Kabar Liburan Imlek Negeri Tirai Bambu Penumpang Udara China Anjlok 45%, Belanja Naik 2 Kali Lipat

Lalu lintas penumpang udara China turun 45,16% tahun-ke-tahun, selama Tahun Baru Imlek. Hal ini diungkap regulator penerbangan pada Kamis (18/2/2021), dikutip Reuters.

Meski demikian, tanda-tanda pemulihan cepat muncul. Karena keberhasilan negara itu dalam membatasi penularan domestik virus Covid-19.

Jumlah penumpang mencapai 3,57 juta, selama periode liburan 7 hari. Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) mengatakan dalam pernyataan di situs webnya, faktor muatan rata-rata, kursi yang terisi mencapai 57,51%.

Namun, tanda-tanda peningkatan mulai muncul. Data CAAC menunjukkan, jumlah penerbangan kargo internasional selama periode 7 hari melonjak 212,48% year-on-year.

Data dari pialang Jefferies juga menunjukkan, kapasitas kursi penumpang domestik, yang selama sepekan 8 Februari merosot ke level terendah sejak Februari tahun lalu, diprediksi naik 65,5% pekan ini, dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Andrew Lee, analis ekuitas di Jefferies menjelaskan, dengan hanya satu kasus infeksi lokal di China sejak 7 Februari, dia memperkirakan, pembatasan perjalanan akan dilonggarkan.

Bahkan, pemerintah setempat menyatakan, meskipun warga China menahan diri untuk tidak bepergian selama liburan, namun di saat yang sama, mereka terus berbelanja.

Ini terlihat dari penjualan di sembilan toko bebas bea di pulau resor liburan Hainan, melebihi 1,5 miliar yuan ($ 232,27 juta) selama liburan 7 hari. Angka ini dua kali lipat dari liburan Tahun Baru Imlek pada 2019, sebelum adanya pandemi virus Corona.

Data pemerintah menunjukkan bahwa selama tujuh hari, 660 juta paket dikirimkan di negara itu, naik 260% dibanding periode Tahun Baru Imlek tahun lalu, ketika China berada di tengah gelombang pertama epidemi virus corona.

Belanja online, pengiriman ekspres, pendapatan box office, dan tur lokal mendapat dorongan kuat selama periode liburan, karena banyaknya orang yang menunda rencana perjalanan dan beralih ke bentuk perayaan lainnya, kata ANZ dalam sebuah catatan, Kamis.

“Berkat efek dasar yang rendah, penjualan ritel China untuk Januari-Februari tahun ini kemungkinan akan melaporkan pertumbuhan dua digit. Pertanyaan kuncinya adalah, apakah pasar kerja akan terus pulih dan mendukung momentum konsumsi,” kata Betty Wang, pengamat ekonomi senior tentang perekonomian China di ANZ. [RSM]

]]> Lalu lintas penumpang udara China turun 45,16% tahun-ke-tahun, selama Tahun Baru Imlek. Hal ini diungkap regulator penerbangan pada Kamis (18/2/2021), dikutip Reuters.

Meski demikian, tanda-tanda pemulihan cepat muncul. Karena keberhasilan negara itu dalam membatasi penularan domestik virus Covid-19.

Jumlah penumpang mencapai 3,57 juta, selama periode liburan 7 hari. Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) mengatakan dalam pernyataan di situs webnya, faktor muatan rata-rata, kursi yang terisi mencapai 57,51%.

Namun, tanda-tanda peningkatan mulai muncul. Data CAAC menunjukkan, jumlah penerbangan kargo internasional selama periode 7 hari melonjak 212,48% year-on-year.

Data dari pialang Jefferies juga menunjukkan, kapasitas kursi penumpang domestik, yang selama sepekan 8 Februari merosot ke level terendah sejak Februari tahun lalu, diprediksi naik 65,5% pekan ini, dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Andrew Lee, analis ekuitas di Jefferies menjelaskan, dengan hanya satu kasus infeksi lokal di China sejak 7 Februari, dia memperkirakan, pembatasan perjalanan akan dilonggarkan.

Bahkan, pemerintah setempat menyatakan, meskipun warga China menahan diri untuk tidak bepergian selama liburan, namun di saat yang sama, mereka terus berbelanja.

Ini terlihat dari penjualan di sembilan toko bebas bea di pulau resor liburan Hainan, melebihi 1,5 miliar yuan ($ 232,27 juta) selama liburan 7 hari. Angka ini dua kali lipat dari liburan Tahun Baru Imlek pada 2019, sebelum adanya pandemi virus Corona.

Data pemerintah menunjukkan bahwa selama tujuh hari, 660 juta paket dikirimkan di negara itu, naik 260% dibanding periode Tahun Baru Imlek tahun lalu, ketika China berada di tengah gelombang pertama epidemi virus corona.

Belanja online, pengiriman ekspres, pendapatan box office, dan tur lokal mendapat dorongan kuat selama periode liburan, karena banyaknya orang yang menunda rencana perjalanan dan beralih ke bentuk perayaan lainnya, kata ANZ dalam sebuah catatan, Kamis.

“Berkat efek dasar yang rendah, penjualan ritel China untuk Januari-Februari tahun ini kemungkinan akan melaporkan pertumbuhan dua digit. Pertanyaan kuncinya adalah, apakah pasar kerja akan terus pulih dan mendukung momentum konsumsi,” kata Betty Wang, pengamat ekonomi senior tentang perekonomian China di ANZ. [RSM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories