Jelang Long Weekend, Rupiah Nyungsep Ke Rp 14.500

Jelang libur panjang, nilai tukar rupiah dibuka melemah. Rupiah tembus Rp 14.500 atau berada di level Rp 14.527 per dolar AS.

Mata uang Garuda turun tipis sebesar 0,01 persen dibandingkan perdagangan Rabu (31/3) sore di level Rp 14.525 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Dolar Taiwan turun 0,14 persen, yuan China minus 0,14 persen, dolar Singapura dan ringgit Malaysia sama-sama minus 0,02 persen.

Sementara rupee India menguat tertinggi hingga 0,37 persen terhadap dolar AS, disusul won Korea Selatan menguat 0,31 persen. Yen Jepang menguat 0,04 persen, Bath Thailand menguat 0,03 persen.

Indeks dolar AS mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, melemah 0,1 persen menjadi 93,189. Tetapi indeks dolar membukukan kenaikan kuartalan terbesar sejak Juni 2018, melonjak 3,56 persen.

Pergerakan rupiah terhadap euro melemah 0,02 persen ke level Rp 17.038, terhadap poundsterling Inggris minus 0,07 persen ke level Rp 20.038 dan terhadap dolar Australia menguat 0,15 persen ke level Rp 11.012.

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah kemungkinan masih akan melemah terhadap dolar AS karena menguatnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS terutama tenor 10 tahun.

Pagi ini yield tenor 10 tahun masih bergerak di kisaran 1,74 persen meski lebih rendah dari sebelumnya yang menyentuh kisaran 1,75 persen.

Menurutnya, kenaikan yield obligasi AS ini masih karena ekspektasi kenaikan inflasi dan pemulihan ekonomi di AS. Stimulus besar yang sudah dirilis 1,9 triliun dolar AS, dan rencana stimulus infrastuktur di AS juga turut memicu ekspektasi tersebut. 

“Banyak analis memperkirakan yield akan bergerak menuju dua persen,” jelasnya, Kamis (1/4).

Namun, masih ada sentimen positif yang masuk ke bursa saham Asia pagi ini, karena pengumuman stimulus infrastruktur dari Biden bisa menahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Ariston memproyeksi, pergerakan rupiah hari ini di kisaran Rp 14.500-Rp 14.580 per dolar AS. [DWI]

]]> Jelang libur panjang, nilai tukar rupiah dibuka melemah. Rupiah tembus Rp 14.500 atau berada di level Rp 14.527 per dolar AS.

Mata uang Garuda turun tipis sebesar 0,01 persen dibandingkan perdagangan Rabu (31/3) sore di level Rp 14.525 per dolar AS.

Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Dolar Taiwan turun 0,14 persen, yuan China minus 0,14 persen, dolar Singapura dan ringgit Malaysia sama-sama minus 0,02 persen.

Sementara rupee India menguat tertinggi hingga 0,37 persen terhadap dolar AS, disusul won Korea Selatan menguat 0,31 persen. Yen Jepang menguat 0,04 persen, Bath Thailand menguat 0,03 persen.

Indeks dolar AS mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, melemah 0,1 persen menjadi 93,189. Tetapi indeks dolar membukukan kenaikan kuartalan terbesar sejak Juni 2018, melonjak 3,56 persen.

Pergerakan rupiah terhadap euro melemah 0,02 persen ke level Rp 17.038, terhadap poundsterling Inggris minus 0,07 persen ke level Rp 20.038 dan terhadap dolar Australia menguat 0,15 persen ke level Rp 11.012.

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, rupiah kemungkinan masih akan melemah terhadap dolar AS karena menguatnya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS terutama tenor 10 tahun.

Pagi ini yield tenor 10 tahun masih bergerak di kisaran 1,74 persen meski lebih rendah dari sebelumnya yang menyentuh kisaran 1,75 persen.

Menurutnya, kenaikan yield obligasi AS ini masih karena ekspektasi kenaikan inflasi dan pemulihan ekonomi di AS. Stimulus besar yang sudah dirilis 1,9 triliun dolar AS, dan rencana stimulus infrastuktur di AS juga turut memicu ekspektasi tersebut. 

“Banyak analis memperkirakan yield akan bergerak menuju dua persen,” jelasnya, Kamis (1/4).

Namun, masih ada sentimen positif yang masuk ke bursa saham Asia pagi ini, karena pengumuman stimulus infrastruktur dari Biden bisa menahan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Ariston memproyeksi, pergerakan rupiah hari ini di kisaran Rp 14.500-Rp 14.580 per dolar AS. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories