Jelang Larangan Mudik Lebaran Bogor Pertebal Pengawasan, Bandung Putar Balik Ratusan Kendaraan .

Satlantas Polres Bogor sudah mulai mengetatkan pengawasan arus kendaraan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor jelang larangan mudik 6 Mei 2021.

Kasatlantas Polres Bogor Iptu Dicky Pranata menyebut, pihaknya sudah mulai Operasi Yustisi di wilayahnya.

“Saat ini, pelaku perjalanan wajib menunjukan surat hasil rapid antigen maupun sertifikasi vaksinasi Covid-19 bagi yang akan melintasi jalur Puncak,” kata Dicky Pranata kepada wartawan, Minggu (25/4).

Tidak hanya Jalur Puncak, pengetatan juga dilakukan di perbatasan terluar Kabupaten Bogor. Seperti di perbatasan wilayah Sukabumi, Depok, Bekasi, Jakarta dan Tangerang.

Sejauh ini, tambah Dicky, arus lalu lintas di Jalur Puncak terpantau lengang, meskipun akhir pekan.

“Tidak ada kenaikan volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak atau sebaliknya,” ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 320 kendaraan diputarbalikan oleh personel gabungan di Gerbang Tol Cileunyi dan Seroja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/4).

Kanit Turjawali Polresta Bandung AKP Kiki Hartaki mengatakan, penyekatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Petugas memeriksa kelengkapan pengemudi kendaraan dengan pelat nomor dari luar Bandung.

Penyekatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengetatan jelang larangan mudik. Kendaraan yang diputar balik diketahui akan berpergian tanpa membawa surat keterangan negatif Covid-19.

Selain itu, mereka ogah mengikuti tes rapid antigen yang disediakan gratis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

“Sebanyak 320 mobil itu kebanyakan dari Jabodetabek mau mengarah ke timur seperti Tasikmalaya, Ciamis, termasuk Kabupaten Bandung. Mereka akan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung termasuk juga ada yang menengok anak kuliah dan di pesantren. Tidak membawa hasil rapid test dan tidak mau mengikuti rapid test di lokasi. Sehingga kami putarbalikkan,” ungkap Kiki.

Diketahui, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan 1.313 personel untuk menjaga 14 pos penyekatan di wilayah Jabodetabek dan 31 titik pengamanan berlapis pada masa larangan mudik lebaran. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang mudik. [FAQ]

]]> .
Satlantas Polres Bogor sudah mulai mengetatkan pengawasan arus kendaraan di Jalur Puncak, Kabupaten Bogor jelang larangan mudik 6 Mei 2021.

Kasatlantas Polres Bogor Iptu Dicky Pranata menyebut, pihaknya sudah mulai Operasi Yustisi di wilayahnya.

“Saat ini, pelaku perjalanan wajib menunjukan surat hasil rapid antigen maupun sertifikasi vaksinasi Covid-19 bagi yang akan melintasi jalur Puncak,” kata Dicky Pranata kepada wartawan, Minggu (25/4).

Tidak hanya Jalur Puncak, pengetatan juga dilakukan di perbatasan terluar Kabupaten Bogor. Seperti di perbatasan wilayah Sukabumi, Depok, Bekasi, Jakarta dan Tangerang.

Sejauh ini, tambah Dicky, arus lalu lintas di Jalur Puncak terpantau lengang, meskipun akhir pekan.

“Tidak ada kenaikan volume kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak atau sebaliknya,” ujarnya.

Sementara itu, sebanyak 320 kendaraan diputarbalikan oleh personel gabungan di Gerbang Tol Cileunyi dan Seroja, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/4).

Kanit Turjawali Polresta Bandung AKP Kiki Hartaki mengatakan, penyekatan berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Petugas memeriksa kelengkapan pengemudi kendaraan dengan pelat nomor dari luar Bandung.

Penyekatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan pengetatan jelang larangan mudik. Kendaraan yang diputar balik diketahui akan berpergian tanpa membawa surat keterangan negatif Covid-19.

Selain itu, mereka ogah mengikuti tes rapid antigen yang disediakan gratis oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung.

“Sebanyak 320 mobil itu kebanyakan dari Jabodetabek mau mengarah ke timur seperti Tasikmalaya, Ciamis, termasuk Kabupaten Bandung. Mereka akan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung termasuk juga ada yang menengok anak kuliah dan di pesantren. Tidak membawa hasil rapid test dan tidak mau mengikuti rapid test di lokasi. Sehingga kami putarbalikkan,” ungkap Kiki.

Diketahui, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan 1.313 personel untuk menjaga 14 pos penyekatan di wilayah Jabodetabek dan 31 titik pengamanan berlapis pada masa larangan mudik lebaran. Ini dilakukan untuk memastikan tidak ada warga di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya yang mudik. [FAQ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories