Jangan Persulit Vaksinasi Covid

Program vaksinasi nasional jadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kalau vaksinasi dapat dipercepat, Pandemi Covid diharapkan bisa selesai akhir tahun 2021.

Oleh karena itu, kita berharap pihak otoritas kesehatan, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) bahu membahu mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Negara ini sedang mengalami krisis kesehatan. Akibat Pandemi, sudah lebih dari 1,4 juta orang terpapar Covid dan 38 ribu orang meninggal dunia. Karena kondisinya super darurat, semua pihak harus membantu upaya percepatan vaksinasi ke seluruh lapisan masyarakat.

Vaksin yang sudah ada di Indonesia, yang secara bertahap jumlahnya terus bertambah diharapkan bisa secepatnya didistribusikan ke daerah-daerah.

Tak perlu ada keragu-raguan lagi terhadap vaksin yang sudah mendapat rekomendasi WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).

Apalagi sejak awal WHO terus memonitor penelitian vaksin di berbagai negara.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berharap dengan kerja keras semua pihak, dalam waktu dekat program vaksinasi bisa mencapai satu juta orang per hari.

Airlangga juga berharap, dengan program vaksinasi gratis, plus vaksinasi mandiri, yaitu vaksin dibeli perusahaan untuk kemudian diberikan kepada karyawan dan keluarganya secara gratis, kekebalan kelompok bisa terwujud lebih cepat.

Kita berharap, setelah tenaga kesehatan, lansia dan petugas pelayanan publik, program vaksinasi untuk masyarakat umum bisa dimulai April 2021.

Untuk itu, para tokoh agama dan tokoh masyarakat harus diikutsertakan dalam kegiatan sosialisasi vaksinasi.

Apabila hingga Agustus mendatang jumlah penduduk yang divaksinasi bisa mencapai 70 juta orang, maka akhir tahun ini kekebalan kelompok akan terbentuk. Terutama di Jawa dan Bali.

Upaya mendapatkan vaksin dalam jumlah besar bukanlah hal yang mudah. Semua negara berebut vaksin yang sudah masuk daftar WHO.

Oleh karena itu, vaksin yang sudah didapat Indonesia, mesti secepatnya digunakan.

Apabila masih ada orang-orang tertentu yang ragu atau takut divaksinasi, maka jadi tugas otoritas kesehatan bersama pihak Pemda untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi Covid.

Jadi sekali lagi, kalau memang kita ingin Pandemi segera berakhir, maka angka penyebaran Covid-19 harus ditekan. Caranya, percepat vaksinasi dan perketat protokol kesehatan.

]]> Program vaksinasi nasional jadi salah satu kunci untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Kalau vaksinasi dapat dipercepat, Pandemi Covid diharapkan bisa selesai akhir tahun 2021.

Oleh karena itu, kita berharap pihak otoritas kesehatan, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia) bahu membahu mempercepat pelaksanaan vaksinasi.

Negara ini sedang mengalami krisis kesehatan. Akibat Pandemi, sudah lebih dari 1,4 juta orang terpapar Covid dan 38 ribu orang meninggal dunia. Karena kondisinya super darurat, semua pihak harus membantu upaya percepatan vaksinasi ke seluruh lapisan masyarakat.

Vaksin yang sudah ada di Indonesia, yang secara bertahap jumlahnya terus bertambah diharapkan bisa secepatnya didistribusikan ke daerah-daerah.

Tak perlu ada keragu-raguan lagi terhadap vaksin yang sudah mendapat rekomendasi WHO (Organisasi Kesehatan Dunia).

Apalagi sejak awal WHO terus memonitor penelitian vaksin di berbagai negara.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berharap dengan kerja keras semua pihak, dalam waktu dekat program vaksinasi bisa mencapai satu juta orang per hari.

Airlangga juga berharap, dengan program vaksinasi gratis, plus vaksinasi mandiri, yaitu vaksin dibeli perusahaan untuk kemudian diberikan kepada karyawan dan keluarganya secara gratis, kekebalan kelompok bisa terwujud lebih cepat.

Kita berharap, setelah tenaga kesehatan, lansia dan petugas pelayanan publik, program vaksinasi untuk masyarakat umum bisa dimulai April 2021.

Untuk itu, para tokoh agama dan tokoh masyarakat harus diikutsertakan dalam kegiatan sosialisasi vaksinasi.

Apabila hingga Agustus mendatang jumlah penduduk yang divaksinasi bisa mencapai 70 juta orang, maka akhir tahun ini kekebalan kelompok akan terbentuk. Terutama di Jawa dan Bali.

Upaya mendapatkan vaksin dalam jumlah besar bukanlah hal yang mudah. Semua negara berebut vaksin yang sudah masuk daftar WHO.

Oleh karena itu, vaksin yang sudah didapat Indonesia, mesti secepatnya digunakan.

Apabila masih ada orang-orang tertentu yang ragu atau takut divaksinasi, maka jadi tugas otoritas kesehatan bersama pihak Pemda untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya vaksinasi Covid.

Jadi sekali lagi, kalau memang kita ingin Pandemi segera berakhir, maka angka penyebaran Covid-19 harus ditekan. Caranya, percepat vaksinasi dan perketat protokol kesehatan.
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories