelola Eko dan Shelvy, orang kepercayaan Juliari. Dipakai untuk membayar keperluan pribadi.

Pada periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul rasuah Rp 8,8 miliar. Juga digunakan untuk keperluan Juliari.

Dalam setiap paket bansos yang disalurkan ke masyarakat, Matheus dan Adi menetapkan jatah Rp 10 ribu untuk Juliari. Setiap paket ditetapkan bernilai Rp 300 ribu.

 

Kini, KPK membuka penyelidikan baru untuk membidik pihak lain yang diduga ikut terlibat.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Inspektur Jenderal Polisi Karyoto mengatakan, penyidik mendalami bagaimana proses awal pengadaan bansos tersebut, siapa saja yang melaksanakannya, dan juga soal kewajaran harganya.

“Semua hasil laporan penyidikan yang sudah ada yang kira-kira mengarah terhadap tersangka baru, kita kembalikan ke penyelidikan dulu,” katanya.

Menurutnya, informasi-informasi yang telah didapat selama proses penyidikan dan juga termasuk dari rekonstruksi yang telah digelar pada Senin, 1 Februari 2021.

Dalam rekonstruksi kasus ini terdapat 10 agenda yang memperagakan proses pemberian suap.

Misalnya, adegan 4 kejadian pada Mei 2020 di ruangan Kasubdit Penanganan Korban Bencana Sosial Politik Kemensos sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Matheus Joko Santoso di lantai 3 Gedung Kemensos. Diperagakan pemberian uang tahap pertama sebesar Rp 100 juta.

Pemberian itu berasal dari tersangka Harry yang disaksikan Direktur Utama PT Hamonangan Mandala Sude, Rangga Derana Niode dan Direktur Utama PT Agri Tekh Sejahtera, Lucky Felian.

Selanjutnya adegan 5 masih kejadian Mei 2020. Juga di ruangan Matheus Joko. Diperagakan pemberian uang tahap ketiga Rp 100 juta.

Dalam rekonstruksi ini juga diperagakan agenda Agustri Yogasmara alias Yogas, operator anggota DPR Ikhsan Yunus menerima uang Rp 1,532 miliardan dua sepeda Brompton dari Harry.

Rekonstruksi ini, menurut Karyoto, akan digunakan jaksa penuntut umum KPK keperluan persidangan. Perkara Iskandar Maddanatja mulai diadili pada Rabu, 24 Februari 2021 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

“Pada prinsipnya, rekonstruksi itu untuk JPU menambah ‘amunisi’ di persidangan nanti,” kata Karyoto. [BYU]

]]> Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut memeriksa istri Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial Matheus Joko Santoso.

Elfrida Gusti Gultom dikorek mengenai kekayaan keluarganya yang diduga dari hasil korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) Covid-19.

“Kepada saksi dilakukan penyitaan berbagai dokumen yang terkait dengan perkara,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Dokumen yang disita, di antaranya buku rekening Elfrida yang menampung uang hasil korupsi. Rekening itu telah diblokir.

Matheus terjaring dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK. Ia kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus suap penyaluran bansos Covid. Bersama PPK lainnya Adi Wahyono dan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Juliari diduga menerima suap dari Ardian Iskandar Maddanatja dan Harry Van Sidabukke. Penerimaan rasuah melalui Matheus dan Adi.

Juliari menerima uang Rp 17 miliar dari penyaluran bansos sembako untuk masyarakat terdampak Covid-19 di wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama, diduga ia menerima Rp 12 miliar. Uang diberikan secara tunai Rp 8,2 miliar dari Matheus dan Adi.

Uang itu kemudian dikelola Eko dan Shelvy, orang kepercayaan Juliari. Dipakai untuk membayar keperluan pribadi.

Pada periode kedua pelaksanaan paket bansos sembako, terkumpul rasuah Rp 8,8 miliar. Juga digunakan untuk keperluan Juliari.

Dalam setiap paket bansos yang disalurkan ke masyarakat, Matheus dan Adi menetapkan jatah Rp 10 ribu untuk Juliari. Setiap paket ditetapkan bernilai Rp 300 ribu.

 

Kini, KPK membuka penyelidikan baru untuk membidik pihak lain yang diduga ikut terlibat.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Inspektur Jenderal Polisi Karyoto mengatakan, penyidik mendalami bagaimana proses awal pengadaan bansos tersebut, siapa saja yang melaksanakannya, dan juga soal kewajaran harganya.

“Semua hasil laporan penyidikan yang sudah ada yang kira-kira mengarah terhadap tersangka baru, kita kembalikan ke penyelidikan dulu,” katanya.

Menurutnya, informasi-informasi yang telah didapat selama proses penyidikan dan juga termasuk dari rekonstruksi yang telah digelar pada Senin, 1 Februari 2021.

Dalam rekonstruksi kasus ini terdapat 10 agenda yang memperagakan proses pemberian suap.

Misalnya, adegan 4 kejadian pada Mei 2020 di ruangan Kasubdit Penanganan Korban Bencana Sosial Politik Kemensos sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Matheus Joko Santoso di lantai 3 Gedung Kemensos. Diperagakan pemberian uang tahap pertama sebesar Rp 100 juta.

Pemberian itu berasal dari tersangka Harry yang disaksikan Direktur Utama PT Hamonangan Mandala Sude, Rangga Derana Niode dan Direktur Utama PT Agri Tekh Sejahtera, Lucky Felian.

Selanjutnya adegan 5 masih kejadian Mei 2020. Juga di ruangan Matheus Joko. Diperagakan pemberian uang tahap ketiga Rp 100 juta.

Dalam rekonstruksi ini juga diperagakan agenda Agustri Yogasmara alias Yogas, operator anggota DPR Ikhsan Yunus menerima uang Rp 1,532 miliardan dua sepeda Brompton dari Harry.

Rekonstruksi ini, menurut Karyoto, akan digunakan jaksa penuntut umum KPK keperluan persidangan. Perkara Iskandar Maddanatja mulai diadili pada Rabu, 24 Februari 2021 di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

“Pada prinsipnya, rekonstruksi itu untuk JPU menambah ‘amunisi’ di persidangan nanti,” kata Karyoto. [BYU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories