Kasus Covid Memang Landai, Tapi Tidak Boleh Lalai

Meski kasus Covid-19 di Indonesia terus melandai, Pemerintah tetap menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). KPCPEN#PakaiMasker menjelaskan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tetap berlanjut hingga 23 Mei 2022.

Saat ini masih ada 23 Kabupaten/Kota yang berada di Level 3. Yakni, 1 Kab/Kota di wilayah Jawa dan Bali, serta 22 Kab/Kota di wilayah Luar Jawa dan Bali. Ketentuan PPKM terbaru yakni Inmendagri No. 24/2022 (Wilayah Jawa Bali) dan Inmendagri No. 25/2022 (Wilayah Luar Jawa dan Bali)

“Baca di https://covid19.go.id/p/regulasi,” ujar KPCPEN#PakaiMasker.

Akun @Clara_Cosendya menegaskan, Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang PPKM di wilayah Jawa- Bali. @momi_ezar bilang, PPKM di seluruh Indonesia diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 10 hingga 23 Mei 2022.

“Semoga gak ada kenaikan kasus setelah masa 14 hari kita pada mudik ya,” kata dia.

Akun @A_gp2024 menjelaskan, pelaksanaan PPKM terus berjalan sesuai dengan status level daerah yang berbeda. @stan2112 menilai, perpanjangan PPKM hingga 23 Mei merupakan kebijakan yang tepat dari pemerintah.

“Jangan lengah meskipun terlihat menurun trennya,” kata @stan2112. “Sangat setuju, untuk mencegah gelombang baru Covid-19,” timpal @Yudha_bagaskara.

Akun @AlbertSolo2 mengatakan, Pemerintah telah meminta masyarakat untuk tetap mematuhi peraturan protokol kesehatan (prokes) yang berlaku di Indonesia. Yaitu, tidak keluar rumah atau keluar kota jika tidak ada kepentingan mendesak.

“Tetap memakai masker selama berada di luar rumah atau selama bekerja di kantor atau tempat pekerjaan,” kata dia.

Menurut @Big_be4r, PPKM bakal selalu ada sampai ada deklarasi pandemi menjadi endemi. Masyarakat, kata dia, dipersilakan untuk beraktivitas tanpa beban, namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin.

 

“Warga diberikan kelonggaran karena memang situasinya pandemi Covid-19 sedang melandai,” kata dia.

Akun @mikirdoeloe mengatakan, Indonesia berada pada tahap pengendalian pandemi Covid-19. Meskipun kasus Covid-19 harian di Tanah Air turun setiap harinya. Namun, kata dia, kasus terkonfirmasi virus Corona masih perlu diwaspadai.

“Mari patuhi protokol kesehatan bersama,” ajak @mikirdoeloe. “Perpanjangan PPKM bermanfaat untuk tetap menjaga kewaspadaan seluruh elemen; baik Pemerintah maupun masyarakat umum,” ujar @Abdi_Nagarin.

Akun @polresnganjuk mengingatkan, walaupun pandemi Covid-19 sudah mereda, namun virus lainnya mulai bermunculan. Untuk itu, kata dia, masyarakat harus tetap waspada, jangan lengah dan selalu gunakan masker saat berada di tempat keramaian.

“Tes Covid-19, minimal antigen diberlakukan kembali, supaya angka penurunan Covid- 19 tidak semu,” imbuh @Rery_rere.

Imbauan untuk terus disiplin prokes dilontarkan @SpktBadung. Kata dia, taat prokes penting dilakukan guna memutus penyebaran Covid-19. Salah satunya, kata dia, dengan menerapkan 5M. “Ayo kita putus rantai penyebaran Covid-19,” ajak dia.

Menurut @Dumayawarga, pandemi Covid- 19 memberikan pelajaran yang sangat berharga. Yakni, ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan dunia terhadap pandemi yang ternyata tidak cukup kuat.

Namun @Coffelover9361 melihat, saat ini di lapangan sudah tidak ada lagi PPKM. Aturan memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan sudah kendor sama sekali.

“Ingat pandemi belum usai, jangan abai dan lengah selalu tingkatkan prokes pakai masker jika keluar rumah,” tandas @ AvatarPemburu. [TIF]

]]> Meski kasus Covid-19 di Indonesia terus melandai, Pemerintah tetap menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). KPCPEN#PakaiMasker menjelaskan, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat tetap berlanjut hingga 23 Mei 2022.

Saat ini masih ada 23 Kabupaten/Kota yang berada di Level 3. Yakni, 1 Kab/Kota di wilayah Jawa dan Bali, serta 22 Kab/Kota di wilayah Luar Jawa dan Bali. Ketentuan PPKM terbaru yakni Inmendagri No. 24/2022 (Wilayah Jawa Bali) dan Inmendagri No. 25/2022 (Wilayah Luar Jawa dan Bali)

“Baca di https://covid19.go.id/p/regulasi,” ujar KPCPEN#PakaiMasker.

Akun @Clara_Cosendya menegaskan, Pemerintah memutuskan untuk kembali memperpanjang PPKM di wilayah Jawa- Bali. @momi_ezar bilang, PPKM di seluruh Indonesia diperpanjang selama 14 hari, terhitung sejak 10 hingga 23 Mei 2022.

“Semoga gak ada kenaikan kasus setelah masa 14 hari kita pada mudik ya,” kata dia.

Akun @A_gp2024 menjelaskan, pelaksanaan PPKM terus berjalan sesuai dengan status level daerah yang berbeda. @stan2112 menilai, perpanjangan PPKM hingga 23 Mei merupakan kebijakan yang tepat dari pemerintah.

“Jangan lengah meskipun terlihat menurun trennya,” kata @stan2112. “Sangat setuju, untuk mencegah gelombang baru Covid-19,” timpal @Yudha_bagaskara.

Akun @AlbertSolo2 mengatakan, Pemerintah telah meminta masyarakat untuk tetap mematuhi peraturan protokol kesehatan (prokes) yang berlaku di Indonesia. Yaitu, tidak keluar rumah atau keluar kota jika tidak ada kepentingan mendesak.

“Tetap memakai masker selama berada di luar rumah atau selama bekerja di kantor atau tempat pekerjaan,” kata dia.

Menurut @Big_be4r, PPKM bakal selalu ada sampai ada deklarasi pandemi menjadi endemi. Masyarakat, kata dia, dipersilakan untuk beraktivitas tanpa beban, namun tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan disiplin.

 

“Warga diberikan kelonggaran karena memang situasinya pandemi Covid-19 sedang melandai,” kata dia.

Akun @mikirdoeloe mengatakan, Indonesia berada pada tahap pengendalian pandemi Covid-19. Meskipun kasus Covid-19 harian di Tanah Air turun setiap harinya. Namun, kata dia, kasus terkonfirmasi virus Corona masih perlu diwaspadai.

“Mari patuhi protokol kesehatan bersama,” ajak @mikirdoeloe. “Perpanjangan PPKM bermanfaat untuk tetap menjaga kewaspadaan seluruh elemen; baik Pemerintah maupun masyarakat umum,” ujar @Abdi_Nagarin.

Akun @polresnganjuk mengingatkan, walaupun pandemi Covid-19 sudah mereda, namun virus lainnya mulai bermunculan. Untuk itu, kata dia, masyarakat harus tetap waspada, jangan lengah dan selalu gunakan masker saat berada di tempat keramaian.

“Tes Covid-19, minimal antigen diberlakukan kembali, supaya angka penurunan Covid- 19 tidak semu,” imbuh @Rery_rere.

Imbauan untuk terus disiplin prokes dilontarkan @SpktBadung. Kata dia, taat prokes penting dilakukan guna memutus penyebaran Covid-19. Salah satunya, kata dia, dengan menerapkan 5M. “Ayo kita putus rantai penyebaran Covid-19,” ajak dia.

Menurut @Dumayawarga, pandemi Covid- 19 memberikan pelajaran yang sangat berharga. Yakni, ketahanan kesehatan dan kesiapsiagaan dunia terhadap pandemi yang ternyata tidak cukup kuat.

Namun @Coffelover9361 melihat, saat ini di lapangan sudah tidak ada lagi PPKM. Aturan memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan sudah kendor sama sekali.

“Ingat pandemi belum usai, jangan abai dan lengah selalu tingkatkan prokes pakai masker jika keluar rumah,” tandas @ AvatarPemburu. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories