Kalau Masuk Kabinet Indonesia Maju PAN Ngaku Pantang Cawe-cawe .

Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan, bersedia mengirimkan kader terbaiknya menjadi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu, demi membantu pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Syaratnya, diberikan peran maksimal.

“Kalau diminta masuk kabinet, tentu sesuatu hal yang baik. Tapi, jangan cuma menambal pembagian jatah politik,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sekaligus Juru Bicara PAN, Widdi Aswindi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, setiap rakyat Indonesia pasti ingin, agar pemerintah berjalan baik dan berhasil. Hal ini sejalan dengan amanat Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan yang ingin membangun bangsa yang sudah terpecah.

“Siapapun kader yang dipercaya, pasti seseorang yang dianggap bermanfaat bagi negara. PAN juga tidak akan merecoki kader yang dipilih, karena pemerintah butuh support,” tegasnya.

Ketika ditanya, apakah sudah ada komunikasi dengan istana? Widdi berkelit. “Nggak bisa ngomong soal itu ya. Mudah-mudahan secepatnyalah,” ucapnya.

Sementara Ketua DPP PAN, Ahmad Najib Qodratullah mengatakan, jika reshuffle kabinet merupakan kebijakan dan kewenangan Presiden Jokowi. PAN tidak ingin mencampuri, apalagi melakukan intervensi kebijakan presiden.

Kalaupun memang benar diajak bergabung ke pemerintah, PAN tentu akan senang dan bangga. Setidaknya, PAN bisa berkontribusi nyata dalam meningkatkan kinerja kabinet, dan bisa memenuhi target Jokowi tercapai dan ruang koordinasi berjalan tidak sendiri. “Kalau ada kader kita yang dipilih, tentu kita patut berbangga juga,” aku dia.

Ditanya apakah PAN sudah dipanggil ke istana untuk menyetorkan nama-nama menteri. “Sekali lagi, itu kewenangan presiden dan ketum. Sebagai kader, kita mempersiapkan diri mendukung penuh kebijakan yang ada,” kelitnya. [REN]

]]> .
Partai Amanat Nasional (PAN) menegaskan, bersedia mengirimkan kader terbaiknya menjadi menteri di Kabinet Indonesia Bersatu, demi membantu pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Syaratnya, diberikan peran maksimal.

“Kalau diminta masuk kabinet, tentu sesuatu hal yang baik. Tapi, jangan cuma menambal pembagian jatah politik,” tegas Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP), sekaligus Juru Bicara PAN, Widdi Aswindi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurutnya, setiap rakyat Indonesia pasti ingin, agar pemerintah berjalan baik dan berhasil. Hal ini sejalan dengan amanat Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan yang ingin membangun bangsa yang sudah terpecah.

“Siapapun kader yang dipercaya, pasti seseorang yang dianggap bermanfaat bagi negara. PAN juga tidak akan merecoki kader yang dipilih, karena pemerintah butuh support,” tegasnya.

Ketika ditanya, apakah sudah ada komunikasi dengan istana? Widdi berkelit. “Nggak bisa ngomong soal itu ya. Mudah-mudahan secepatnyalah,” ucapnya.

Sementara Ketua DPP PAN, Ahmad Najib Qodratullah mengatakan, jika reshuffle kabinet merupakan kebijakan dan kewenangan Presiden Jokowi. PAN tidak ingin mencampuri, apalagi melakukan intervensi kebijakan presiden.

Kalaupun memang benar diajak bergabung ke pemerintah, PAN tentu akan senang dan bangga. Setidaknya, PAN bisa berkontribusi nyata dalam meningkatkan kinerja kabinet, dan bisa memenuhi target Jokowi tercapai dan ruang koordinasi berjalan tidak sendiri. “Kalau ada kader kita yang dipilih, tentu kita patut berbangga juga,” aku dia.

Ditanya apakah PAN sudah dipanggil ke istana untuk menyetorkan nama-nama menteri. “Sekali lagi, itu kewenangan presiden dan ketum. Sebagai kader, kita mempersiapkan diri mendukung penuh kebijakan yang ada,” kelitnya. [REN]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories