Kadin Perlu Pemimpin Yang Buat Pemerintah Dan Pengusaha Nyaman Berkoordinasi

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memerlukan pemimpin yang mampu mensinergikan secara formal maupun informal antara program pembangunan yang dilakukan pemerintah dan pengembangan Kadin sebagai rumah bagi pengusaha nasional. 

Hal itu disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Menurutnya, pemerintah sangat membutuhkan kehadiran Kadin sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Figur yang paling pas untuk menjalankan tugas itu adalah Pak Arsjad Rasjid. Terus terang, saya mendukung Pak Arsjad untuk memimpin Kadin Indonesia, periode 2021-2026,” kata Bahlil di Jakarta.

Rencananya, pada pekan pertama Juni 2021, Presiden Jokowi akan membuka secara resmi Munas VIII Kadin di Nusa Dua, Bali. Salah satu agendanya adalah memilih Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026.

Bahlil mengungkapkan, sebagai organisasi pengusaha nasional terbesar di Indonesia,  Kadin harus dikomandani pemimpin yang mumpuni, berintegritas dan memiliki rekam jejak yang baik. 

Selain itu, ketua umum Kadin juga harus mampu mengkombinasikan antara kebutuhan pemerintah dan dunia usaha, tanpa pretensi apa pun. 

“Tidak hanya pengusaha yang merasa nyaman, pemerintah pun nyaman berkoordinasi dengan Kadin. Kita harus ingat, pemerintah dan Kadin itu harus seiring sejalan, sebab pemerintah yang membentuk Kadin. Nah, syarat itu dimiliki Pak Arsjad,” tegas Bahlil. 

Menurutnya, Arsjad yang kini menjabat Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, memiliki visi yang jelas di bidang ekonomi, perindustrian, perdagangan dan investasi.

Selain itu, Direktur Utama PT Indika Energy Tbk ini juga memiliki komitmen yang tinggi untuk mengakselerasi program kesehatan, mendorong implementasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai sentra pertumbuhan baru, ekosistem berbasiskan data dan teknologi digital, industri pariwisata dan ekonomi kreatif, mendirikan innovation hub untuk berbagi ilmu, melakukan pelatihan dan mendorong usaha berorientasi ekspor.

“Pak Arsjad memiliki komitmen tinggi untuk berjalan bersama pemerintah serta menggencarkan arus masuk investasi di sektor yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini penting sekali karena menjadi tugas bersama,” pungkas Bahlil. [DWI]

]]> Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memerlukan pemimpin yang mampu mensinergikan secara formal maupun informal antara program pembangunan yang dilakukan pemerintah dan pengembangan Kadin sebagai rumah bagi pengusaha nasional. 

Hal itu disampaikan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia. Menurutnya, pemerintah sangat membutuhkan kehadiran Kadin sebagai mitra strategis dalam pembangunan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Figur yang paling pas untuk menjalankan tugas itu adalah Pak Arsjad Rasjid. Terus terang, saya mendukung Pak Arsjad untuk memimpin Kadin Indonesia, periode 2021-2026,” kata Bahlil di Jakarta.

Rencananya, pada pekan pertama Juni 2021, Presiden Jokowi akan membuka secara resmi Munas VIII Kadin di Nusa Dua, Bali. Salah satu agendanya adalah memilih Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2026.

Bahlil mengungkapkan, sebagai organisasi pengusaha nasional terbesar di Indonesia,  Kadin harus dikomandani pemimpin yang mumpuni, berintegritas dan memiliki rekam jejak yang baik. 

Selain itu, ketua umum Kadin juga harus mampu mengkombinasikan antara kebutuhan pemerintah dan dunia usaha, tanpa pretensi apa pun. 

“Tidak hanya pengusaha yang merasa nyaman, pemerintah pun nyaman berkoordinasi dengan Kadin. Kita harus ingat, pemerintah dan Kadin itu harus seiring sejalan, sebab pemerintah yang membentuk Kadin. Nah, syarat itu dimiliki Pak Arsjad,” tegas Bahlil. 

Menurutnya, Arsjad yang kini menjabat Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional, memiliki visi yang jelas di bidang ekonomi, perindustrian, perdagangan dan investasi.

Selain itu, Direktur Utama PT Indika Energy Tbk ini juga memiliki komitmen yang tinggi untuk mengakselerasi program kesehatan, mendorong implementasi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai sentra pertumbuhan baru, ekosistem berbasiskan data dan teknologi digital, industri pariwisata dan ekonomi kreatif, mendirikan innovation hub untuk berbagi ilmu, melakukan pelatihan dan mendorong usaha berorientasi ekspor.

“Pak Arsjad memiliki komitmen tinggi untuk berjalan bersama pemerintah serta menggencarkan arus masuk investasi di sektor yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Ini penting sekali karena menjadi tugas bersama,” pungkas Bahlil. [DWI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories