Kabar Gembira Buat Seluruh Aparatur Negara, Jokowi Sudah Teken PP Soal Gaji Ke-13 Dan THR

Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah soal pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi seluruh aparatur negara.

“Saya telah menandatangani PP yang menetapkan pemberian THR dan gaji ke-13 untuk aparatur negara baik itu PNS, CPNS, TNI, Polri dan pejabat negara, pensiunan, penerima pensiun, penerima tunjangan, pada hari Rabu 28 April kemarin,” kata Presiden Jokowi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, seperti disiarkan langsung Sekretariat Presiden, Kamis (29/4).

Pemberian THR ini menjadi program pemerintah untuk meningkatkan konsumsi dan daya beli masyarakat, yang dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, momentum konsumsi tinggi di masa Ramadan dan Idul Fitri, diharapkan dapat turut memulihkan kegiatan sektor-sektor perekonomian. Serta menggerakkan konsumsi domestik.

“Kita harapkan, ini bisa segera dinaikkan pertumbuhan ekonomi kita,” tandas Jokowi.

THR tersebut akan dibayarkan sejak 10 hari kerja sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Sedangkan gaji ke-13 akan disalurkan menjelang Tahun Ajaran Baru bagi pelajar.

Dalam APBN 2021, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 dapat mencapai 4,5 hingga 5,5 persen.

Tahun 2020, ekonomi domestik terkontraksi hingga minus 2,07 persen.

Pemerintah juga telah menerbitkan ketentuan pembayaran THR bagi korporasi, melalui Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021. [HES]

]]> Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah soal pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi seluruh aparatur negara.

“Saya telah menandatangani PP yang menetapkan pemberian THR dan gaji ke-13 untuk aparatur negara baik itu PNS, CPNS, TNI, Polri dan pejabat negara, pensiunan, penerima pensiun, penerima tunjangan, pada hari Rabu 28 April kemarin,” kata Presiden Jokowi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, seperti disiarkan langsung Sekretariat Presiden, Kamis (29/4).

Pemberian THR ini menjadi program pemerintah untuk meningkatkan konsumsi dan daya beli masyarakat, yang dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain itu, momentum konsumsi tinggi di masa Ramadan dan Idul Fitri, diharapkan dapat turut memulihkan kegiatan sektor-sektor perekonomian. Serta menggerakkan konsumsi domestik.

“Kita harapkan, ini bisa segera dinaikkan pertumbuhan ekonomi kita,” tandas Jokowi.

THR tersebut akan dibayarkan sejak 10 hari kerja sebelum Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Sedangkan gaji ke-13 akan disalurkan menjelang Tahun Ajaran Baru bagi pelajar.

Dalam APBN 2021, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 dapat mencapai 4,5 hingga 5,5 persen.

Tahun 2020, ekonomi domestik terkontraksi hingga minus 2,07 persen.

Pemerintah juga telah menerbitkan ketentuan pembayaran THR bagi korporasi, melalui Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021. [HES]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories