Jokowi Minta Mendag Pantau Harga Di Pasar Pak Zul, Migor Licin, Awas Kepleset Lho!

Belum genap satu bulan dilantik menjadi Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan sudah kena tegur Presiden Jokowi. Zul diminta fokus kerja dan rutin memantau harga minyak goreng (migor) di pasar. Karena urusan migor ini licin, Pak Zul hati-hati ya!

Teguran Jokowi ini keluar setelah muncul aksi Zul bagikan migor gratis di Lampung, Sabtu (9/7) diselipi dengan ajakan untuk memilih anaknya. Aksi Zul itu viral dan mendapat banyak kritikan.

Usai dilantik sebagai Mendag, Rabu (15/6) di Istana Negara, salah satu tugas yang diberikan Jokowi kepada Zul adalah menyelesaikan kisruh soal migor. Zul diberi waktu 1 bulan untuk menurunkan harga migor hingga ke angka Rp 14 ribu per liternya. Zul menyanggupi dan langsung membuat sejumlah gebrakan.

Di awal-awal kinerjanya, eks Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN itu, memilih blusukan ke sejumlah pasar tradisional untuk mengecek harga migor dan sejumlah kebutuhan pokok. Aksi blusukan Mendag baru itu, cukup efektif. Tak lama setelah itu, harga migor di pasar tradisional, khususnya di Pulau Jawa mulai menurun. migor kemasan di sejumlah tokoh ritel juga mulai turun.

Tak berhenti di situ, Zul tiba-tiba mengeluarkan produk “Minyakita”, sebagai solusi untuk menekan harga migor curah sekaligus bersaing dengan migor curah yang dijual di toko-toko ritel modern. Minyakita ini merupakan migor curah yang dijual dalam bentuk kemasan. Harga yang dipatok untuk 1 liter Minyakita tidak lebih dari Rp 14 ribu, sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi).

Namun, Minyakita inilah yang kemudian membuat Zul menjadi sorotan hingga akhirnya dapat teguran dari Jokowi. Tepatnya, saat Zul menghadiri acara pasar murah yang digelar PAN di Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (9/7). Selain Zul, acara itu juga dihadiri anak perempuannya, Futri Zulya Savitri yang merupakan pengurus DPP PAN sekaligus bakal caleg PAN Dapil Lampung I.

Dalam acara bertajuk PANsar Murah itu, Zul didampingi Futri membagikan Minyakita gratis kepada ibu-ibu. Zul berinteraksi dengan ibu-ibu dan menanyakan program minyak goreng murah di eranya sebagai Mendag. Ibu-ibu yang ditanya Zul menyebut mereka boleh membeli 2 liter Minyakita dengan harga Rp 10 ribu. Zul kemudian meminta ibu-ibu menyimpan saja uang Rp 10 ribu itu, karena 2 liter Minyakita bakal dibayar Futri.

“Sepuluh ribu dapatnya? Dua liter. Uang 10 ribu sudah bawa? Uangnya dikantongin. Rp 10 ribu yang nanggung Futri. Tuh, Futri. Kasih uangnya, kasih, kasih tuh sama tuan rumah,” ujar Zul.

Selanjutnya, Zul meminta ibu-ibu yang diberi 2 liter Minyakita gratis memilih Futri. “Tapi nanti milih Futri ya, oke? Kalau milih Futri, entar 2 bulan ada deh ginian,” imbuh Zul dijawab ‘oke’ oleh ibu-ibu yang hadir.

 

Video Zul yang bagikan Minyakita gratis sambil kampanyekan anaknya itu, kemudian tersebar di dunia maya. Banyak pihak yang mengecam aksi Zul karena dianggap memanfaatkan jabatannya sebagai Mendag untuk kepentingan pribadi demi memuluskan langkah putrinya menjadi anggota DPR. 

Waketum PKB, Zazilul Fawaid menilai sepak terjang Zul sudah keterlaluan. Harusnya, Zul sadar bahwa jabatannya sebagai Mendag melekat, sekalipun dirinya Ketum PAN. Sehingga yang harus dikedepankan adalah etika berpolitik.

“Kalau Bahasa Jawa ‘ngono yo ngono, tapi ojo ngono‘. Artinya jangan keterlaluan. Kami melihat ketum partai memang boleh berkampanye, tapi jangan begitu banget. Itu bisa bikin malu,” kritik Jazilul.

Wakil Ketua MPR ini tidak menampik bila setiap kader parpol boleh berkampanye. Namun, tidak menggunakan fasilitas negara. “Tapi posisinya sebagai menteri. Dia bilang itu juga hari libur, ya tapi posisinya sebagai menteri tidak bisa dibuang. Tidak seperti belum menjadi Mendag. Ya, nggak pantes lah. Jadi, nggak pantes dilihat publik,” kata Jazilul, mengingatkan.

Kritikan juga datang dari Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto. Menurutnya,  apa yang dilakukan Zul tidak etis, dan berpotensi sebagai penyalahgunaan jabatan. Ia meminta Presiden menegur Mendag, dan mengingatkannya untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Kata Mulyanto, tindakan Mendag bukan contoh baik bagi publik dalam kerangka good governance. Dampaknya, dukungan publik kepada Pemerintah akan terkikis, jika aksi semacam ini terus dilakukan. Jangan sampai program Minyakita ini menuai pesimisme publik. “Kita tidak menginginkan hal itu,” tegasnya.

Di dunia maya, Zul diingatkan oleh seorang warganet akan hati-hati soal urusan migor. “Kalau sidak migor hati-hati ya boss.. Migor itu licin..ntar kepleset,” cuit akun @Uje_pilianggo. “Licin sekali.. kampanye pake migor..” timpal @AngkringanPusat. “Memang Migor itu licin jadi agak susah menyelesaikannya,” sahut @pjumadi2.

Jokowi yang kemarin sedang melakukan kunjungan kerja di Subang, Jawa Barat, ikut ditanya soal aksi Zul ini. Dengan tegas, Jokowi meminta Zul untuk mengingat pesan yang disampaikannya sebelum diangkat jadi Mendag.

“Saya minta semua menteri fokus bekerja. Kalau Menteri Perdagangan ya urus yang paling penting seperti yang saya tugaskan kemarin, bagaimana menurunkan harga minyak goreng,” ujar Jokowi.

 

Tak hanya kepada Zul, Jokowi juga meminta para menterinya yang lain untuk fokus kerja. Terutama pada menteri yang bidang kerjanya berkaitan dengan sektor energi dan pangan. Situasi dunia sedang terdistrupsi di dua bidang tersebut. “Sehingga kita harus konsentrasi dan jangan sampai kita terpeleset di dua bidang ini,” pesan eks Gubernur DKI itu.

Zul diserang habis-habisan, PAN membela diri. Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay menegaskan, pembagian migor di acara tersebut hanyalah kebetulan. Kata dia, apa yang dilakukan Zul saat itu dalam rangka kegiatan partai. Pengadaan migor gratis itu juga dilakukan secara swadaya.

“Artinya, pengurus partai dan caleg PAN yang membelinya kepada distributor. Lalu, dibagikan kepada masyarakat secara gratis,” kata Saleh.

Harusnya, kata dia, kegiatan yang dilakukan Zul bersama PAN Lampung itu, mendapat apresiasi. Karena kegiatan membagi-bagikan migor gratis sangat membantu masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Juru bicara PAN, Viva Yoga Mauladi. Dia menegaskan, acara yang dihadiri Zul dan Futri merupakan acara partai. Itu adalah acara PANsar Murah di Lampung. Zul saat itu hadir bukan sebagai Mendag, tapi sebagai Ketum PAN. Sedangkan Futri, katanya, hadir dalam kapasitas sebagai bakal caleg PAN dapil Lampung I.

“Minyak curah kemasan itu dibeli oleh Futri, tidak gratis. Hal ini tentu sikap yang baik karena dapat memberi manfaat bagi ibu-ibu di dapilnya,” pungkasnya.■

]]> Belum genap satu bulan dilantik menjadi Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan sudah kena tegur Presiden Jokowi. Zul diminta fokus kerja dan rutin memantau harga minyak goreng (migor) di pasar. Karena urusan migor ini licin, Pak Zul hati-hati ya!

Teguran Jokowi ini keluar setelah muncul aksi Zul bagikan migor gratis di Lampung, Sabtu (9/7) diselipi dengan ajakan untuk memilih anaknya. Aksi Zul itu viral dan mendapat banyak kritikan.

Usai dilantik sebagai Mendag, Rabu (15/6) di Istana Negara, salah satu tugas yang diberikan Jokowi kepada Zul adalah menyelesaikan kisruh soal migor. Zul diberi waktu 1 bulan untuk menurunkan harga migor hingga ke angka Rp 14 ribu per liternya. Zul menyanggupi dan langsung membuat sejumlah gebrakan.

Di awal-awal kinerjanya, eks Ketua MPR yang juga Ketua Umum PAN itu, memilih blusukan ke sejumlah pasar tradisional untuk mengecek harga migor dan sejumlah kebutuhan pokok. Aksi blusukan Mendag baru itu, cukup efektif. Tak lama setelah itu, harga migor di pasar tradisional, khususnya di Pulau Jawa mulai menurun. migor kemasan di sejumlah tokoh ritel juga mulai turun.

Tak berhenti di situ, Zul tiba-tiba mengeluarkan produk “Minyakita”, sebagai solusi untuk menekan harga migor curah sekaligus bersaing dengan migor curah yang dijual di toko-toko ritel modern. Minyakita ini merupakan migor curah yang dijual dalam bentuk kemasan. Harga yang dipatok untuk 1 liter Minyakita tidak lebih dari Rp 14 ribu, sesuai dengan HET (harga eceran tertinggi).

Namun, Minyakita inilah yang kemudian membuat Zul menjadi sorotan hingga akhirnya dapat teguran dari Jokowi. Tepatnya, saat Zul menghadiri acara pasar murah yang digelar PAN di Kecamatan Telukbetung Timur, Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (9/7). Selain Zul, acara itu juga dihadiri anak perempuannya, Futri Zulya Savitri yang merupakan pengurus DPP PAN sekaligus bakal caleg PAN Dapil Lampung I.

Dalam acara bertajuk PANsar Murah itu, Zul didampingi Futri membagikan Minyakita gratis kepada ibu-ibu. Zul berinteraksi dengan ibu-ibu dan menanyakan program minyak goreng murah di eranya sebagai Mendag. Ibu-ibu yang ditanya Zul menyebut mereka boleh membeli 2 liter Minyakita dengan harga Rp 10 ribu. Zul kemudian meminta ibu-ibu menyimpan saja uang Rp 10 ribu itu, karena 2 liter Minyakita bakal dibayar Futri.

“Sepuluh ribu dapatnya? Dua liter. Uang 10 ribu sudah bawa? Uangnya dikantongin. Rp 10 ribu yang nanggung Futri. Tuh, Futri. Kasih uangnya, kasih, kasih tuh sama tuan rumah,” ujar Zul.

Selanjutnya, Zul meminta ibu-ibu yang diberi 2 liter Minyakita gratis memilih Futri. “Tapi nanti milih Futri ya, oke? Kalau milih Futri, entar 2 bulan ada deh ginian,” imbuh Zul dijawab ‘oke’ oleh ibu-ibu yang hadir.

 

Video Zul yang bagikan Minyakita gratis sambil kampanyekan anaknya itu, kemudian tersebar di dunia maya. Banyak pihak yang mengecam aksi Zul karena dianggap memanfaatkan jabatannya sebagai Mendag untuk kepentingan pribadi demi memuluskan langkah putrinya menjadi anggota DPR. 

Waketum PKB, Zazilul Fawaid menilai sepak terjang Zul sudah keterlaluan. Harusnya, Zul sadar bahwa jabatannya sebagai Mendag melekat, sekalipun dirinya Ketum PAN. Sehingga yang harus dikedepankan adalah etika berpolitik.

“Kalau Bahasa Jawa ‘ngono yo ngono, tapi ojo ngono’. Artinya jangan keterlaluan. Kami melihat ketum partai memang boleh berkampanye, tapi jangan begitu banget. Itu bisa bikin malu,” kritik Jazilul.

Wakil Ketua MPR ini tidak menampik bila setiap kader parpol boleh berkampanye. Namun, tidak menggunakan fasilitas negara. “Tapi posisinya sebagai menteri. Dia bilang itu juga hari libur, ya tapi posisinya sebagai menteri tidak bisa dibuang. Tidak seperti belum menjadi Mendag. Ya, nggak pantes lah. Jadi, nggak pantes dilihat publik,” kata Jazilul, mengingatkan.

Kritikan juga datang dari Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Mulyanto. Menurutnya,  apa yang dilakukan Zul tidak etis, dan berpotensi sebagai penyalahgunaan jabatan. Ia meminta Presiden menegur Mendag, dan mengingatkannya untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Kata Mulyanto, tindakan Mendag bukan contoh baik bagi publik dalam kerangka good governance. Dampaknya, dukungan publik kepada Pemerintah akan terkikis, jika aksi semacam ini terus dilakukan. Jangan sampai program Minyakita ini menuai pesimisme publik. “Kita tidak menginginkan hal itu,” tegasnya.

Di dunia maya, Zul diingatkan oleh seorang warganet akan hati-hati soal urusan migor. “Kalau sidak migor hati-hati ya boss.. Migor itu licin..ntar kepleset,” cuit akun @Uje_pilianggo. “Licin sekali.. kampanye pake migor..” timpal @AngkringanPusat. “Memang Migor itu licin jadi agak susah menyelesaikannya,” sahut @pjumadi2.

Jokowi yang kemarin sedang melakukan kunjungan kerja di Subang, Jawa Barat, ikut ditanya soal aksi Zul ini. Dengan tegas, Jokowi meminta Zul untuk mengingat pesan yang disampaikannya sebelum diangkat jadi Mendag.

“Saya minta semua menteri fokus bekerja. Kalau Menteri Perdagangan ya urus yang paling penting seperti yang saya tugaskan kemarin, bagaimana menurunkan harga minyak goreng,” ujar Jokowi.

 

Tak hanya kepada Zul, Jokowi juga meminta para menterinya yang lain untuk fokus kerja. Terutama pada menteri yang bidang kerjanya berkaitan dengan sektor energi dan pangan. Situasi dunia sedang terdistrupsi di dua bidang tersebut. “Sehingga kita harus konsentrasi dan jangan sampai kita terpeleset di dua bidang ini,” pesan eks Gubernur DKI itu.

Zul diserang habis-habisan, PAN membela diri. Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh Partaonan Daulay menegaskan, pembagian migor di acara tersebut hanyalah kebetulan. Kata dia, apa yang dilakukan Zul saat itu dalam rangka kegiatan partai. Pengadaan migor gratis itu juga dilakukan secara swadaya.

“Artinya, pengurus partai dan caleg PAN yang membelinya kepada distributor. Lalu, dibagikan kepada masyarakat secara gratis,” kata Saleh.

Harusnya, kata dia, kegiatan yang dilakukan Zul bersama PAN Lampung itu, mendapat apresiasi. Karena kegiatan membagi-bagikan migor gratis sangat membantu masyarakat.

Hal senada juga disampaikan Juru bicara PAN, Viva Yoga Mauladi. Dia menegaskan, acara yang dihadiri Zul dan Futri merupakan acara partai. Itu adalah acara PANsar Murah di Lampung. Zul saat itu hadir bukan sebagai Mendag, tapi sebagai Ketum PAN. Sedangkan Futri, katanya, hadir dalam kapasitas sebagai bakal caleg PAN dapil Lampung I.

“Minyak curah kemasan itu dibeli oleh Futri, tidak gratis. Hal ini tentu sikap yang baik karena dapat memberi manfaat bagi ibu-ibu di dapilnya,” pungkasnya.■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories