Joss…Efektivitas Vaksin Covid Sinovac Makin Terbukti

Kabar baik datang dari vaksin Covid Sinovac. Vaksin yang sejauh ini mendominasi program vaksinasi di Indonesia, kini makin terbukti efektivitasnya di dunia nyata. Tak terbatas di uji klinis semata.

Di Tanah Air, vaksin ini sudah disuntikkan ke banyak orang, terutama tenaga kesehatan, lansia, dan petugas publik. Informasi ini disampaikan dr. Adam Prabata, kandidat PhD Kobe University, Jepang via akun Instagramnya.

Adam mengungkap, berdasarkan data pemerintah Chile tahun 2021, vaksin Sinovac terbukti 67 persen mencegah Covid bergejala, 85 persen mencegah rawat inap karena Covid, 89 persen mencegah masuk ICU karena Covid, 80 persen mencegah kematian karena Covid.

Selain itu, berdasarkan data pemerintah Brazil tahun 2021, efektivitas vaksin Sinovac juga menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah dosis ke-2. Minggu ke-2 setelah dosis ke-2, efektivitasnya mencapai 50,7 persen. Minggu ke-3 naik jadi 51,8 persen, minggu ke-4 (68,4 persen), dan minggu ke-5 (73,8 persen).

“Efektivitas vaksin Sinovac semakin meningat dari minggu ke-2 hingga ke-5 setelah dosis ke-2,” kata Adam.

Lantas, bagaimana efektivitasnya terhadap mutasi virus?

Terkait hal ini, Adam menjelaskan, angka efektivitas vaksin Sinovac di Brazil diperoleh di tengah situasi penyebaran varian P1. Varian ini memiliki mutasi Eek alias E484K, yang diduga mampu menghindar dari jerat antibodi. Virus ini sudah tiba di Indonesia.

“Sehingga, vaksin Sinovac diduga tetap efektif dan mampu memberikan perlindungan dari mutasi virus penyebab Covid yang ada saat ini,” terang Adam. [HES]

]]> Kabar baik datang dari vaksin Covid Sinovac. Vaksin yang sejauh ini mendominasi program vaksinasi di Indonesia, kini makin terbukti efektivitasnya di dunia nyata. Tak terbatas di uji klinis semata.

Di Tanah Air, vaksin ini sudah disuntikkan ke banyak orang, terutama tenaga kesehatan, lansia, dan petugas publik. Informasi ini disampaikan dr. Adam Prabata, kandidat PhD Kobe University, Jepang via akun Instagramnya.

Adam mengungkap, berdasarkan data pemerintah Chile tahun 2021, vaksin Sinovac terbukti 67 persen mencegah Covid bergejala, 85 persen mencegah rawat inap karena Covid, 89 persen mencegah masuk ICU karena Covid, 80 persen mencegah kematian karena Covid.

Selain itu, berdasarkan data pemerintah Brazil tahun 2021, efektivitas vaksin Sinovac juga menunjukkan peningkatan yang signifikan setelah dosis ke-2. Minggu ke-2 setelah dosis ke-2, efektivitasnya mencapai 50,7 persen. Minggu ke-3 naik jadi 51,8 persen, minggu ke-4 (68,4 persen), dan minggu ke-5 (73,8 persen).

“Efektivitas vaksin Sinovac semakin meningat dari minggu ke-2 hingga ke-5 setelah dosis ke-2,” kata Adam.

Lantas, bagaimana efektivitasnya terhadap mutasi virus?

Terkait hal ini, Adam menjelaskan, angka efektivitas vaksin Sinovac di Brazil diperoleh di tengah situasi penyebaran varian P1. Varian ini memiliki mutasi Eek alias E484K, yang diduga mampu menghindar dari jerat antibodi. Virus ini sudah tiba di Indonesia.

“Sehingga, vaksin Sinovac diduga tetap efektif dan mampu memberikan perlindungan dari mutasi virus penyebab Covid yang ada saat ini,” terang Adam. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories