Jangan Kepedean, Kekebalan Spesifik Cuma Bisa Dibentuk Lewat Vaksinasi .

Masyarakat diingatkan untuk tidak merasa kebal kemudian ogah ikut vaksinasi Covid-19 dari pemerintah. Padahal, vaksinasi ini penting untuk pembentukan antibodi yang berfungsi sebagai lini pertahanan pertama terhadap serangan virus.

“Dengan vaksin perlindungan yang kita dapatkan tidak hanya satu tapi berlapis-lapis,” tegas Pakar Bioteknologi yang juga Associate Professor Universiti Putra Malaysia Prof. Bimo Ario Tejo dalam acara talk show RM.id bertema Divaksin Tak Otomatis Kebal, Selasa (13/4).

Hal ini disampaikan Prof Bimo menanggapi masih adanya sebagian kecil masyarakat di pedesaan yang beranggapan merasa kebal punya antibodi dan tak perlu ikut vaksin.

Ia mengakui, untuk meningkatkan daya tahan tubuh maka perlu makan yang teratur, mengandung serat yang cukup atau melakukan berbagai segala hal untuk meningkatkan sistem kekebalan diri sendiri termasuk jangan stress.

“Tapi untuk meningkatkan kekebalan secara spesifik misalnya terhadap virus tertentu, maka satu-satunya cara adalah dengan vaksinasi,” tegasnya.

Bimo mengungkapkan setiap orang memang memiliki kekebalan yang bersifat umum didalam tubuhnya. Seperti tubuh akan bereaksi terhadap virus atau bakteri yang pernah menyerang / menginfeksi orang tersebut, atau virus yang pernah menyerang orang tua atau bahkan kepada nenek moyang.

“Tetapi harus diingat bahwa virus Covid-19 adalah virus baru yang belum pernah ada. Belum pernah terjadi di tubuh kita atau di dalam nenek moyang kita, maka tubuh kita belum bisa mengenali virus ini, sehingga kalau kita terinfeksi oleh virus ini, tubuh kita belum tahu caranya bagaimana bereaksi melawannya,” paparnya.

Untuk itu lanjut Bimo, Masyarakat harus ikut menyukseskan program vaksinasi dari pemerintah. Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi ini juga untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 kepada orang lain, teman, bahkan sanak saudara di rumah.

“Setelah vaksin juga harus tetap menjalankan protokol kesehatan demi keamanan bersama,” pungkasnya. [FAZ]

]]> .
Masyarakat diingatkan untuk tidak merasa kebal kemudian ogah ikut vaksinasi Covid-19 dari pemerintah. Padahal, vaksinasi ini penting untuk pembentukan antibodi yang berfungsi sebagai lini pertahanan pertama terhadap serangan virus.

“Dengan vaksin perlindungan yang kita dapatkan tidak hanya satu tapi berlapis-lapis,” tegas Pakar Bioteknologi yang juga Associate Professor Universiti Putra Malaysia Prof. Bimo Ario Tejo dalam acara talk show RM.id bertema Divaksin Tak Otomatis Kebal, Selasa (13/4).

Hal ini disampaikan Prof Bimo menanggapi masih adanya sebagian kecil masyarakat di pedesaan yang beranggapan merasa kebal punya antibodi dan tak perlu ikut vaksin.

Ia mengakui, untuk meningkatkan daya tahan tubuh maka perlu makan yang teratur, mengandung serat yang cukup atau melakukan berbagai segala hal untuk meningkatkan sistem kekebalan diri sendiri termasuk jangan stress.

“Tapi untuk meningkatkan kekebalan secara spesifik misalnya terhadap virus tertentu, maka satu-satunya cara adalah dengan vaksinasi,” tegasnya.

Bimo mengungkapkan setiap orang memang memiliki kekebalan yang bersifat umum didalam tubuhnya. Seperti tubuh akan bereaksi terhadap virus atau bakteri yang pernah menyerang / menginfeksi orang tersebut, atau virus yang pernah menyerang orang tua atau bahkan kepada nenek moyang.

“Tetapi harus diingat bahwa virus Covid-19 adalah virus baru yang belum pernah ada. Belum pernah terjadi di tubuh kita atau di dalam nenek moyang kita, maka tubuh kita belum bisa mengenali virus ini, sehingga kalau kita terinfeksi oleh virus ini, tubuh kita belum tahu caranya bagaimana bereaksi melawannya,” paparnya.

Untuk itu lanjut Bimo, Masyarakat harus ikut menyukseskan program vaksinasi dari pemerintah. Selain melindungi diri sendiri, vaksinasi ini juga untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 kepada orang lain, teman, bahkan sanak saudara di rumah.

“Setelah vaksin juga harus tetap menjalankan protokol kesehatan demi keamanan bersama,” pungkasnya. [FAZ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories