Kapolri Ajak BEM SI Sukseskan Target Vaksinasi 2 Juta Per Hari .

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal kolaborasi antara Polri dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, Rabu (1/9).

Kapolri berharap, sinergi Polri dengan BEM SI terus berlanjut dalam mengakselerasikan percepatan vaksinasi massal. Dengan begitu, target kekebalan komunal atau herd immunity serta dua juta dosis vaksin per hari akan segera terwujud.

“Tentunya ini perlu kerja keras, sinergitas dengan seluruh elemen sehingga progres ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Kapolri dalam tinjauannya.

Sigit mengapresiasi peran aktif BEM SI dalam upaya percepatan vaksinasi ini. BEM SI telah beberapa kali berkolaborasi dengan Polri melakukan kegiatan serupa. Di antaranya dua kali di Kampus Stan dengan total 2.500 dosis vaksin. 

Mantan Kapolda Banten ini berharap, kolaborasi Polri dengan BEM SI terus berlanjut dengan melibatkan simpul-simpul BEM Universitas yang ada di Indonesia.

“Harapan kita, target pencapaian dua juta dosis vaksinasi dalam sehari betul-betul bisa kita wujudkan,” tutur Sigit.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengingatkan tentang pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah yang level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah diturunkan menjadi level 3.

Sigit berharap, kondisi pengendalian Covid-19 di wilayah tersebut dapat dipertahankan, agar aktivitas masyarakat bisa lebih luas lagi.

“Salah satunya adalah bagaimana masyarakat yang kemudian melaksanakan aktivitas utamanya di bidang pendidikan harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” beber Sigit.

Yang terpenting, wanti-wantinya, dalam melakukan kegiatan pendidikan yang betul-betul diyakini adalah peserta didik dalam kondisi aman, memiliki imunitas yang lebih untuk menghadapi Covid-19 dengan cara divaksin.

“Ini adalah kesempatan bagi kita semua apabila memang kegiatan-kegiatan yang bersifat luring ingin dilonggarkan syaratnya adalah harus sudah vaksin,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Vaksin sendiri, akan menjadi salah satu syarat dalam berbagai bidang aktivitas masyarakat. Aplikasi PeduliLindungi akan dipasang di seluruh sektor-sektor yang ada aktivitas kegiatan masyarakat.

Dengan begitu, mau tidak mau masyarakat harus mau ikut vaksin agar bisa melaksanakan aktivitasnya dengan aman, dan memberikan keyakinan sudah terlindungi dari pandemi Covid-19.

“Dalam kesempatan ini, saya gelorakan kembali ajakan untuk menjaga protokol kesehatan ‘Ayo pakai Masker, Ayo Segera Vaksin’,” tandas Sigit.

Dalam kegiatan vaksinasi massal bersama BEM SI di Universitas Esa Unggul ini, sebanyak 1.000 dosis vaksin sinovac disediakan dengan target mahasiswa maupun masyarakat umum dengan bantuan 42 orang tenaga vaksinator.

Selain menggelar vaksinasi, Polri juga menyerahkan paket sembako yang diberikan kepada mereka yang telah divaksin. [OKT]

]]> .
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi massal kolaborasi antara Polri dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di Universitas Esa Unggul, Jakarta Barat, Rabu (1/9).

Kapolri berharap, sinergi Polri dengan BEM SI terus berlanjut dalam mengakselerasikan percepatan vaksinasi massal. Dengan begitu, target kekebalan komunal atau herd immunity serta dua juta dosis vaksin per hari akan segera terwujud.

“Tentunya ini perlu kerja keras, sinergitas dengan seluruh elemen sehingga progres ini bisa berjalan dengan baik,” ujar Kapolri dalam tinjauannya.

Sigit mengapresiasi peran aktif BEM SI dalam upaya percepatan vaksinasi ini. BEM SI telah beberapa kali berkolaborasi dengan Polri melakukan kegiatan serupa. Di antaranya dua kali di Kampus Stan dengan total 2.500 dosis vaksin. 

Mantan Kapolda Banten ini berharap, kolaborasi Polri dengan BEM SI terus berlanjut dengan melibatkan simpul-simpul BEM Universitas yang ada di Indonesia.

“Harapan kita, target pencapaian dua juta dosis vaksinasi dalam sehari betul-betul bisa kita wujudkan,” tutur Sigit.

Dalam kesempatan ini, dia juga mengingatkan tentang pembelajaran tatap muka (PTM) di wilayah yang level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah diturunkan menjadi level 3.

Sigit berharap, kondisi pengendalian Covid-19 di wilayah tersebut dapat dipertahankan, agar aktivitas masyarakat bisa lebih luas lagi.

“Salah satunya adalah bagaimana masyarakat yang kemudian melaksanakan aktivitas utamanya di bidang pendidikan harus melaksanakan protokol kesehatan secara ketat,” beber Sigit.

Yang terpenting, wanti-wantinya, dalam melakukan kegiatan pendidikan yang betul-betul diyakini adalah peserta didik dalam kondisi aman, memiliki imunitas yang lebih untuk menghadapi Covid-19 dengan cara divaksin.

“Ini adalah kesempatan bagi kita semua apabila memang kegiatan-kegiatan yang bersifat luring ingin dilonggarkan syaratnya adalah harus sudah vaksin,” ujar mantan Kabareskrim Polri ini.

Vaksin sendiri, akan menjadi salah satu syarat dalam berbagai bidang aktivitas masyarakat. Aplikasi PeduliLindungi akan dipasang di seluruh sektor-sektor yang ada aktivitas kegiatan masyarakat.

Dengan begitu, mau tidak mau masyarakat harus mau ikut vaksin agar bisa melaksanakan aktivitasnya dengan aman, dan memberikan keyakinan sudah terlindungi dari pandemi Covid-19.

“Dalam kesempatan ini, saya gelorakan kembali ajakan untuk menjaga protokol kesehatan ‘Ayo pakai Masker, Ayo Segera Vaksin’,” tandas Sigit.

Dalam kegiatan vaksinasi massal bersama BEM SI di Universitas Esa Unggul ini, sebanyak 1.000 dosis vaksin sinovac disediakan dengan target mahasiswa maupun masyarakat umum dengan bantuan 42 orang tenaga vaksinator.

Selain menggelar vaksinasi, Polri juga menyerahkan paket sembako yang diberikan kepada mereka yang telah divaksin. [OKT]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories