Kasus Harian Covid-19 Turun Dan Neraca Surplus, Rupiah Kembali Joss

Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka langsung menguat 0,11 persen di posisi Rp 13.895 per dolar AS di perdagangan pasar spot, dibanding perdagangan kemarin di posisi Rp 13.910 per dolar AS.

Menguatnya rupiah juga terjadi di beberapa mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS yaitu, won Korea Selatan menguat 0,37 persen, baht Thailand naik 0,15 persen, ringgit Malaysia melonjak 0,15 persen, dan dolar Singapura 0,11 persen. Indeks dolar AS tergelincir 0,1 persen, mendekati level terendah minggu lalu di 90,249.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro mneguat 0,08 persen di level Rp 16.819, terhadap dolar Australia minus 0,07 persen ke level Rp 10.807, dan terhadap yuan China menguat 0,09 persen di level Rp 2.164.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, menguatnya rupiah didorong dari sentimen dalam negeri di mana muncul dari kasus harian virus Covid-19 yang tengah menurun.

Saat ini, kasus harian berada di kisaran 6.000-7.000 per hari. “Selain kasus baru harian covid-19 yang menurun, surplus neraca perdagangan Indonesia Januari juga bisa membantu penguatan rupiah hari ini,” imbuh Ariston di Jakarta, Selasa (16/2).

Dari luar negeri, penguatan rupiah mendapat pengaruh dari minat pasar terhadap aset berisiko yang masih berlangsung pada pagi ini. Hal ini tercermin dari penguatan indeks saham di beberapa negara. “Minat pasar ini didukung berita positif mengenai kemajuan vaksinasi Covid-19 global, menurunnya kasus baru harian Covid-19, dan prospek stimulus besar pemerintah AS,” imbuhnya.

Ariston memprediksi, nilai tukar rupiah akan menguat lagi pada hari ini. Proyeksinya, mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp 13.850 sampai Rp 13.980 per dolar AS. [DWI]

]]> Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka langsung menguat 0,11 persen di posisi Rp 13.895 per dolar AS di perdagangan pasar spot, dibanding perdagangan kemarin di posisi Rp 13.910 per dolar AS.

Menguatnya rupiah juga terjadi di beberapa mata uang Asia lainnya terhadap dolar AS yaitu, won Korea Selatan menguat 0,37 persen, baht Thailand naik 0,15 persen, ringgit Malaysia melonjak 0,15 persen, dan dolar Singapura 0,11 persen. Indeks dolar AS tergelincir 0,1 persen, mendekati level terendah minggu lalu di 90,249.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro mneguat 0,08 persen di level Rp 16.819, terhadap dolar Australia minus 0,07 persen ke level Rp 10.807, dan terhadap yuan China menguat 0,09 persen di level Rp 2.164.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra mengatakan, menguatnya rupiah didorong dari sentimen dalam negeri di mana muncul dari kasus harian virus Covid-19 yang tengah menurun.

Saat ini, kasus harian berada di kisaran 6.000-7.000 per hari. “Selain kasus baru harian covid-19 yang menurun, surplus neraca perdagangan Indonesia Januari juga bisa membantu penguatan rupiah hari ini,” imbuh Ariston di Jakarta, Selasa (16/2).

Dari luar negeri, penguatan rupiah mendapat pengaruh dari minat pasar terhadap aset berisiko yang masih berlangsung pada pagi ini. Hal ini tercermin dari penguatan indeks saham di beberapa negara. “Minat pasar ini didukung berita positif mengenai kemajuan vaksinasi Covid-19 global, menurunnya kasus baru harian Covid-19, dan prospek stimulus besar pemerintah AS,” imbuhnya.

Ariston memprediksi, nilai tukar rupiah akan menguat lagi pada hari ini. Proyeksinya, mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp 13.850 sampai Rp 13.980 per dolar AS. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories