Jangan Sembarangan Kasih Hadiah Kalau Pacarmu Penyelenggara Negara, Bisa Berujung Penjara Lho!

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengingatkan penyelenggara negara untuk melaporkan segala bentuk gratifikasi yang telah diterima. Hadiah yang diberikan dari keluarga maupun relasi kepada penyelenggara negara, disebutnya bersifat gratifikasi.

Ghufron menjelaskan, gratifikasi diatur dalam Pasal 12a dan b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dalam Pasal 12b, kata Ghufron, penyelenggara negara dilarang untuk menerima hadiah.

“Bagi antarwarga boleh saja, Anda dengan pacar, Anda dengan mertua, itu nggak masalah,” ujar Ghufron dalam webinar ‘Pengendalian Gratifikasi: Mencabut Akar Korupsi’, di YouTube KPK pada Selasa (30/11).

Tapi, diingatkannya, apabila hadiah itu diberikan kepada penyelenggara negara, maka sifatnya gratifikasi, meski ada hubungan kekeluargaan atau intim di dalamnya.

“Kalau kemudian ternyata pacar Anda adalah bupati, mertua Anda adalah Dirjen, adalah menteri, itu yang kemudian sudah diliputi aspek hukum gratifikasi. Maka gratifikasi kepada penyelenggara negara kemudian dianggap sebagai suap jika tidak dilaporkan,” ingat Ghufron.

Komisioner KPK berlatarbelakang akademisi itu menyatakan, gratifikasi pada prinsipnya mencakup semua bentuk hadiah, baik uang, barang, ataupun jasa.

Setiap penyelenggara negara yang menerima hal tersebut, maka wajib melaporkannya ke KPK selama 30 hari kerja. Apabila penyelenggara negara tidak melaporkannya, lanjut Ghufron, maka gratifikasi tersebut diasumsikan oleh hukum sebagai suap.

 

Jika sudah dilaporkan, KPK akan melakukan penilaian terhadap hadiah itu. Apabila nilanya di bawah Rp 10 juta, maka hadiah itu dikembalikan kepada penerima.

Namun, KPK tetap menerima argumen pembuktian penerima hadiah sebelum memutuskan apakah hal itu masuk dalam kategori suap.

“Jika suap, maka kami kemudian tetapkan sebagai gratifikasi yang dirampas negara dan hasil rampasannya disetorkan kepada negara,” tandasnya. [OKT]

]]> Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron mengingatkan penyelenggara negara untuk melaporkan segala bentuk gratifikasi yang telah diterima. Hadiah yang diberikan dari keluarga maupun relasi kepada penyelenggara negara, disebutnya bersifat gratifikasi.

Ghufron menjelaskan, gratifikasi diatur dalam Pasal 12a dan b Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dalam Pasal 12b, kata Ghufron, penyelenggara negara dilarang untuk menerima hadiah.

“Bagi antarwarga boleh saja, Anda dengan pacar, Anda dengan mertua, itu nggak masalah,” ujar Ghufron dalam webinar ‘Pengendalian Gratifikasi: Mencabut Akar Korupsi’, di YouTube KPK pada Selasa (30/11).

Tapi, diingatkannya, apabila hadiah itu diberikan kepada penyelenggara negara, maka sifatnya gratifikasi, meski ada hubungan kekeluargaan atau intim di dalamnya.

“Kalau kemudian ternyata pacar Anda adalah bupati, mertua Anda adalah Dirjen, adalah menteri, itu yang kemudian sudah diliputi aspek hukum gratifikasi. Maka gratifikasi kepada penyelenggara negara kemudian dianggap sebagai suap jika tidak dilaporkan,” ingat Ghufron.

Komisioner KPK berlatarbelakang akademisi itu menyatakan, gratifikasi pada prinsipnya mencakup semua bentuk hadiah, baik uang, barang, ataupun jasa.

Setiap penyelenggara negara yang menerima hal tersebut, maka wajib melaporkannya ke KPK selama 30 hari kerja. Apabila penyelenggara negara tidak melaporkannya, lanjut Ghufron, maka gratifikasi tersebut diasumsikan oleh hukum sebagai suap.

 

Jika sudah dilaporkan, KPK akan melakukan penilaian terhadap hadiah itu. Apabila nilanya di bawah Rp 10 juta, maka hadiah itu dikembalikan kepada penerima.

Namun, KPK tetap menerima argumen pembuktian penerima hadiah sebelum memutuskan apakah hal itu masuk dalam kategori suap.

“Jika suap, maka kami kemudian tetapkan sebagai gratifikasi yang dirampas negara dan hasil rampasannya disetorkan kepada negara,” tandasnya. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories