Kapasitas Tempat Tidur Mulai Longgar Wisma Atlet Bakal Terima OTG Lagi .

Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, me­mutuskan kembali menerima orang tanpa gejala atau OTG Covid-19. Soalnya, keterpakaian tempat tidur di RSD itu sudah menurun.

Kepala Sekretariat RSD Covid-19 Wisma Atlet Tjahja Nurrobi mengungkapkan, ting­kat keterpakaian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) berada di angka 50 persen.

“Rencana, kebijakan dari pimpinan, dalam waktu dekat kita akan menerima lagi pasien-pasien yang tanpa gejala, karena sudah ada penurunan BOR itu,” ujar Tjahja dalam talk show Update RS Darurat Wisma Atlet: Dampak PPKM Terhadap Tingkat Hunian Rumah Sakit, yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, kemarin.

Para pasien OTG Covid-19 yang kini dirawat di Wisma Atlet Pademangan, akan dipindahkan ke Wisma Atlet Kemayoran. Nantinya, Wisma Atlet Pademangan hanya me­nampung pasien Covid-19 dari luar negeri atau Warga Negara Indonesia (WNI) yang direpatriasi.

Tjahja berharap, kebijakan ini mampu mengurangi klaster-klaster Covid-19 seperti klaster keluarga, yang kerap muncul karena rumah tak memadai untuk isolasi mandiri.

Selain soal BOR, Tjahja juga menyebut, ada penurunan penularan Corona terhadap para tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet.

“Terakhir itu Desember, paling banyak. Tapi setelah itu jarang sekali ada tenaga kesehatan (nakes) yang tertular,” ungkapnya.

 

Meski begitu, RSD tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus pasca libur Imlek. “Ini akan kita tunggu dua minggu setelah long week­end. Mudah-mudahan tidak ada peningkatan,” harap Tjahja.

Sebagai informasi, pasien Covid-19 yang dirawat inap di tower 4, 5, 6 dan 7 RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat mencapai 3.284 orang. Bertambah 64 pasien dari data sebe­lumnya masih 3.220 orang.

Data ini disampaikan Perwira penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian melalui keterangan tertulis, kemarin. Dari 3.284 pasien Covid-19 yang dirawat inap, 1.709 di antaranya merupakan pria dan 1.575 wanita.

Dalam acara yang sama, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr Lia G Partakusuma mengatakan, ruang Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit rujukan Covid-19, masih penuh.

“Saat ini angkanya, terutama di Pulau Jawa, masih penuh,” ungkap Lia.

Menurut Lia, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit seperti di Bekasi dan di Jakarta masih berada di atas 60 persen.

Berbeda dengan keterisian ruang ICU Covid-19, keteri­sian tempat tidur isolasi di RS justru menurun. Hal itu terjadi karena perbandingan jumlah pasien dengan kapasi­tas tempat tidur isolasi mengalami penurunan. “Ada yang sudah di bawah 60 persen,” imbuhnya. [JAR]

]]> .
Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, me­mutuskan kembali menerima orang tanpa gejala atau OTG Covid-19. Soalnya, keterpakaian tempat tidur di RSD itu sudah menurun.

Kepala Sekretariat RSD Covid-19 Wisma Atlet Tjahja Nurrobi mengungkapkan, ting­kat keterpakaian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) berada di angka 50 persen.

“Rencana, kebijakan dari pimpinan, dalam waktu dekat kita akan menerima lagi pasien-pasien yang tanpa gejala, karena sudah ada penurunan BOR itu,” ujar Tjahja dalam talk show “Update RS Darurat Wisma Atlet: Dampak PPKM Terhadap Tingkat Hunian Rumah Sakit, yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, kemarin.

Para pasien OTG Covid-19 yang kini dirawat di Wisma Atlet Pademangan, akan dipindahkan ke Wisma Atlet Kemayoran. Nantinya, Wisma Atlet Pademangan hanya me­nampung pasien Covid-19 dari luar negeri atau Warga Negara Indonesia (WNI) yang direpatriasi.

Tjahja berharap, kebijakan ini mampu mengurangi klaster-klaster Covid-19 seperti klaster keluarga, yang kerap muncul karena rumah tak memadai untuk isolasi mandiri.

Selain soal BOR, Tjahja juga menyebut, ada penurunan penularan Corona terhadap para tenaga kesehatan di RSD Wisma Atlet.

“Terakhir itu Desember, paling banyak. Tapi setelah itu jarang sekali ada tenaga kesehatan (nakes) yang tertular,” ungkapnya.

 

Meski begitu, RSD tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan kasus pasca libur Imlek. “Ini akan kita tunggu dua minggu setelah long week­end. Mudah-mudahan tidak ada peningkatan,” harap Tjahja.

Sebagai informasi, pasien Covid-19 yang dirawat inap di tower 4, 5, 6 dan 7 RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat mencapai 3.284 orang. Bertambah 64 pasien dari data sebe­lumnya masih 3.220 orang.

Data ini disampaikan Perwira penerangan Kogabwilhan-I Kolonel Marinir Aris Mudian melalui keterangan tertulis, kemarin. Dari 3.284 pasien Covid-19 yang dirawat inap, 1.709 di antaranya merupakan pria dan 1.575 wanita.

Dalam acara yang sama, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) dr Lia G Partakusuma mengatakan, ruang Intensive Care Unit (ICU) di rumah sakit rujukan Covid-19, masih penuh.

“Saat ini angkanya, terutama di Pulau Jawa, masih penuh,” ungkap Lia.

Menurut Lia, angka keterisian tempat tidur di rumah sakit seperti di Bekasi dan di Jakarta masih berada di atas 60 persen.

Berbeda dengan keterisian ruang ICU Covid-19, keteri­sian tempat tidur isolasi di RS justru menurun. Hal itu terjadi karena perbandingan jumlah pasien dengan kapasi­tas tempat tidur isolasi mengalami penurunan. “Ada yang sudah di bawah 60 persen,” imbuhnya. [JAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories