Kadin Dukung Upaya Pemerintah Wujudkan Ekonomi Hijau

Presiden Jokowi membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia, di BNDCC, Nusa Dua Bali, Jumat (3/12). Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, Kadin sangat penting bagi negara, terutama dalam struktur perekonomian nasional. Pentingnya peran Kadin terlihat dari kehadiran jajaran menteri yang hadir untuk berdiskusi mengenai ekonomi dalam Rapimnas 2021 ini.

Jokowi lalu memaparkan pentingnya mengatasi pandemi untuk membangkitkan ekonomi. “Tantangan terus ada. Jangan berpikir pandemi selesai. Kunci kemajuan kita adalah dengan menyelesaikan pandemi,” katanya.

Kepala Negara berpesan agar Kadin Indonesia ikut mendukung dan mensukseskan Presidensi G20 yang dipegang Indonesia. Fokus agenda yang akan dibawa soal arsitektur kesehatan global, transisi energi hijau, dan berkelanjutan serta mengenai digitalisasi.

Bandul ekonomi dunia, kata Jokowi, sudah bergerak ke ekonomi hijau. Indonesia harus mengejar itu, karena hampir semua negara maju hanya akan menerima produk bersertifikasi hijau dan renewable energy.

“Transisi energi kita harusnya mudah. Kita punya SDA berkelanjutan melimpah. Hydropower dengan 4.400 sungai. Dua sungai saja di Papua dan Kalimantan bisa menghasilkan 24 ribu megawatt dan 11 ribu megawatt. Sumber cadangan geothermal kita 29 ribu, baru dipakai 2 ribu. Ini sumber energi yang lama tidak kita sadari, dan sekarang harus diolah. Kadin Indonesia harus membantu,” ucap Jokowi.

Presiden juga berpesan, dalam rangka reformasi ekonomi utamanya pendampingan UMKM, Rapimnas Kadin Indonesia harus mendetailkan kebutuhan dan tantangan di lapangan untuk dapat dicocokkan dengan kebijakan pemerintah. Begitu juga dengan transformasi ekonomi menuju green energy, blue economy, green tourism, Rapimnas Kadin Indonesia harus bisa merumuskan, mendetailkan sehingga jika pas dengan kebijakan pemerintah akan menjadi kekuatan besar.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid berterima kasih atas kehadiran Jokowi dan jajaran menterinya dalam Rapimnas 2021 ini yang mengukuhkan kepengurusannya. Tercatat, hadir 10 menteri dalam Rapimnas ini. Di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan  Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Menkominfo Johnny G Plate.

“Kadin Indonesia mengapresiasi kerja keras Presiden dan pemerintah dalam menangani pandemi. Investasi dan ekspor kita mencatatkan angka yang luar biasa dan juga penguatan ekonomi domestik. Kami siap mendukung langkah Pemerintah memajukan ekonomi daerah dan nasional, terutama soal revisi Undang-Undang Cipta Kerja, kunci menumbuhkan investasi, membuka lapangan pekerjaan dan menghilangkan kemiskinan,” ujar Arsjad.

Melalui Rapimnas ini, kata Arsjad, Kadin menyelaraskan pikiran dan pokok-pokok gagasan untuk memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional. Kepengurusan Kadin Indonesia dibentuk untuk mendukung semua program Pemerintah. Ini sejalan dengan komitmen Kadin Indonesia yang kolaboratif dan inklusif serta memberikan masukan untuk menyempurnakan kebijakan Pemerintah.

Kadin Indonesia, kata Arsjad, akan merumuskan program-program unggulan berdasarkan 4 pilar utama, penguatan dan pemulihan sektor kesehatan,  pemberdayaan ekonomi daerah untuk memajukan ekonomi nasional, pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM serta komitmen untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim.

“Dukungan untuk itu kami membentuk Indonesia Impact Fund (IIF) atau dana dampak swasta pertama di Indonesia yang berinvestasi ke perusahaan rintisan (startup) dan UMKM untuk mempercepat tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG di Indonesia. Lalu pembentukan satuan tugas publik-swasta untuk penyusunan roadmap carbon market Indonesia,” ujarnya. 

Kadin Indonesia juga membentuk Kadin Net Zero Hub, yang menjadi pusat sumber daya bagi perusahaan swasta berbagi wawasan, pengetahuan, alat serta sumber daya lainnya dalam membangun Net Zero Journey. Langkah dukungan lain dari Kadin Indonesia yakni membangun ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi dan pendampingan kepada UMKM, membantu sosialisasi UU HPP dan Presidensi G20.

“Saat ini kita menghadapi dua peperangan sekaligus, perang kesehatan melawan pandemi dan perang ekonomi melawan ketertinggalan serta menuju Indonesia Maju. Kedua perang ini harus kita menangkan. Hal terpenting saat ini, kita harus memulihkan kesehatan. Ini tulang punggung ekonomi kita untuk bangkit di masa pandemi. Seperti presiden katakan, yakin dan optimis tahun depan ekonomi kita akan terus bangkit dan maju,” jelasnya. [USU]

]]> Presiden Jokowi membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia, di BNDCC, Nusa Dua Bali, Jumat (3/12). Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan, Kadin sangat penting bagi negara, terutama dalam struktur perekonomian nasional. Pentingnya peran Kadin terlihat dari kehadiran jajaran menteri yang hadir untuk berdiskusi mengenai ekonomi dalam Rapimnas 2021 ini.

Jokowi lalu memaparkan pentingnya mengatasi pandemi untuk membangkitkan ekonomi. “Tantangan terus ada. Jangan berpikir pandemi selesai. Kunci kemajuan kita adalah dengan menyelesaikan pandemi,” katanya.

Kepala Negara berpesan agar Kadin Indonesia ikut mendukung dan mensukseskan Presidensi G20 yang dipegang Indonesia. Fokus agenda yang akan dibawa soal arsitektur kesehatan global, transisi energi hijau, dan berkelanjutan serta mengenai digitalisasi.

Bandul ekonomi dunia, kata Jokowi, sudah bergerak ke ekonomi hijau. Indonesia harus mengejar itu, karena hampir semua negara maju hanya akan menerima produk bersertifikasi hijau dan renewable energy.

“Transisi energi kita harusnya mudah. Kita punya SDA berkelanjutan melimpah. Hydropower dengan 4.400 sungai. Dua sungai saja di Papua dan Kalimantan bisa menghasilkan 24 ribu megawatt dan 11 ribu megawatt. Sumber cadangan geothermal kita 29 ribu, baru dipakai 2 ribu. Ini sumber energi yang lama tidak kita sadari, dan sekarang harus diolah. Kadin Indonesia harus membantu,” ucap Jokowi.

Presiden juga berpesan, dalam rangka reformasi ekonomi utamanya pendampingan UMKM, Rapimnas Kadin Indonesia harus mendetailkan kebutuhan dan tantangan di lapangan untuk dapat dicocokkan dengan kebijakan pemerintah. Begitu juga dengan transformasi ekonomi menuju green energy, blue economy, green tourism, Rapimnas Kadin Indonesia harus bisa merumuskan, mendetailkan sehingga jika pas dengan kebijakan pemerintah akan menjadi kekuatan besar.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid berterima kasih atas kehadiran Jokowi dan jajaran menterinya dalam Rapimnas 2021 ini yang mengukuhkan kepengurusannya. Tercatat, hadir 10 menteri dalam Rapimnas ini. Di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan  Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Menkominfo Johnny G Plate.

“Kadin Indonesia mengapresiasi kerja keras Presiden dan pemerintah dalam menangani pandemi. Investasi dan ekspor kita mencatatkan angka yang luar biasa dan juga penguatan ekonomi domestik. Kami siap mendukung langkah Pemerintah memajukan ekonomi daerah dan nasional, terutama soal revisi Undang-Undang Cipta Kerja, kunci menumbuhkan investasi, membuka lapangan pekerjaan dan menghilangkan kemiskinan,” ujar Arsjad.

Melalui Rapimnas ini, kata Arsjad, Kadin menyelaraskan pikiran dan pokok-pokok gagasan untuk memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional. Kepengurusan Kadin Indonesia dibentuk untuk mendukung semua program Pemerintah. Ini sejalan dengan komitmen Kadin Indonesia yang kolaboratif dan inklusif serta memberikan masukan untuk menyempurnakan kebijakan Pemerintah.

Kadin Indonesia, kata Arsjad, akan merumuskan program-program unggulan berdasarkan 4 pilar utama, penguatan dan pemulihan sektor kesehatan,  pemberdayaan ekonomi daerah untuk memajukan ekonomi nasional, pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan UMKM serta komitmen untuk mendukung pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim.

“Dukungan untuk itu kami membentuk Indonesia Impact Fund (IIF) atau dana dampak swasta pertama di Indonesia yang berinvestasi ke perusahaan rintisan (startup) dan UMKM untuk mempercepat tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG di Indonesia. Lalu pembentukan satuan tugas publik-swasta untuk penyusunan roadmap carbon market Indonesia,” ujarnya. 

Kadin Indonesia juga membentuk Kadin Net Zero Hub, yang menjadi pusat sumber daya bagi perusahaan swasta berbagi wawasan, pengetahuan, alat serta sumber daya lainnya dalam membangun Net Zero Journey. Langkah dukungan lain dari Kadin Indonesia yakni membangun ekonomi kerakyatan melalui penguatan koperasi dan pendampingan kepada UMKM, membantu sosialisasi UU HPP dan Presidensi G20.

“Saat ini kita menghadapi dua peperangan sekaligus, perang kesehatan melawan pandemi dan perang ekonomi melawan ketertinggalan serta menuju Indonesia Maju. Kedua perang ini harus kita menangkan. Hal terpenting saat ini, kita harus memulihkan kesehatan. Ini tulang punggung ekonomi kita untuk bangkit di masa pandemi. Seperti presiden katakan, yakin dan optimis tahun depan ekonomi kita akan terus bangkit dan maju,” jelasnya. [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories