Janji Bongkar Kasus Bansos, Eks Anak Buah Juliari Ajukan Justice Collaborator .

Terdakwa kasus suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 Jabodetabek, Matheus Joko Santoso, mengajukan permohonan justice collaborator atau saksi pelaku.

Permohonan itu disampaikan penasihat hukum Matheus, Tangguh Setiawan Sirait, kepada majelis hakim yang diketuai Muhammad Damis, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (15/6).

“Izin Yang Mulia, ingin mengajukan permohonan JC dari terdakwa Matheus Joko,” ujar Tangguh sambil membawa surat permohonan. “Silakan,” tutur Hakim Damis.

Seusai menerima surat permohonan JC, hakim Damis meminta tim jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan tanggapan. Namun, JPU KPK meminta tanggapan itu disampaikan saat agenda pembacaan tuntutan. “Nanti akan kami tanggapi pada saat tuntutan,” ujar Jaksa Ikhsan Fernandi.

Di luar ruang sidang, Tangguh menjelaskan, JC diajukan karena kliennya ingin meminta keadilan. Menurutnya, sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek bansos di Kemensos, Matheus hanya menjalankan perintah dari Juliari Batubara yang saat itu menjabat Menteri Sosial.

“Dari sini saja kita bisa lihat bahwa Pak Matheus Joko ini hanya dimanfaatkan oleh Pak Menteri untuk mengurusi kegiatan-kegiatan yang sifatnya meminta uang kepada vendor,,” jelas Tangguh.

Dia mengatakan, kliennya hanya dimanfaatkan Juliari untuk mengumpulkan fee sebesar Rp 10 ribu dari vendor bansos Corona.

“Nah kurang lebih karena ini sifatnya hanya diperintah, maka dari situ saya meyakinkan klien saya Pak Matheus Joko untuk mengajukan JC dan membuka seluruhnya apa saja yang sebenarnya terjadi di Kementerian Sosial ketika itu, khususnya di Bansos sembako 2020,” ucapnya.

Sebelum mengajukan permohonan JC di meja hijau, Tangguh menyebut pihaknya telah melakukan hal serupa ke KPK pada 1 April 2021. “Semua sudah dibuka terkait masalah siapa saja yang terlibat, siapa saja yang memiliki kuota. Pak Matheus Joko sudah membuka terkait masalah siapa saja pemilik kuota, siapa saja yang mengusulkan dibuka semua,” tuturnya.

Tangguh berharap majelis hakim menerima JC Matheus. “Kita konsisten dan saya juga mengawal Pak Matheus Joko agar kiranya sampai nanti di keterangan terdakwa beliau ini bisa diungkap semua,” tandas Tangguh.

Matheus Joko didakwa bersama Juliari Batubara dan KPA proyek bansos Adi Wahyono menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bansos itu. [BYU]

]]> .
Terdakwa kasus suap bantuan sosial (bansos) Covid-19 Jabodetabek, Matheus Joko Santoso, mengajukan permohonan justice collaborator atau saksi pelaku.

Permohonan itu disampaikan penasihat hukum Matheus, Tangguh Setiawan Sirait, kepada majelis hakim yang diketuai Muhammad Damis, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (15/6).

“Izin Yang Mulia, ingin mengajukan permohonan JC dari terdakwa Matheus Joko,” ujar Tangguh sambil membawa surat permohonan. “Silakan,” tutur Hakim Damis.

Seusai menerima surat permohonan JC, hakim Damis meminta tim jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan tanggapan. Namun, JPU KPK meminta tanggapan itu disampaikan saat agenda pembacaan tuntutan. “Nanti akan kami tanggapi pada saat tuntutan,” ujar Jaksa Ikhsan Fernandi.

Di luar ruang sidang, Tangguh menjelaskan, JC diajukan karena kliennya ingin meminta keadilan. Menurutnya, sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek bansos di Kemensos, Matheus hanya menjalankan perintah dari Juliari Batubara yang saat itu menjabat Menteri Sosial.

“Dari sini saja kita bisa lihat bahwa Pak Matheus Joko ini hanya dimanfaatkan oleh Pak Menteri untuk mengurusi kegiatan-kegiatan yang sifatnya meminta uang kepada vendor,,” jelas Tangguh.

Dia mengatakan, kliennya hanya dimanfaatkan Juliari untuk mengumpulkan fee sebesar Rp 10 ribu dari vendor bansos Corona.

“Nah kurang lebih karena ini sifatnya hanya diperintah, maka dari situ saya meyakinkan klien saya Pak Matheus Joko untuk mengajukan JC dan membuka seluruhnya apa saja yang sebenarnya terjadi di Kementerian Sosial ketika itu, khususnya di Bansos sembako 2020,” ucapnya.

Sebelum mengajukan permohonan JC di meja hijau, Tangguh menyebut pihaknya telah melakukan hal serupa ke KPK pada 1 April 2021. “Semua sudah dibuka terkait masalah siapa saja yang terlibat, siapa saja yang memiliki kuota. Pak Matheus Joko sudah membuka terkait masalah siapa saja pemilik kuota, siapa saja yang mengusulkan dibuka semua,” tuturnya.

Tangguh berharap majelis hakim menerima JC Matheus. “Kita konsisten dan saya juga mengawal Pak Matheus Joko agar kiranya sampai nanti di keterangan terdakwa beliau ini bisa diungkap semua,” tandas Tangguh.

Matheus Joko didakwa bersama Juliari Batubara dan KPA proyek bansos Adi Wahyono menerima uang suap Rp 32,4 miliar berkaitan dengan pengadaan bansos itu. [BYU]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories