Kasus Harian Masih Di Atas 5.000, Malaysia Perpanjang Lockdown Hingga 28 Juni .

Pemerintah Malaysia akhirnya memutuskan untuk memperpanjang lockdown selama 2 pekan, hingga 28 Juni mendatang. Karena jumlah kasus harian di negara tersebut masih di atas angka 5.000.

Keputusan yang diambil berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan itu, diumumkan langsung oleh Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob, Jumat (11/6).

“Lockdown terpaksa kami perpanjang, karena jumlah kasus harian masih di atas 5.000,” kata Ismail Sabri.

Berbagai aturan dalam periode lockdown 1-14 Juni seperti larangan bepergian antar negara bagian, pembatasan aktivitas sosial, dan pengurangan jumlah pekerja yang bekerja dari kantor, dipastikan tetap berlaku.

“Saya berharap, tidak ada lagi kerancuan dalam menjalankan protokol kesehatan sesuai standar operasional prosedur (SOP),” kata Ismail Sabri.

Lockdown periode 1-14 Juni yang hanya memungkinkan 17 sektor ekonomi untuk beroperasi, gagal mengekang gelombang virus Corona terburuk di Malaysia.

Layanan kesehatan publik dan swasta habis-habisan digempur lonjakan kasus aktif.

Mei 2021 menjadi bulan terkelam dalam penanganan Covid di Malaysia, dengan jumlah angka kematian melebihi 1/3 dari total 3.768 kasus kematian.

Pada Jumat (11/6), Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan jumlah kasus harian sebanyak 6.849. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di pekan ini.

Sehingga, total kasus terkonfirmasi menjadi 646.411, dengan 912 orang menghuni ruang ICU.

Kecepatan Vaksinasi Terus Ditingkatkan

Sempat lambat di masa awal, pemerintah Malaysia terus mempercepat laju vaksinasi di negaranya. Saat ini, lebih dari 2,8 juta orang, atau hampir 12 persen dari populasi orang dewasa, telah menerima satu dosis vaksin.

Kamis (10/6) kemarin, 157.949 orang telah menerima suntikan vaksin.

“Pada Juli mendatang, kecepatannya akan kami tingkatkan menjadi 200 hingga 250 ribu, dan kemudian mencapai 300 hingga 400 ribu setiap hari,” kata Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Jumat (11/6).

Untuk mencapai target 80 persen penduduk divaksin, Malaysia perlu melakukan penyuntikan 200 ribu dosis setiap hari. Sejauh ini, 54 persen warga sudah menunjukkan minatnya. [HES]

 

 

]]> .
Pemerintah Malaysia akhirnya memutuskan untuk memperpanjang lockdown selama 2 pekan, hingga 28 Juni mendatang. Karena jumlah kasus harian di negara tersebut masih di atas angka 5.000.

Keputusan yang diambil berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Kesehatan itu, diumumkan langsung oleh Menteri Senior Keamanan Ismail Sabri Yaakob, Jumat (11/6).

“Lockdown terpaksa kami perpanjang, karena jumlah kasus harian masih di atas 5.000,” kata Ismail Sabri.

Berbagai aturan dalam periode lockdown 1-14 Juni seperti larangan bepergian antar negara bagian, pembatasan aktivitas sosial, dan pengurangan jumlah pekerja yang bekerja dari kantor, dipastikan tetap berlaku.

“Saya berharap, tidak ada lagi kerancuan dalam menjalankan protokol kesehatan sesuai standar operasional prosedur (SOP),” kata Ismail Sabri.

Lockdown periode 1-14 Juni yang hanya memungkinkan 17 sektor ekonomi untuk beroperasi, gagal mengekang gelombang virus Corona terburuk di Malaysia.

Layanan kesehatan publik dan swasta habis-habisan digempur lonjakan kasus aktif.

Mei 2021 menjadi bulan terkelam dalam penanganan Covid di Malaysia, dengan jumlah angka kematian melebihi 1/3 dari total 3.768 kasus kematian.

Pada Jumat (11/6), Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan jumlah kasus harian sebanyak 6.849. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di pekan ini.

Sehingga, total kasus terkonfirmasi menjadi 646.411, dengan 912 orang menghuni ruang ICU.

Kecepatan Vaksinasi Terus Ditingkatkan

Sempat lambat di masa awal, pemerintah Malaysia terus mempercepat laju vaksinasi di negaranya. Saat ini, lebih dari 2,8 juta orang, atau hampir 12 persen dari populasi orang dewasa, telah menerima satu dosis vaksin.

Kamis (10/6) kemarin, 157.949 orang telah menerima suntikan vaksin.

“Pada Juli mendatang, kecepatannya akan kami tingkatkan menjadi 200 hingga 250 ribu, dan kemudian mencapai 300 hingga 400 ribu setiap hari,” kata Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, Jumat (11/6).

Untuk mencapai target 80 persen penduduk divaksin, Malaysia perlu melakukan penyuntikan 200 ribu dosis setiap hari. Sejauh ini, 54 persen warga sudah menunjukkan minatnya. [HES]

 

 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories