Jawab Tudingan Penyelundupan Baja Dan Rugikan Negara Rp 10 T Bos Krakatau Steel: Kalau Benar Ada, Saya Dukung Pengusutan Sampai Tuntas .

Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (Krakatau Steel) Silmy Karim membantah tuduhan yang menyebut Krakatau Steel menyelundupkan baja dari China, dan merugikan negara Rp 10 triliun.

Tuduhan tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR Muhammad Nasir dalam kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR, terkait dukungan pemerintah terhadap Krakatau Steel, dalam menurunkan harga gas industri menjadi 6 dolar AS atau Rp 86.765,70 per MMBTU pada Rabu (24/3).

“Kami membantah hal tersebut secara langsung di RDP. Selama saya menjabat 2,5 tahun, Krakatau Steel tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan. Kami justru sangat mengecam derasnya produk baja impor dari China masuk ke Indonesia, dan terus berupaya agar industri baja Indonesia mendapatkan dukungan dan proteksi dari pemerintah,” tegas Silmy.

Krakatau Steel adalah produsen baja nasional dengan menyandang status sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Semua hal harus dilakukan secara transparan dan mengusung Good Corporate Governance.

Krakatau Steel juga gencar membuktikan adanya kecurangan-kecurangan dalam proses masuknya baja impor ke Indonesia, yang hingga saat ini terus dikawal bersama The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA).

“Sangat tidak logis, tuduhan itu dilayangkan ke Krakatau Steel, yang sejak dulu selalu memerangi unfair trade untuk baja impor. Khususnya dari China. Saya sudah cek, dan tidak pernah ada produk finished goods (barang jadi) maupun produk baja dari China, yang dicap Krakatau Steel,” papar Silmy.

“Jika ada hal seperti itu, saya mendukung untuk pengusutan sampai tuntas. Karena berarti ada pemalsuan dan mencoreng nama baik Krakatau Steel,” tegasnya.

Krakatau Steel akan menindaklanjuti tuduhan ini, dan terus melakukan pengecekan terkait hal tersebut.

“Kami berharap hal ini dapat ditindaklanjuti. Kami akan bersikap kooperatif jika ada penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib dalam menemukan kebenaran,” pungkas Silmy. [HES]

]]> .
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (Krakatau Steel) Silmy Karim membantah tuduhan yang menyebut Krakatau Steel menyelundupkan baja dari China, dan merugikan negara Rp 10 triliun.

Tuduhan tersebut disampaikan Anggota Komisi VII DPR Muhammad Nasir dalam kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPR, terkait dukungan pemerintah terhadap Krakatau Steel, dalam menurunkan harga gas industri menjadi 6 dolar AS atau Rp 86.765,70 per MMBTU pada Rabu (24/3).

“Kami membantah hal tersebut secara langsung di RDP. Selama saya menjabat 2,5 tahun, Krakatau Steel tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan. Kami justru sangat mengecam derasnya produk baja impor dari China masuk ke Indonesia, dan terus berupaya agar industri baja Indonesia mendapatkan dukungan dan proteksi dari pemerintah,” tegas Silmy.

Krakatau Steel adalah produsen baja nasional dengan menyandang status sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Semua hal harus dilakukan secara transparan dan mengusung Good Corporate Governance.

Krakatau Steel juga gencar membuktikan adanya kecurangan-kecurangan dalam proses masuknya baja impor ke Indonesia, yang hingga saat ini terus dikawal bersama The Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA).

“Sangat tidak logis, tuduhan itu dilayangkan ke Krakatau Steel, yang sejak dulu selalu memerangi unfair trade untuk baja impor. Khususnya dari China. Saya sudah cek, dan tidak pernah ada produk finished goods (barang jadi) maupun produk baja dari China, yang dicap Krakatau Steel,” papar Silmy.

“Jika ada hal seperti itu, saya mendukung untuk pengusutan sampai tuntas. Karena berarti ada pemalsuan dan mencoreng nama baik Krakatau Steel,” tegasnya.

Krakatau Steel akan menindaklanjuti tuduhan ini, dan terus melakukan pengecekan terkait hal tersebut.

“Kami berharap hal ini dapat ditindaklanjuti. Kami akan bersikap kooperatif jika ada penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwajib dalam menemukan kebenaran,” pungkas Silmy. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories