Kapolsek Astanaanyar Diduga Terlibat Narkoba, Komisi III DPR Minta Polri Bertindak Tegas

Kasus penangkapan Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, bersama belasan anak buahnya di sebuah hotel di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (16/2) karena diduga terlibat narkoba, sangat mencoreng nama baik Kepolisian. 

Sebagai mitra, Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khaerul Saleh mendesak Kapolri bertindak tegas terhadap aparat yang diduga terlibat narkoba. 

“Kejadian ini sangat memalukan dan menampar nama baik korps Kepolisian,” ungkap Pangeran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/2).

Peristiwa ini patut menjadi perhatian, karena terjadi di saat polisi sedang berbenah memperbaiki citranya di masyarakat. Juga saat negara berada pada kondisi darurat narkoba dan sedang giat-giatnya memerangi barang haram itu.

Yang lebih memilukan, menurut Pangeran, Kompol Yuni merupakan seorang Kapolsek dan perwira polisi yang dalam sejarah kariernya pernah menjadi perwira yang menangani masalah narkoba.

Karenanya, politikus PAN ini mengharapkan Kepolisian bertindak tegas kepada aparatnya yang terlibat narkoba sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 1997 tentang Kenarkobaan.

“Mari kita mengawal kasus ini serta berharap Kepolisian transparan menyampaikan perkembangannya kepada publik agar kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian semakin baik,” ujar Pangeran.

Sebelumnya diberitakan, Propam Polda Jawa Barat menangkap Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, bersama belasan anggota Polri yang merupakan anak buahnya, karena diduga sedang berpesta narkoba di sebuah hotel di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/2).

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, total ada 12 anggota polisi yang ditangkap oleh tim gabungan Mabes Polri dan Polda Jawa Barat.

“Sekarang sedang diamankan Propam Polda Jaw Barat,” kata Erdi di Mapolda Jawa Barat, Rabu (17/2). [REN]

]]> Kasus penangkapan Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, bersama belasan anak buahnya di sebuah hotel di Kota Bandung, Jawa Barat, pada Selasa (16/2) karena diduga terlibat narkoba, sangat mencoreng nama baik Kepolisian. 

Sebagai mitra, Wakil Ketua Komisi III DPR Pangeran Khaerul Saleh mendesak Kapolri bertindak tegas terhadap aparat yang diduga terlibat narkoba. 

“Kejadian ini sangat memalukan dan menampar nama baik korps Kepolisian,” ungkap Pangeran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (18/2).

Peristiwa ini patut menjadi perhatian, karena terjadi di saat polisi sedang berbenah memperbaiki citranya di masyarakat. Juga saat negara berada pada kondisi darurat narkoba dan sedang giat-giatnya memerangi barang haram itu.

Yang lebih memilukan, menurut Pangeran, Kompol Yuni merupakan seorang Kapolsek dan perwira polisi yang dalam sejarah kariernya pernah menjadi perwira yang menangani masalah narkoba.

Karenanya, politikus PAN ini mengharapkan Kepolisian bertindak tegas kepada aparatnya yang terlibat narkoba sesuai dengan UU Nomor 22 Tahun 1997 tentang Kenarkobaan.

“Mari kita mengawal kasus ini serta berharap Kepolisian transparan menyampaikan perkembangannya kepada publik agar kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian semakin baik,” ujar Pangeran.

Sebelumnya diberitakan, Propam Polda Jawa Barat menangkap Kapolsek Astanaanyar, Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi, bersama belasan anggota Polri yang merupakan anak buahnya, karena diduga sedang berpesta narkoba di sebuah hotel di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/2).

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Erdi A Chaniago mengatakan, total ada 12 anggota polisi yang ditangkap oleh tim gabungan Mabes Polri dan Polda Jawa Barat.

“Sekarang sedang diamankan Propam Polda Jaw Barat,” kata Erdi di Mapolda Jawa Barat, Rabu (17/2). [REN]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories