Jokowi Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Massal Di Senayan .

Presiden Jokowi didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi G. Sadikin meninjau program vaksinasi Covid-19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2).

Kegiatan vaksinasi massal ini digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta serta BUMN Bio Farma. 

Di sana, Jokowi menyempatkan berbincangdengan vaksinator maupun dengan peserta vaksinasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Proses pelaksanaan vaksinasi massal yang menargetkan 6.000 SDM Kesehatan di DKI Jakarta ini telah berlangsung dari pukul 08.30 WIB dan direncanakan akan selesai pada pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan data Kemenkes, hingga Rabu (3/2), Pemerintah telah berhasil menyuntikkan vaksin dosis pertama terhadap 646.026 orang SDM Kesehatan di seluruh Indonesia.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) terkait Penanganan Pandemi Covid-19 dan Tindak Lanjut Program Vaksinasi, Rabu (3/2/), Presiden menginstruksikan jajarannya untuk melakukan percepatan dalam pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.

“Presiden selanjutnya mendorong agar vaksinasi bisa ditingkatkan, baik dari segi volume maupun dari segi waktu sehingga herd immunity cepat bisa dapat dilaksanakan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai menghadiri SKP.

Terkait hal itu, imbuh Airlangga, Kemenkes akan terus melakukan perbaikan agar dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi yang menargetkan, 181,5 juta penduduk Indonesia ini sehingga kekebalan komunitas (herd immunity) dapat segera terwujud.

“Tadi disampaikan, Menkes akan meningkatkan mereka yang akan divaksinasi agar dalam satu tahun herd immunity ini bisa tercapai,” ujarnya.

Sampai saat ini, Pemerintah telah berhasil mendatangkan 28 juta dosis vaksin Sinovac yang diterima secara bertahap.
Pengiriman pertama pada 6 Desember 2020 berjumlah 1,2 juta dosis vaksin siap pakai. 

Lalu, pengiriman kedua, pada 31 Desember 2020 berjumlah 1,8 juta dosis vaksin siap pakai.  

Pengiriman ketiga pada 12 Januari 2021 berjumlah 15 juta dosis bahan baku vaksin, dan pada 2 Februari 2021 Indonesia kembali kedatangan 10 juta vaksin dalam bentuk bahan baku ditambah 1 juta dosis vaksin setengah jadi untuk overfilled.

Selain itu, pada kuartal I, Pemerintah juga akan menerima vaksin Covid -19 produksi AstraZeneca melalui kerja sama multilateral GAVI Covax Facility. 

Indonesia telah menerima konfirmasi mengenai indikasi alokasi tahap awal vaksin dengan mekanisme Covax Facility ini.

Sesuai dengan surat dari GAVI, di tahap awal, Indonesia akan menerima 13,7-23,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang akan dikirim melalui dua tahap, yaitu kuartal I, sebanyak 25-35 persen, dan kuartal II sebanyak 65-75 persen dari alokasi awal tersebut.

Secara keseluruhan, Pemerintah telah berhasil mengamankan 426 juta dosis vaksin dari beberapa produsen dan negara berbeda. 

Pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas, dan 3 ribu rumah sakit yang siap mendukung vaksinasi kepada 181,5 juta rakyat Indonesia. [NOV]

]]> .
Presiden Jokowi didampingi Menteri Kesehatan (Menkes) Budi G. Sadikin meninjau program vaksinasi Covid-19 massal di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/2).

Kegiatan vaksinasi massal ini digelar oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta serta BUMN Bio Farma. 

Di sana, Jokowi menyempatkan berbincangdengan vaksinator maupun dengan peserta vaksinasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Proses pelaksanaan vaksinasi massal yang menargetkan 6.000 SDM Kesehatan di DKI Jakarta ini telah berlangsung dari pukul 08.30 WIB dan direncanakan akan selesai pada pukul 15.30 WIB.

Berdasarkan data Kemenkes, hingga Rabu (3/2), Pemerintah telah berhasil menyuntikkan vaksin dosis pertama terhadap 646.026 orang SDM Kesehatan di seluruh Indonesia.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) terkait Penanganan Pandemi Covid-19 dan Tindak Lanjut Program Vaksinasi, Rabu (3/2/), Presiden menginstruksikan jajarannya untuk melakukan percepatan dalam pelaksanaan program vaksinasi Covid-19.

“Presiden selanjutnya mendorong agar vaksinasi bisa ditingkatkan, baik dari segi volume maupun dari segi waktu sehingga herd immunity cepat bisa dapat dilaksanakan,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto usai menghadiri SKP.

Terkait hal itu, imbuh Airlangga, Kemenkes akan terus melakukan perbaikan agar dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi yang menargetkan, 181,5 juta penduduk Indonesia ini sehingga kekebalan komunitas (herd immunity) dapat segera terwujud.

“Tadi disampaikan, Menkes akan meningkatkan mereka yang akan divaksinasi agar dalam satu tahun herd immunity ini bisa tercapai,” ujarnya.

Sampai saat ini, Pemerintah telah berhasil mendatangkan 28 juta dosis vaksin Sinovac yang diterima secara bertahap.
Pengiriman pertama pada 6 Desember 2020 berjumlah 1,2 juta dosis vaksin siap pakai. 

Lalu, pengiriman kedua, pada 31 Desember 2020 berjumlah 1,8 juta dosis vaksin siap pakai.  

Pengiriman ketiga pada 12 Januari 2021 berjumlah 15 juta dosis bahan baku vaksin, dan pada 2 Februari 2021 Indonesia kembali kedatangan 10 juta vaksin dalam bentuk bahan baku ditambah 1 juta dosis vaksin setengah jadi untuk overfilled.

Selain itu, pada kuartal I, Pemerintah juga akan menerima vaksin Covid -19 produksi AstraZeneca melalui kerja sama multilateral GAVI Covax Facility. 

Indonesia telah menerima konfirmasi mengenai indikasi alokasi tahap awal vaksin dengan mekanisme Covax Facility ini.

Sesuai dengan surat dari GAVI, di tahap awal, Indonesia akan menerima 13,7-23,1 juta dosis vaksin AstraZeneca yang akan dikirim melalui dua tahap, yaitu kuartal I, sebanyak 25-35 persen, dan kuartal II sebanyak 65-75 persen dari alokasi awal tersebut.

Secara keseluruhan, Pemerintah telah berhasil mengamankan 426 juta dosis vaksin dari beberapa produsen dan negara berbeda. 

Pemerintah juga telah menyiapkan sekitar 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas, dan 3 ribu rumah sakit yang siap mendukung vaksinasi kepada 181,5 juta rakyat Indonesia. [NOV]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories

Generated by Feedzy