Kasus Corona Dunia Naik 9 Persen Ayo, Ikuti Aturan Pemerintah Dong… .

Saat ini, kasus Corona tumbuh secara eksponensial di berbagai belahan dunia. Salah satunya, karena lonjakan kasus di India. Biar Indonesia tidak mengalami hal serupa, ikuti setiap keputu­san pemerintah, ya!

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menye­but, World Health Organization (WHO) mencatat, kasus Covid-19 di seluruh dunia naik 9 persen. Ini merupakan peningkatan mingguan ketujuh berturut-turut. Angka kematian, juga melonjak 5 persen. Salah satu penyebab melonjaknya ka­sus di dunia itu, terkait dengan naiknya angka infeksi Corona di India.

“Hal ini terjadi karena adanya kegiatan berkerumun yang tidak dilarang oleh pemerintah India yang menyebabkan terjadinya klaster baru Covid-19,” ujar Wiku dalam konferensi pers di kanal BNPB, dikutip kemarin.

Kondisi ini berbanding ter­balik dengan Indonesia, yang tren kasus Coronanya berangsur membaik. Pekan ini, dibeberkan Wiku, terjadi penurunan sebesar 14,2 persen pada penambahan kasus positif dan penurunan sebesar 17,6 persen pada penam­bahan kematian.

Pemerintah akan berupaya keras menjaga hasil ini. Tapi pemerintah tak bisa sendiri. Masyarakat, juga berperan penting menjaga agar Corona tak melonjak lagi. Salah satu caranya, menaati keputusan pemerintah.

Wiku mengakui, kadang, ke­inginan masyarakat dan kepu­tusan pemerintah tidak berjalan selaras. “Tapi keputusan tersebut harus diambil untuk mencegah lonjakan kasus di Indonesia,” tegasnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris juga mengingatkan hal serupa. Lonjakan kasus Corona di India misalnya, harus jadi pelajaran bagi Indonesia.

“Bahwa di negara dengan laju vaksinasi yang cepat seka­lipun, kasus baru Covid-19 bisa meledak ketika protokol kesehatan diabaikan,” tuturnya, kemarin.

Politikus PDIP itu menutur­kan, sebagai negara produsen vaksin, India sudah menyun­tikkan lebih dari 100 juta do­sis vaksin ke warganya. Tapi, negeri Bollywood itu men­catat 184 ribu kasus baru pada Rabu (14/4), akibat adanya pertemuan-pertemuan massal yang diikuti peserta dengan tidak mengenakan masker dan menjaga jarak.

Charles mengingatkan, pro­tokol kesehatan dan perubahan perilaku masyarakat masih men­jadi senjata paling ampuh memu­tus rantai penularan Covid-19. “Jadi, jangan sampai kita lalai, apalagi abai terhadap protokol kesehatan karena berpuas diri lantaran sudah divaksin,” wanti-wantinya.

Dia pun meminta pemerintah pusat dan daerah semakin te­gas menegakkan aturan terkait penerapan protokol kesehatan. Hal itu tidak boleh kendor, meskipun vaksinasi sudah ber­jalan. [JAR]

]]> .
Saat ini, kasus Corona tumbuh secara eksponensial di berbagai belahan dunia. Salah satunya, karena lonjakan kasus di India. Biar Indonesia tidak mengalami hal serupa, ikuti setiap keputu­san pemerintah, ya!

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito menye­but, World Health Organization (WHO) mencatat, kasus Covid-19 di seluruh dunia naik 9 persen. Ini merupakan peningkatan mingguan ketujuh berturut-turut. Angka kematian, juga melonjak 5 persen. Salah satu penyebab melonjaknya ka­sus di dunia itu, terkait dengan naiknya angka infeksi Corona di India.

“Hal ini terjadi karena adanya kegiatan berkerumun yang tidak dilarang oleh pemerintah India yang menyebabkan terjadinya klaster baru Covid-19,” ujar Wiku dalam konferensi pers di kanal BNPB, dikutip kemarin.

Kondisi ini berbanding ter­balik dengan Indonesia, yang tren kasus Coronanya berangsur membaik. Pekan ini, dibeberkan Wiku, terjadi penurunan sebesar 14,2 persen pada penambahan kasus positif dan penurunan sebesar 17,6 persen pada penam­bahan kematian.

Pemerintah akan berupaya keras menjaga hasil ini. Tapi pemerintah tak bisa sendiri. Masyarakat, juga berperan penting menjaga agar Corona tak melonjak lagi. Salah satu caranya, menaati keputusan pemerintah.

Wiku mengakui, kadang, ke­inginan masyarakat dan kepu­tusan pemerintah tidak berjalan selaras. “Tapi keputusan tersebut harus diambil untuk mencegah lonjakan kasus di Indonesia,” tegasnya.

Sementara Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris juga mengingatkan hal serupa. Lonjakan kasus Corona di India misalnya, harus jadi pelajaran bagi Indonesia.

“Bahwa di negara dengan laju vaksinasi yang cepat seka­lipun, kasus baru Covid-19 bisa meledak ketika protokol kesehatan diabaikan,” tuturnya, kemarin.

Politikus PDIP itu menutur­kan, sebagai negara produsen vaksin, India sudah menyun­tikkan lebih dari 100 juta do­sis vaksin ke warganya. Tapi, negeri Bollywood itu men­catat 184 ribu kasus baru pada Rabu (14/4), akibat adanya pertemuan-pertemuan massal yang diikuti peserta dengan tidak mengenakan masker dan menjaga jarak.

Charles mengingatkan, pro­tokol kesehatan dan perubahan perilaku masyarakat masih men­jadi senjata paling ampuh memu­tus rantai penularan Covid-19. “Jadi, jangan sampai kita lalai, apalagi abai terhadap protokol kesehatan karena berpuas diri lantaran sudah divaksin,” wanti-wantinya.

Dia pun meminta pemerintah pusat dan daerah semakin te­gas menegakkan aturan terkait penerapan protokol kesehatan. Hal itu tidak boleh kendor, meskipun vaksinasi sudah ber­jalan. [JAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories