Kasus Dugaan Suap Penanganan Perkara Di KPK Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Dicekal 6 Bulan .

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mencekal Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, terkait kasus dugaan suap yang menjerat penyidik lembaga antirasuah Stepanus Robin Pattuju, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, dan pengacara bernama Maskur Husain.

Pencekalan dilakukan sejak 27 April 2021 dan berlaku hingga 6 bulan ke depan, sesuai aturan.

“Benar, KPK pada tanggal 27 April 2021 telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi Kemkumham untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap tiga orang yang terkait dengan perkara ini,” kata Ali, tanpa merinci dua orang lain yang dimaksud, Jumat (30/4).

Pencegahan ke luar negeri ini dilakukan untuk kepentingan percepatan pemeriksaan dan menggali bukti-bukti lain. “Agar pada saat diperlukan untuk dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, pihak-pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia,” imbuhnya.

Nama Azis mencuat dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di KPK. Azis disebut sebagai pihak yang memfasilitasi pertemuan antara Stepanus dan Syahrial di rumahnya pada Oktober 2020.

Tim penyidik bahkan telah menggeledah ruang kerja dan rumah dinas Azis pada Rabu (28/4).

KPK telah menetapkan penyidik Stepanus Robin Pattuju, seorang pengacara bernama Maskur Husain dan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain diduga telah menerima suap Rp 1,3 miliar dari M. Syahrial, dari total kesepakatan Rp 1,5 miliar.

Suap itu diberikan agar Stepanus membantu menghentikan penyelidikan dugaan jual beli jabatan di Tanjungbalai, yang sedang diusut KPK.

Tak cuma suap dari Syahrial, Markus Husain juga diduga mengantongi duit Rp 200 juta dari pihak lain. Sedangkan Stepanus, diduga menerima uang Rp 438 juta dari pihak lain, melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia, dalam periode Oktober 2020 hingga April 2021. [HES]

 

]]> .
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mencekal Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, terkait kasus dugaan suap yang menjerat penyidik lembaga antirasuah Stepanus Robin Pattuju, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial, dan pengacara bernama Maskur Husain.

Pencekalan dilakukan sejak 27 April 2021 dan berlaku hingga 6 bulan ke depan, sesuai aturan.

“Benar, KPK pada tanggal 27 April 2021 telah mengirimkan surat ke Ditjen Imigrasi Kemkumham untuk melakukan pelarangan ke luar negeri terhadap tiga orang yang terkait dengan perkara ini,” kata Ali, tanpa merinci dua orang lain yang dimaksud, Jumat (30/4).

Pencegahan ke luar negeri ini dilakukan untuk kepentingan percepatan pemeriksaan dan menggali bukti-bukti lain. “Agar pada saat diperlukan untuk dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan, pihak-pihak tersebut tetap berada di wilayah Indonesia,” imbuhnya.

Nama Azis mencuat dalam kasus dugaan suap penanganan perkara di KPK. Azis disebut sebagai pihak yang memfasilitasi pertemuan antara Stepanus dan Syahrial di rumahnya pada Oktober 2020.

Tim penyidik bahkan telah menggeledah ruang kerja dan rumah dinas Azis pada Rabu (28/4).

KPK telah menetapkan penyidik Stepanus Robin Pattuju, seorang pengacara bernama Maskur Husain dan Wali Kota Tanjungbalai M. Syahrial sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara jual beli jabatan di Pemkot Tanjungbalai.

Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain diduga telah menerima suap Rp 1,3 miliar dari M. Syahrial, dari total kesepakatan Rp 1,5 miliar.

Suap itu diberikan agar Stepanus membantu menghentikan penyelidikan dugaan jual beli jabatan di Tanjungbalai, yang sedang diusut KPK.

Tak cuma suap dari Syahrial, Markus Husain juga diduga mengantongi duit Rp 200 juta dari pihak lain. Sedangkan Stepanus, diduga menerima uang Rp 438 juta dari pihak lain, melalui transfer rekening bank atas nama Riefka Amalia, dalam periode Oktober 2020 hingga April 2021. [HES]

 
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories