Josua Sirait, Pembaca Daftar Riwayat Hidup Cucu Deklarator Terakhir PDIP

Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) Sabam Sirait dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (3/10). Ada sejumlah hal menarik saat pemakaman deklarator terakhir PDI dan PDI Perjuangan itu.

Cucu tertua Sabam Sirait, didapuk untuk membacakan daftar riwayat hidup sang kakek di depan para pelayat yang hadir di pemakaman. Sengan lugas dan percaya diri Josua membacakan riwayat hidup Sabam Sirait selama hidupnya.

Dari penelusuran, cucu tertua Almarhum Sabam Sirait itu ternyata lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia (UI). Putra dari politisi Maruarar Sirait itu lulus dari UI tahun 2020.

Josua tergolong anak pendiam namun tegas. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 malam, Josua masih termenung sendirian di lokasi pemakaman kakeknya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Josua lagi-lagi lebih banyak diam dan termenung. Seolah dia tak ingin melepas sang kakek. Dia pun memberikan penghormatan terakhir buat sang kakek yang luar biasa.

“Selamat jalan Opung (Kakek),” guman Josua singkat. Malam makin larut, Josua tampak lagi-lagi terlihat berdiri tegak tak jauh dari makam Almarhum Sabam Sirait.

“Opung adalah inspirasi kami. Kami sayang Opung,” ucapnya sambil berbalik untuk mengikuti ayah, ibu, dan adiknya yang sudah terlebih dulu berjalan meninggalkan lokasi pemakaman almarhum Sabam Sirait.

Sabam Sirait wafat pada Rabu sekitar pukul 22.37 malam. Sabam wafat pada usia 85 tahun. Sabam Sirait lahir di Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936. Semasa hidupnya Sabam menempati jabatan penting di negara ini.

 

Sabam merupakan anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, anggota DPR RI periode 1973-1982, anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993, dan anggota DPR RI periode 1992-2009.

Jejak politik almarhum dimulai saat menjadi pejabat Sekjen Partai Kristen Indonesia atau Parkindo periode 1963 hingga 1967 serta Sekjen Parkindo periode 1967-1973.

Sabam kemudian menjadi salah satu penandatangan deklarasi pembentukan Partai Demokrasi Indonesia pada 10 Januari 1973. Bahkan, Sabam menjadi sekjen pertama partai tersebut.

Sabam mengemban jabatan sebagai Sekjen PDI selama tiga periode hingga 1986. Sabam juga salah satu deklarator PDI dan PDI Perjuangan. [TIF]

]]> Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) Sabam Sirait dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (3/10). Ada sejumlah hal menarik saat pemakaman deklarator terakhir PDI dan PDI Perjuangan itu.

Cucu tertua Sabam Sirait, didapuk untuk membacakan daftar riwayat hidup sang kakek di depan para pelayat yang hadir di pemakaman. Sengan lugas dan percaya diri Josua membacakan riwayat hidup Sabam Sirait selama hidupnya.

Dari penelusuran, cucu tertua Almarhum Sabam Sirait itu ternyata lulusan Sarjana Hukum dari Universitas Indonesia (UI). Putra dari politisi Maruarar Sirait itu lulus dari UI tahun 2020.

Josua tergolong anak pendiam namun tegas. Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 malam, Josua masih termenung sendirian di lokasi pemakaman kakeknya di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Josua lagi-lagi lebih banyak diam dan termenung. Seolah dia tak ingin melepas sang kakek. Dia pun memberikan penghormatan terakhir buat sang kakek yang luar biasa.

“Selamat jalan Opung (Kakek),” guman Josua singkat. Malam makin larut, Josua tampak lagi-lagi terlihat berdiri tegak tak jauh dari makam Almarhum Sabam Sirait.

“Opung adalah inspirasi kami. Kami sayang Opung,” ucapnya sambil berbalik untuk mengikuti ayah, ibu, dan adiknya yang sudah terlebih dulu berjalan meninggalkan lokasi pemakaman almarhum Sabam Sirait.

Sabam Sirait wafat pada Rabu sekitar pukul 22.37 malam. Sabam wafat pada usia 85 tahun. Sabam Sirait lahir di Tanjungbalai, Sumatera Utara, 13 Oktober 1936. Semasa hidupnya Sabam menempati jabatan penting di negara ini.

 

Sabam merupakan anggota DPR Gotong Royong (DPR-GR) periode 1967-1973, anggota DPR RI periode 1973-1982, anggota Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia (DPA-RI) periode 1983-1993, dan anggota DPR RI periode 1992-2009.

Jejak politik almarhum dimulai saat menjadi pejabat Sekjen Partai Kristen Indonesia atau Parkindo periode 1963 hingga 1967 serta Sekjen Parkindo periode 1967-1973.

Sabam kemudian menjadi salah satu penandatangan deklarasi pembentukan Partai Demokrasi Indonesia pada 10 Januari 1973. Bahkan, Sabam menjadi sekjen pertama partai tersebut.

Sabam mengemban jabatan sebagai Sekjen PDI selama tiga periode hingga 1986. Sabam juga salah satu deklarator PDI dan PDI Perjuangan. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories