Kasihan Rupiah, Habis Menguat Langsung Loyo Lagi

Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka loyo alias minus di 0,02 persen ke level Rp 13.997 per dolar AS dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 13.995 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia tak jauh berbeda mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,09 persen, dolar, Singapura turun 0,09 persen, dan dolar Taiwan turun 0,03 persen.

Indeks dolar AS naik 0,04 persen ke level 90,472. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,35 persen ke level Rp 16.937, terhadap dolar Australia menguat 0,47 persen ke level Rp 10.802 dan terhadap yuan China juga melonjak 0,37 persen ke level Rp 2.175.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah mungkin hari ini akan melemah terhadap dolar AS mengikuti pelemahan nilai tukar regional terhadap dolar AS pagi ini.

Data Indeks harga konsumen Tiongkok yang di bawah estimasi (-0,3 persen vs estimasi 0,0 persen) dan mengalami penurunan bisa menjadi pemicu pelemahan tersebut. IHK yang turun bisa mengindikasikan pemulihan ekonomi di China belum stabil.

“Kondisi Ini bisa menekan minat pasar terhadap risiko,” jelas Ariston dalam riset hariannya, Rabu (10/2).

Di sisi lain, tambah Ariston, sentimen stimulus fiskal AS masih bisa menahan pelemahan rupiah hari ini. [DWI]

]]> Pagi ini nilai tukar rupiah dibuka loyo alias minus di 0,02 persen ke level Rp 13.997 per dolar AS dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 13.995 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia tak jauh berbeda mengalami pelemahan terhadap dolar AS. Yen Jepang melemah 0,09 persen, dolar, Singapura turun 0,09 persen, dan dolar Taiwan turun 0,03 persen.

Indeks dolar AS naik 0,04 persen ke level 90,472. Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro menguat 0,35 persen ke level Rp 16.937, terhadap dolar Australia menguat 0,47 persen ke level Rp 10.802 dan terhadap yuan China juga melonjak 0,37 persen ke level Rp 2.175.

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah mungkin hari ini akan melemah terhadap dolar AS mengikuti pelemahan nilai tukar regional terhadap dolar AS pagi ini.

Data Indeks harga konsumen Tiongkok yang di bawah estimasi (-0,3 persen vs estimasi 0,0 persen) dan mengalami penurunan bisa menjadi pemicu pelemahan tersebut. IHK yang turun bisa mengindikasikan pemulihan ekonomi di China belum stabil.

“Kondisi Ini bisa menekan minat pasar terhadap risiko,” jelas Ariston dalam riset hariannya, Rabu (10/2).

Di sisi lain, tambah Ariston, sentimen stimulus fiskal AS masih bisa menahan pelemahan rupiah hari ini. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories