Jokowi Resmikan 3 Pelabuhan Penyeberangan Wakatobi Mobilitas Rakyat Lebih Mudah, Angkutan Sembako Pun Lancar

Presiden Jokowi meresmikan tiga pelabuhan penyeberangan dan satu unit Kapal Roro di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, kemarin.

Tiga pelabuhan penyeberangan yang diresmikan, yaitu Pelabuhan Kaledupa, Tomia dan Binongko. Sementara, satu unit kapal penyeberangan yang dires­mikan, yaitu Kapal KMP Sultan Murhum II.

Jokowi didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Staf Utama Bidang Perhubungan Darat dan Konektivi­tas Budi Setiyadi dan Dirut ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi.

Jokowi mengatakan, dengan adanya pelabuhan dan kapal baru yang beroperasi, bisa se­makin memudahkan aktivitas dan mobilitas masyarakat.

“Utamanya untuk angkutan barang yang berkaitan dengan sembako dan konektivitas antar­pulau di Wakatobi, diharapkan semakin baik,” kata Jokowi.

Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan pelabuhan penyeberangan dan kapal di Wakatobi merupakan salah satu wujud negara hadir, melalui pembangunan transportasi yang Indonesia sentris.

Tiga pelabuhan ini dibangun menggunakan dana Surat Ber­harga Syariah Negara (SBSN) dan diselesaikan dalam waktu dua tahun.

“Kami bangun infrastruktur transportasi di pulau kecil dan terluar. Agar konektivitas bisa berjalan baik,” ujar BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi.

BKS berharap, keberadaan pelabuhan dan kapal ini akan mendukung Wakatobi sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Diharapkan dapat menumbuh­kan titik-titik ekonomi baru di Wakatobi dan sekitarnya.

 

Menurut BKS, kehadiran pelabuhan dan kapal ini sangat dinantikan masyarakat Wakatobi dan sekitarnya.

“Kami pastikan apa yang dibangun ini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di Wakatobi. Da­pat dimanfaatkan pula oleh para turis domestik dan mancanegara, untuk menikmati keindahan alam di Wakatobi,” tutur mantan Dirut Angkasa Pura ll ini.

Dengan diresmikannya satu unit kapal, Pelabuhan Wakatobi kini dilayani oleh dua kapal, yaitu KMP Bahtera Mas IIdan KMP Sultan Murhum II. Kedua kapal ini akan melayani lintas penye­berangan di Kabupaten Waka­tobi dengan rute Kamaru-Wanci-Kaledupa-Tomia-Binongko PP (Pulang Pergi).

Untuk meringankan masyarakat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memberikan subsidi Rp 17,9 miliar untuk pelayanan kapal penyeberangan di Wakatobi, yang dioperatori oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Melalui subisidi itu, diharapkan dapat memberikan tarif yang terjangkau bagi masyarakat.

Kemenhub berkomitmen mendukung tumbuhnya titik ekonomi baru, melalui penye­diaan sarana dan prasarana transportasi untuk membuka konektivitas antarwilayah di Wakatobi dan sekitarnya.

Jumlah pelabuhan di Indo­nesia saat ini sebanyak 2.439 pelabuhan pada 2020. Angka tersebut meningkat 38,6 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 1.760 pelabuhan. [KPJ]

]]> Presiden Jokowi meresmikan tiga pelabuhan penyeberangan dan satu unit Kapal Roro di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, kemarin.

Tiga pelabuhan penyeberangan yang diresmikan, yaitu Pelabuhan Kaledupa, Tomia dan Binongko. Sementara, satu unit kapal penyeberangan yang dires­mikan, yaitu Kapal KMP Sultan Murhum II.

Jokowi didampingi Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Staf Utama Bidang Perhubungan Darat dan Konektivi­tas Budi Setiyadi dan Dirut ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi.

Jokowi mengatakan, dengan adanya pelabuhan dan kapal baru yang beroperasi, bisa se­makin memudahkan aktivitas dan mobilitas masyarakat.

“Utamanya untuk angkutan barang yang berkaitan dengan sembako dan konektivitas antar­pulau di Wakatobi, diharapkan semakin baik,” kata Jokowi.

Budi Karya Sumadi mengatakan, pembangunan pelabuhan penyeberangan dan kapal di Wakatobi merupakan salah satu wujud negara hadir, melalui pembangunan transportasi yang Indonesia sentris.

Tiga pelabuhan ini dibangun menggunakan dana Surat Ber­harga Syariah Negara (SBSN) dan diselesaikan dalam waktu dua tahun.

“Kami bangun infrastruktur transportasi di pulau kecil dan terluar. Agar konektivitas bisa berjalan baik,” ujar BKS-sapaan akrab Budi Karya Sumadi.

BKS berharap, keberadaan pelabuhan dan kapal ini akan mendukung Wakatobi sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Diharapkan dapat menumbuh­kan titik-titik ekonomi baru di Wakatobi dan sekitarnya.

 

Menurut BKS, kehadiran pelabuhan dan kapal ini sangat dinantikan masyarakat Wakatobi dan sekitarnya.

“Kami pastikan apa yang dibangun ini dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di Wakatobi. Da­pat dimanfaatkan pula oleh para turis domestik dan mancanegara, untuk menikmati keindahan alam di Wakatobi,” tutur mantan Dirut Angkasa Pura ll ini.

Dengan diresmikannya satu unit kapal, Pelabuhan Wakatobi kini dilayani oleh dua kapal, yaitu KMP Bahtera Mas IIdan KMP Sultan Murhum II. Kedua kapal ini akan melayani lintas penye­berangan di Kabupaten Waka­tobi dengan rute Kamaru-Wanci-Kaledupa-Tomia-Binongko PP (Pulang Pergi).

Untuk meringankan masyarakat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memberikan subsidi Rp 17,9 miliar untuk pelayanan kapal penyeberangan di Wakatobi, yang dioperatori oleh PT ASDP Indonesia Ferry. Melalui subisidi itu, diharapkan dapat memberikan tarif yang terjangkau bagi masyarakat.

Kemenhub berkomitmen mendukung tumbuhnya titik ekonomi baru, melalui penye­diaan sarana dan prasarana transportasi untuk membuka konektivitas antarwilayah di Wakatobi dan sekitarnya.

Jumlah pelabuhan di Indo­nesia saat ini sebanyak 2.439 pelabuhan pada 2020. Angka tersebut meningkat 38,6 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 1.760 pelabuhan. [KPJ]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories