Kasus Covid-19 Diramal Naik Usai Lebaran It’s Normal, Jangan Panik!

Kasus Covid-19 pasca libur Lebaran diprediksi bakal naik. Soalnya, terjadi banyak interaksi dan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Namun, kenaikan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran masih dapat dikendalikan.

“Apakah nanti Lebaran bisa naik apa ng­gak, saya rasa kemungkinan naik. Kenapa? Kan banyak interaksi. Tapi kenaikannya ng­gak usah bikin panik,” kata Budi.

Menurut Budi, kenaikan kasus Covid di Indonesia yang berkisar di angka 300-900 kasus per hari masih sangat rendah. Dibandingkan Amerika Serikat yang men­capai 100.000 per hari, tapi mereka ber­sikap tenang.

“Saya rasa selama itu masih di bawah 10.000 per hari kasusnya, it’s normal, man­ageable,” tandas mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyata­kan, hingga kini belum ada lonjakan kasus Covid meski ada lebih dari 80 juta pemudik pada masa libur Lebaran lalu.

“Dari indikasi yang kita monitor sampai hari ini, tidak ada lonjakan kasus (Covid-19),” kata Airlangga, Rabu (11/5).

Jika dilihat dari data selama dua tahun terakhir, kasus Covid akan mengalami ke­naikan pada hari ke-24 usai perayaan Idul Fitri. Namun, kenaikan kasus Covid-19 pada waktu tersebut diiringi dengan munculnya varian baru, yakni Delta dan Omicron.

“Kita berharap tidak ada lagi ataupun varian yang berkembang, dan tentunya kita berharap akan lebih tidak sekuat Omicron ataupun Delta,” ujar Ketua Umum Partai Golkar ini.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat waspada terhadap efek pingpong penularan Covid-19 pasca libur Lebaran. Meningkatnya mobilitas masyarakat dapat berdampak pada peningkatan kasus.

“Saya mengimbau kepada masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) pasca Lebaran untuk meminimalisir efek pingpong penularan Covid-19,” imbau Wiku.

Dia mengungkapkan, terjadi kenaikan jum­lah orang yang dipantau dan ditegur di tempat wisata selama libur Lebaran. Sebanyak 49,5 persen masyarakat tidak patuh memakai mask­er pada area restoran atau kedai. Sedangkan pada area permukiman masyarakat yang tidak patuh masker sebanyak 22,1 persen.

 

Menurut Wiku, mobilitas masyarakat keluar rumah pada saat Lebaran 2022 sebesar 48,1 persen. Sedangkan mobilitas pada Lebaran di tahun sebelumnya yaitu 3,64 persen. Terjadi peningkatan mobilitas yang cukup tinggi sebe­sar 44,46 persen.

Netizen berharap ramalan atau prediksi Menkes tidak terjadi. Sehingga, kasus Covid-19 di Indonesia tetap terkendali dan bisa segera masuk ke fase endemi.

Akun @drpriono1 yakin kasus Covid-19 pasca Lebaran tidak akan naik signifikan. Sekarang ujian nyata, apakah imunitas penduduk Jawa-Bali dapat menekan risiko lonjakan hos­pitalisasi dan kematian Covid-19.

“Luar biasa pergerakan penduduk saat mudik, Alhamdulillah. Tidak perlu cemas atau galau dapat berdampak buruk pada pandemi. Kita bersama bisa lulus dari ujian tersebut,” ungkapnya.

Akun @danoonnee mengucap syukur kar­ena kasus Covid-19 setelah libur Lebaran tidak naik. Setidaknya, sampai saat ini tidak ada kenaikan kasus Covid secara signifikan.

“Di kantor saya rutin melakukan tes Covid-19 untuk karyawan. Hasilnya, tidak ada yang positif. Vaksin seefektif itu,” tuturnya.

Akun @puanmaharani_ri mengingatkan masyarakat terus menerapkan protokol kes­ehatan (prokes). Seluruh sarana prokes harus dijalankan baik, sehingga dapat menekan ke­mungkinan peningkatan kasus Covid-19 usai mudik Lebaran.

“Ayo disinfektan, semprotkan di fasilitas umum lagi, gencarkan lagi vaksin hingga booster, jaga prokes, naikkan asupan bergizi,” ajak @YudhiDharmawa14.

Akun @aldmrzh berharap, terkendalinya kasus Covid-19 saat ini bisa dipertahankan. Sehingga, Indonesia tidak lagi mengalami lonjakan kasus Covid pasca libur Lebaran seperti tahun lalu, dan bisa segera masuk en­demi. “Bismillah tetap melandai dan tidak ada lonjakan,” ujarnya.

Akun @rizkahami berharap tidak terjadi lonjakan kasus Covid pasca libur Lebaran. Dia masih terbayang peristiwa tahun lalu, ketika visit di isolasi, kanan kiri isinya banyak pasien Covid-19. Dan kebanyakan nggak dapat oksi­gen atau lagi menunggu waiting list ventilasi.

“Semoga tetap melandai dan semua terkendali dengan baik, aamiin,” timpal @reneyz. [ASI]

]]> Kasus Covid-19 pasca libur Lebaran diprediksi bakal naik. Soalnya, terjadi banyak interaksi dan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

Demikian disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. Namun, kenaikan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran masih dapat dikendalikan.

“Apakah nanti Lebaran bisa naik apa ng­gak, saya rasa kemungkinan naik. Kenapa? Kan banyak interaksi. Tapi kenaikannya ng­gak usah bikin panik,” kata Budi.

Menurut Budi, kenaikan kasus Covid di Indonesia yang berkisar di angka 300-900 kasus per hari masih sangat rendah. Dibandingkan Amerika Serikat yang men­capai 100.000 per hari, tapi mereka ber­sikap tenang.

“Saya rasa selama itu masih di bawah 10.000 per hari kasusnya, it’s normal, man­ageable,” tandas mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyata­kan, hingga kini belum ada lonjakan kasus Covid meski ada lebih dari 80 juta pemudik pada masa libur Lebaran lalu.

“Dari indikasi yang kita monitor sampai hari ini, tidak ada lonjakan kasus (Covid-19),” kata Airlangga, Rabu (11/5).

Jika dilihat dari data selama dua tahun terakhir, kasus Covid akan mengalami ke­naikan pada hari ke-24 usai perayaan Idul Fitri. Namun, kenaikan kasus Covid-19 pada waktu tersebut diiringi dengan munculnya varian baru, yakni Delta dan Omicron.

“Kita berharap tidak ada lagi ataupun varian yang berkembang, dan tentunya kita berharap akan lebih tidak sekuat Omicron ataupun Delta,” ujar Ketua Umum Partai Golkar ini.

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan masyarakat waspada terhadap efek pingpong penularan Covid-19 pasca libur Lebaran. Meningkatnya mobilitas masyarakat dapat berdampak pada peningkatan kasus.

“Saya mengimbau kepada masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan (prokes) pasca Lebaran untuk meminimalisir efek pingpong penularan Covid-19,” imbau Wiku.

Dia mengungkapkan, terjadi kenaikan jum­lah orang yang dipantau dan ditegur di tempat wisata selama libur Lebaran. Sebanyak 49,5 persen masyarakat tidak patuh memakai mask­er pada area restoran atau kedai. Sedangkan pada area permukiman masyarakat yang tidak patuh masker sebanyak 22,1 persen.

 

Menurut Wiku, mobilitas masyarakat keluar rumah pada saat Lebaran 2022 sebesar 48,1 persen. Sedangkan mobilitas pada Lebaran di tahun sebelumnya yaitu 3,64 persen. Terjadi peningkatan mobilitas yang cukup tinggi sebe­sar 44,46 persen.

Netizen berharap ramalan atau prediksi Menkes tidak terjadi. Sehingga, kasus Covid-19 di Indonesia tetap terkendali dan bisa segera masuk ke fase endemi.

Akun @drpriono1 yakin kasus Covid-19 pasca Lebaran tidak akan naik signifikan. Sekarang ujian nyata, apakah imunitas penduduk Jawa-Bali dapat menekan risiko lonjakan hos­pitalisasi dan kematian Covid-19.

“Luar biasa pergerakan penduduk saat mudik, Alhamdulillah. Tidak perlu cemas atau galau dapat berdampak buruk pada pandemi. Kita bersama bisa lulus dari ujian tersebut,” ungkapnya.

Akun @danoonnee mengucap syukur kar­ena kasus Covid-19 setelah libur Lebaran tidak naik. Setidaknya, sampai saat ini tidak ada kenaikan kasus Covid secara signifikan.

“Di kantor saya rutin melakukan tes Covid-19 untuk karyawan. Hasilnya, tidak ada yang positif. Vaksin seefektif itu,” tuturnya.

Akun @puanmaharani_ri mengingatkan masyarakat terus menerapkan protokol kes­ehatan (prokes). Seluruh sarana prokes harus dijalankan baik, sehingga dapat menekan ke­mungkinan peningkatan kasus Covid-19 usai mudik Lebaran.

“Ayo disinfektan, semprotkan di fasilitas umum lagi, gencarkan lagi vaksin hingga booster, jaga prokes, naikkan asupan bergizi,” ajak @YudhiDharmawa14.

Akun @aldmrzh berharap, terkendalinya kasus Covid-19 saat ini bisa dipertahankan. Sehingga, Indonesia tidak lagi mengalami lonjakan kasus Covid pasca libur Lebaran seperti tahun lalu, dan bisa segera masuk en­demi. “Bismillah tetap melandai dan tidak ada lonjakan,” ujarnya.

Akun @rizkahami berharap tidak terjadi lonjakan kasus Covid pasca libur Lebaran. Dia masih terbayang peristiwa tahun lalu, ketika visit di isolasi, kanan kiri isinya banyak pasien Covid-19. Dan kebanyakan nggak dapat oksi­gen atau lagi menunggu waiting list ventilasi.

“Semoga tetap melandai dan semua terkendali dengan baik, aamiin,” timpal @reneyz. [ASI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories