Jelang Pengumuman Calon PM Ke-9 Petisi Online Tolak Ismail Sabri Diteken Ratusan Ribu Warga Malaysia .

Ribuan warga Malaysia menandatangani petisi yang ditujukan kepada Raja, Sultan Abdullah Riayatuddin Mustafa Billah Shah.

Mereka menolak pencalonan Wakil Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Ismail Sabri Yaakob, untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-9, setelah kolapsnya pemerintahan Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin Yassin pada Senin (16/8).

Petisi online yang diluncurkan Kyle Mohd melalui situs change.org itu telah diteken oleh lebih dari 333 ribu orang.

Dalam tempo 8 jam setelah dirilis, Kyle mampu meraih 200 ribu tanda tangan dukungan. “Ismail tak becus menangani pandemi Covid-19. Penyebaran kasus justru kian meluas. Dia pembohong dan pelawak politik,” ujar Kyle Mohd dalam deskripsi petisi, seperti dilansir The Straits Times, Jumat (20/8). 

“Pekerjaan atau bisnis Anda harus berhenti karena protokol kesehatan terus berubah. Banyak orangtua, suami, istri, anak, saudara, teman kita meninggal karena terinfeksi Covid-19. Tolak pemerintah yang gagal,” tambahnya.

Salah satu penandatangan, Dzikri Z, mengungkap alasan di balik penandatanganan petisi tersebut.

Menurutnya, Ismail Sabri adalah salah satu politisi yang bertanggung jawab atas tingginya kasus Covid-19 di Malaysia.

Ismail Sabri banyak dikritik karena protokol kesehatan yang diterbitkan pemerintah kadang membingungkan dan bertentangan. Termasuk, dalam memilih sektor ekonomi mana yang harus ditutup, karena kasus Covid-19 terus meningkat.

Namun, tidak semua orang menentang pengangkatan Ismail Sabri sebagai perdana menteri.

“Semoga Ismail Sabri dimudahkan untuk menjalankan amanah Allah, mengatur negara ini dengan bijaksana,” kata pengguna Facebook Anne’s Kauthar.

Facebooker lainnya, Msham Kamal mengatakan, “Jika Pak Long ingin menjadi lebih kuat, Pak Long harus menunjuk Muhyiddin sebagai DPM (Wakil Perdana Menteri) yang dihormati rakyat”.

Ismail Sabri memang kerap dipanggil Pak Long, yang artinya paman sulung. [HES]

]]> .
Ribuan warga Malaysia menandatangani petisi yang ditujukan kepada Raja, Sultan Abdullah Riayatuddin Mustafa Billah Shah.

Mereka menolak pencalonan Wakil Presiden Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) Ismail Sabri Yaakob, untuk menjadi Perdana Menteri Malaysia ke-9, setelah kolapsnya pemerintahan Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin Yassin pada Senin (16/8).

Petisi online yang diluncurkan Kyle Mohd melalui situs change.org itu telah diteken oleh lebih dari 333 ribu orang.

Dalam tempo 8 jam setelah dirilis, Kyle mampu meraih 200 ribu tanda tangan dukungan. “Ismail tak becus menangani pandemi Covid-19. Penyebaran kasus justru kian meluas. Dia pembohong dan pelawak politik,” ujar Kyle Mohd dalam deskripsi petisi, seperti dilansir The Straits Times, Jumat (20/8). 

“Pekerjaan atau bisnis Anda harus berhenti karena protokol kesehatan terus berubah. Banyak orangtua, suami, istri, anak, saudara, teman kita meninggal karena terinfeksi Covid-19. Tolak pemerintah yang gagal,” tambahnya.

Salah satu penandatangan, Dzikri Z, mengungkap alasan di balik penandatanganan petisi tersebut.

Menurutnya, Ismail Sabri adalah salah satu politisi yang bertanggung jawab atas tingginya kasus Covid-19 di Malaysia.

Ismail Sabri banyak dikritik karena protokol kesehatan yang diterbitkan pemerintah kadang membingungkan dan bertentangan. Termasuk, dalam memilih sektor ekonomi mana yang harus ditutup, karena kasus Covid-19 terus meningkat.

Namun, tidak semua orang menentang pengangkatan Ismail Sabri sebagai perdana menteri.

“Semoga Ismail Sabri dimudahkan untuk menjalankan amanah Allah, mengatur negara ini dengan bijaksana,” kata pengguna Facebook Anne’s Kauthar.

Facebooker lainnya, Msham Kamal mengatakan, “Jika Pak Long ingin menjadi lebih kuat, Pak Long harus menunjuk Muhyiddin sebagai DPM (Wakil Perdana Menteri) yang dihormati rakyat”.

Ismail Sabri memang kerap dipanggil Pak Long, yang artinya paman sulung. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories