KAI Kembangkan Transportasi Massal Di Jabodetabek

PT Kereta Api Indonesia (Persero)  berkolaborasi dengan berbagai pihak mengembangkan transportasi massal di Jabodetabek. 

Kolaborasi antara KAI, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan pihak Swasta dalam membangun suatu ekosistem transportasi yang terintegrasi akan memberikan peningkatan pelayanan kepada para pengguna transportasi umum.

Integrasi infrastruktur tersebut, ditandai dengan telah diresmikannya penataan kawasan Stasiun Tebet dan Palmerah oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Stasiun Tebet, Rabu (29/9).

“KAI ingin berperan dalam meningkatkan kenyamanan transportasi massal bagi masyarakat. Kenyamanan tersebut hadir dalam bentuk integrase, baik infrastruktur maupun ticketingnya,” ujar Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo.

Menurutnya, kawasan Stasiun Tebet dan Stasiun Palmerah setelah ditata akan mempermudah para pengguna KRL saat akan melanjutkan perjalanannya menggunakan transportasi umum lainnya. 

Selain itu, penataan ini juga akan membuat kawasan di sekitar stasiun akan lebih teratur dan tertib sehingga dapat mengurangi kemacetan yang sebelumnya kerap timbul pada kawasan tersebut.

Penataan kawasan stasiun juga akan memberikan nilai tambah bagi lingkungan di sekitar stasiun, sehingga dapat membantu pemulihan perekonomian masyarakat melalui meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna transportasi umum dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami harap penataan di kawasan stasiun yang dilakukan bersama-sama ini tidak hanya bermanfaat bagi pengguna KRL saja, tetapi juga bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar stasiun yang juga terdampak dengan adanya pandemi Covid-19,” kata Didiek.

Pada kegiatan ini pula dicanangkan Kartu dan Aplikasi JakLingko yang nantinya akan memberikan kemudahan para pengguna transportasi umum pada saat melakukan perjalanan. 

Kartu dan Aplikasi JakLingko akan menghadirkan integrasi tarif yang terjangkau antarmoda transportasi hingga tarif khusus untuk berbagai profil pengguna.

KAI mendukung penuh inovasi ini, karena akan meningkatkan kenyamanan para pengguna transportasi umum khususnya KRL karena akan semakin mudah untuk bertransaksi pada berbagai moda transportasi umum dalam satu platform.

Selanjutnya, dengan pencanangan Serambi Temu Dukuh Atas atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) oleh PT Moda Integrasi Moda Transportasi Jabodetabek, akan memudahkan para pengguna transportasi umum karena akan mengintegrasikan 2 stasiun yaitu Stasiun KRL Sudirman menuju Stasiun LRT Dukuh Atas. 

“JPM ini direncanakan memiliki fasilitas yang ramah pejalan kaki, ramah pesepeda, menyediakan area komersial, dan merupakan ruang kolaborasi masyarakat,” katanya.

Kemudian, lanjut Didie LRT Jabodebek akan melayani masyarakat melalui 18 stasiun dari Stasiun Harjamukti dan Jatimulya hingga ke Stasiun Dukuh Atas. 

KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan LRT Jabodebek beroperasi pada waktu yang ditentukan yaitu pertengahan 2022.

Didiek mengatakan, KRL yang selama ini menjadi tulang punggung masyarakat di wilayah Jabodetabek, nantinya akan ditopang dengan kehadiran LRT Jabodebek, di mana kedua moda transportasi ini perlu diintegrasikan agar dapat melayani lebih banyak masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat membuat masyarakat beralih untuk menggunakan transportasi massal,” tutup Didiek. [KPJ]
 

]]> PT Kereta Api Indonesia (Persero)  berkolaborasi dengan berbagai pihak mengembangkan transportasi massal di Jabodetabek. 

Kolaborasi antara KAI, Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, BUMN, BUMD, dan pihak Swasta dalam membangun suatu ekosistem transportasi yang terintegrasi akan memberikan peningkatan pelayanan kepada para pengguna transportasi umum.

Integrasi infrastruktur tersebut, ditandai dengan telah diresmikannya penataan kawasan Stasiun Tebet dan Palmerah oleh Menteri BUMN, Erick Thohir, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Stasiun Tebet, Rabu (29/9).

“KAI ingin berperan dalam meningkatkan kenyamanan transportasi massal bagi masyarakat. Kenyamanan tersebut hadir dalam bentuk integrase, baik infrastruktur maupun ticketingnya,” ujar Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo.

Menurutnya, kawasan Stasiun Tebet dan Stasiun Palmerah setelah ditata akan mempermudah para pengguna KRL saat akan melanjutkan perjalanannya menggunakan transportasi umum lainnya. 

Selain itu, penataan ini juga akan membuat kawasan di sekitar stasiun akan lebih teratur dan tertib sehingga dapat mengurangi kemacetan yang sebelumnya kerap timbul pada kawasan tersebut.

Penataan kawasan stasiun juga akan memberikan nilai tambah bagi lingkungan di sekitar stasiun, sehingga dapat membantu pemulihan perekonomian masyarakat melalui meningkatnya mobilitas masyarakat pengguna transportasi umum dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Kami harap penataan di kawasan stasiun yang dilakukan bersama-sama ini tidak hanya bermanfaat bagi pengguna KRL saja, tetapi juga bagi para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar stasiun yang juga terdampak dengan adanya pandemi Covid-19,” kata Didiek.

Pada kegiatan ini pula dicanangkan Kartu dan Aplikasi JakLingko yang nantinya akan memberikan kemudahan para pengguna transportasi umum pada saat melakukan perjalanan. 

Kartu dan Aplikasi JakLingko akan menghadirkan integrasi tarif yang terjangkau antarmoda transportasi hingga tarif khusus untuk berbagai profil pengguna.

KAI mendukung penuh inovasi ini, karena akan meningkatkan kenyamanan para pengguna transportasi umum khususnya KRL karena akan semakin mudah untuk bertransaksi pada berbagai moda transportasi umum dalam satu platform.

Selanjutnya, dengan pencanangan Serambi Temu Dukuh Atas atau Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) oleh PT Moda Integrasi Moda Transportasi Jabodetabek, akan memudahkan para pengguna transportasi umum karena akan mengintegrasikan 2 stasiun yaitu Stasiun KRL Sudirman menuju Stasiun LRT Dukuh Atas. 

“JPM ini direncanakan memiliki fasilitas yang ramah pejalan kaki, ramah pesepeda, menyediakan area komersial, dan merupakan ruang kolaborasi masyarakat,” katanya.

Kemudian, lanjut Didie LRT Jabodebek akan melayani masyarakat melalui 18 stasiun dari Stasiun Harjamukti dan Jatimulya hingga ke Stasiun Dukuh Atas. 

KAI terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan LRT Jabodebek beroperasi pada waktu yang ditentukan yaitu pertengahan 2022.

Didiek mengatakan, KRL yang selama ini menjadi tulang punggung masyarakat di wilayah Jabodetabek, nantinya akan ditopang dengan kehadiran LRT Jabodebek, di mana kedua moda transportasi ini perlu diintegrasikan agar dapat melayani lebih banyak masyarakat.

“Kolaborasi ini diharapkan dapat membuat masyarakat beralih untuk menggunakan transportasi massal,” tutup Didiek. [KPJ]
 
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories