Jangan Main Drama Puan Dan Ganjar Seolah Rebutan Tiket PDIP

Pendiri Lembaga Survei KedaiKopi Hendri Satrio mengingatkan politisi PDIP yang juga Ketua DPR Puan Maharani, agar tidak terjebak dalam drama-drama politik, yang berujung pada cibiran masyarakat.

Pengamat yang akrab disapa Hensat itu mencontohkan kejadian mematikan mikrofon saat rapat di DPR, menanam padi di tengah hujan, dan yang teranyar: drama minta dijemput saat kunjungan kerja. 

“Hal-hal seperti ini tidak akan membuat citra Puan lebih baik dibanding rival politiknya. Misalnya saja, Ganjar Pranowo,” kata Hensat.

Untuk mencari dukungan masyarakat, Hensat menyarankan Puan, agar melakukan tatap muka dengan masyarakat. Dengan cara seperti itu, masyarakat bisa tahu bahwa Puan memiliki kualitas sebagai pemimpin negeri.

“Kalau kita pernah ngobrol sama Mbak Puan, kita akui bahwa dia cocok sebagai cucu Soekarno, ada kualitasnya. Bukan kosong,” tutur Hensat.

Menurutnya, curhat Puan tidak dijemput Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat kunjungan kerja adalah usaha Puan untuk membalikkan frame, yang selama ini menyerang dirinya.

Beredar anggapan, setiap Puan ke Jawa Tengah, Ganjar tidak pernah diundang.

“Puan berusaha membalikkan frame itu. Bukan dia nggak ngundang, tapi Ganjar yang nggak mau datang,” terang Hensat.

“Sejujurnya, Puan tak pantas bicara seperti itu. Dia harus menjaga kenegarawanannya,” imbuhnya.

Dia mengatakan, kejadian tersebut adalah buntut meruncingnya persaingan antara Puan dan Ganjar. Persaingan mendapatkan restu dukungan calon presiden dari PDIP.

“Sepertinya, jual beli serangan sudah dimulai,” kata Hensat. [NNM]

]]> Pendiri Lembaga Survei KedaiKopi Hendri Satrio mengingatkan politisi PDIP yang juga Ketua DPR Puan Maharani, agar tidak terjebak dalam drama-drama politik, yang berujung pada cibiran masyarakat.

Pengamat yang akrab disapa Hensat itu mencontohkan kejadian mematikan mikrofon saat rapat di DPR, menanam padi di tengah hujan, dan yang teranyar: drama minta dijemput saat kunjungan kerja. 

“Hal-hal seperti ini tidak akan membuat citra Puan lebih baik dibanding rival politiknya. Misalnya saja, Ganjar Pranowo,” kata Hensat.

Untuk mencari dukungan masyarakat, Hensat menyarankan Puan, agar melakukan tatap muka dengan masyarakat. Dengan cara seperti itu, masyarakat bisa tahu bahwa Puan memiliki kualitas sebagai pemimpin negeri.

“Kalau kita pernah ngobrol sama Mbak Puan, kita akui bahwa dia cocok sebagai cucu Soekarno, ada kualitasnya. Bukan kosong,” tutur Hensat.

Menurutnya, curhat Puan tidak dijemput Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat kunjungan kerja adalah usaha Puan untuk membalikkan frame, yang selama ini menyerang dirinya.

Beredar anggapan, setiap Puan ke Jawa Tengah, Ganjar tidak pernah diundang.

“Puan berusaha membalikkan frame itu. Bukan dia nggak ngundang, tapi Ganjar yang nggak mau datang,” terang Hensat.

“Sejujurnya, Puan tak pantas bicara seperti itu. Dia harus menjaga kenegarawanannya,” imbuhnya.

Dia mengatakan, kejadian tersebut adalah buntut meruncingnya persaingan antara Puan dan Ganjar. Persaingan mendapatkan restu dukungan calon presiden dari PDIP.

“Sepertinya, jual beli serangan sudah dimulai,” kata Hensat. [NNM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories